Pemerintah Jepang Bingung Saat Setya Novanto Datang Lobi Beli Pesawat Amfibi

Belum selesai kasus catut nama Presiden Jokowi,terkait pelaporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan DPR -- juga menjadi calo perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia selesai, kini muncul dugaan Setya Novanto terlibat kasus baru. Yaitu, berusaha memakelari pengadaan pesawat amfibi dari Jepang.
Rekam jejak Setya Novanto
Rekam jejak Setya Novanto. (Foto: Detikcom)
Kabar itu muncul setelah The Japan Times, edisi 12 November 2015 menulis Setya Novanto, menuturkan kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, kalau Indonesia mempertimbangkan pembelian US-2 sebagai sinyal kerja sama pertahanan kedua negara. Ditulis juga dalam artikel itu, wacana pembelian pesawat buatan pabrikan ShinMaywa merupakan jawaban Indonesia atas kebijakan China di Laut China Selatan.

Japan Times, mengutip penjelasan Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga, Setya Novanto menjanjikan pembelian pesawat US-2 sebagai tanda kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang.

ShinMaywa US-2 merupakan pesawat amfibi yang biasa digunakan untuk keperluan SAR. Angkatan Bersenjata Jepang saat ini merupakan satu-satu pengguna pesawat amfibi tersebut. Belakangan, Angkatan Laut India dikabarkan berminat membeli 15 hingga 18 ShinMaywa US-2 dengan anggaran US$1,65 miliar.

Berita itu jadi gunjingan diplomat Jepang di Jakarta dan Tokyo. Mereka, seperti dituturkan salah satu konselor kepada Tempo, kebingungan kenapa ada seorang legislator, mengurusi soal teknis yang menjadi pekerjaan eksekutif. “Kami juga heran karena tak pernah ada pertemuan resmi membahas soal pesawat,” kata seorang konselor itu, Selasa, 17 November 2015.

Menurut dia, Perdana Menteri Shinzo Abe memang pernah bertemu dengan Setya pada 12 November 2015. Tapi tak ada agenda pembicaraan soal kerjasama pertahanan, apalagi dengan Ketua DPR yang tak mewakili pemerintah. “Jadi kemungkinan itu hanya basa-basi,” kata diplomat senior ini.

Penjelasan diplomat ini kian mengukuhkan dugaan ahli hukum Universitas Andalas Saldi Isra bahwa Setya tak paham tugas legislatif dan eksekutif dan mencampuradukkan keduanya. “Negosiasi itu wilayah eksekutif,” kata dia.

Ini sama dengan ketika Setya Novanto bertemu kandidat calon presiden dari Partai Republik Amerika Serikat, Donald Trump. Kedatangan Setya dalam kampanye taipan judi dan properti itu dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPR. Di Amerika, jabatan ini sangat prestisius karena mewakili rakyat dan nomor tiga sebagai jabatan terpenting.
Pemerintah Jepang Bingung Saat Setya Novanto Datang Lobi Beli Pesawat Amfibi Pemerintah Jepang Bingung Saat Setya Novanto Datang Lobi Beli Pesawat Amfibi Reviewed by Amborsius Ambarita on 11/18/2015 01:04:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.