36 Dus Vaksin Palsu Ditemukan di Rumah Mewah Pasutri di Bekasi

Rumah mewah milik Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina
Rumah mewah milik Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina. (Liputan6.com)
Tim Bareskrim Polri menemukan 36 dus vaksin palsu di rumah mewah milik tersangka Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina. Saat melakukan penggeledahan, polisi juga menyita satu unit mobil dari kediaman di Kemang Pratama Regency, Bekasi, tersebut.

"Setelah digeledah ketemu 36 dus isi vaksin. Satu dus (berisi) 800 (ampul) vaksin," ujar satpam perumahan elite itu, Eko Supriyanto, Minggu (26/6/2016), seperti diberitakan Detikcom.



Penggeledahan rumah pasangan suami istri ini dilakukan pada hari Selasa (21/6) malam. Pelaku sempat mengelak ketika ditanya polisi soal pembuatan vaksin palsu.

"Tadinya Ibu Rita sama Pak Hidayat sempet nggak ngaku membuat vaksin palsu, jadi bilangnya pengusaha pakaian dalam," sebut Eko.

Dus vaksin palsu ditemukan polisi di sejulah ruangan di antaranya kamar tidur, gudang barang dan kamar anaknya. Selain vaksin palsu, polisi juga menyita mobil Pajero milik tersangka.

"Yang diambil itu Pajero Sport. Sama 3 motor kuncinya sudah dibawa polisi, tapi masih di garasi," sebut Eko.

Sejak penggeledahan, rumah tersebut ditinggal pergi. Kedua anak Hidayat dan Rita yang masih kecil dibawa oleh keluarga. Namun 3 motor masih terparkir di garasi rumah.
Motor milik tersangka kasus vaksin palsu
Motor milik tersangka kasus vaksin palsu. (Detikcom)
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri Brigjen Agung Setya Imam Effendi sebelumnya mengatakan, vaksin palsu untuk balita dibuat dari tahun 2003. Pembuatan dan peredaran vaksin ini melibatkan 3 kelompok di Bekasi yakni produsen, pengedar dan pihak yang menyerahkan langsung ke pengguna.

Vaksin palsu dibuat dengan cara menyuntikkan cairan infus dicampur dengan vaksin tetanus. Hasilnya yakni vaksin wajib palsu untuk hepatitis, BCG, dan campak. Harga vaksin palsu menurut Agung dijual sekitar Rp 200 ribu-400 ribu lebih murah dibanding vaksin asli.

Hasil produksi vaksin palsu ini, Rita dan Hidayat diperkirakan mampu meraup puluhan juta dalam seminggu. Sebab, mereka mampu memproduksi ribuan botol vaksin ilegal di rumahnya.

Baca juga: Ini Tampang Pasutri Tersangka Pembuat Vaksin Palsu dan Rumah Mewahnya

Sejumlah alat produksi, seperti alat suntik, selang, hingga lebel merek obat, berikut mesin pres juga berhasil ditemukan di rumah mewah itu.

"Wah, sudah kaya home industri aja. Banyak banget obat yang dibawa sama polisi. Tapi penggerebekannya cepet dan singkat, tetangga aja pada enggak tahu. Ya, sekitar jam 11 malam, polisi udah bubar," sebut Eko.

Sayang, Eko tak dapat menunjukkan sejumlah foto yang sempat ia ambil. Sebab, ia diminta polisi untuk menghapus foto di ponselnya saat penggerebekan sindikat pembuat vaksin palsu itu.

"Pas mau pulang, polisinya minta HP saya. Enggak lama, foto saya langsung dihapus," pungkas Eko.
36 Dus Vaksin Palsu Ditemukan di Rumah Mewah Pasutri di Bekasi 36 Dus Vaksin Palsu Ditemukan di Rumah Mewah Pasutri di Bekasi Reviewed by Amborsius Ambarita on 6/25/2016 11:37:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.