Ahok: Alkohol di Bawah 5%, Bir Bukan Minuman Keras

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merespon kritik senator Fahira Idris soal penjualan bir di minimarket yang diatur Perda. Ahok mengatakan, bir bukanlah termasuk minuman keras.
Ahok menjawab kritikan Fahira Idris soal bir
Ahok menjawab kritikan Fahira Idris soal bir. (Foto: Detikcom)
"Bir itu, gue kasih tahu ke lu, itu di bawah 5 persen (kadar alkoholnya). Bukan miras," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Baginya, minuman berkadar alkohol sampai 5 persen bukanlah tergolong miras. Meski begitu, Ahok menyatakan penggolongan dan peristilahan ini masih bisa diperdebatkan.

"Bir bukan miras loh. Kalau soal itu bisa berdebat kita. Ya kan itu bukan hitungan miras yang seperti itu," imbuhnya.

Namun pengendalian peredaran bir juga tetap dibatasi. Hanya orang di atas umur 17 tahun saja yang boleh beli di minimarket. Bila ada minimarket yang ketahuan menjual bir ke anak di bawah 17 tahun, maka minimarket tersebut akan ditutup.

"Satpol PP terus bergerak kok. Sama yang jual juga ditanya, "Dia sudah 17 tahun. Yang jual juga ada CCTV. Kalau dia jual (ke anak di bawah umur), bisa kita tutup tokonya," tegas Ahok.



Ahok mengungkap Pemprov DKI Jakarta punya saham di salah satu pabrik bir, yakni PT Delta Djakarta yang punya produk Anker Bir. Dia heran Fahira tak mempersoalkan juga soal yang sudah berlangsung lama itu.

"Kalau begitu kenapa dia (Fahira) enggak mau mengritik, kenapa angker bir punya kami? Zamannya Ali Sadikin (Gubernur DKI terdahulu) kalau enggak salah bikin Perda, Delta kami punya saham 28 persen," tutur Ahok.

Ahok menjawab, bila memang Fahira tak ingin minimarket menjual bir maka dia harus meminta DPRD merevisi Perda.

"Berarti dia harus minta kawan-kawan DPRD merevisi Perda dong. Itu saja kan? Patokan kita Perda," kata Ahok.

Perda yang dimaksud Ahok adalah Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 soal Ketertiban Umum. Meski Fahira menyatakan dalam Perda itu tak diatur spesifik minimarket boleh menjual bir, namun Ahok menyatakan di dalam Perda itu ada pasal yang bisa menjadi dasar penjualan bir di minimarket.

"Ada," kata Ahok.

Terlepas dari itu, Ahok menyatakan bukanlah dirinya pribadi yang membolehkan bir dijual di minimarket, melainkan Perda-lah yang melegitimasi penjualan bir di minimarket.

"Bukan saya membolehkan. Itu kan Perda," tegas Ahok.

Sementara itu, ada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. Fahira menyatakan Permendag 06/2015 itu masih berlaku, namun Ahok menegaskan Permendag itu sudah tak berlaku lagi.

"Permendag kan sudah diganti," kata Ahok.
Ahok: Alkohol di Bawah 5%, Bir Bukan Minuman Keras Ahok: Alkohol di Bawah 5%, Bir Bukan Minuman Keras Reviewed by Amborsius Ambarita on 5/25/2016 09:23:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.