Ahok: Fahri Hamzah Itu Hebat, Wakil Ketua DPR Independen Tanpa Partai

Ahok menyindir Fahri Hamzah
Ahok menyindir Fahri Hamzah. (Detikcom)
Usulan Fahri Hamzah agar KPU menyeragamkan formulir dukungan calon independen dianggap mengganjal calon independen seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Fahri yang memulai polemik, Ahok pun tak tinggal diam.

Awalnya Fahri Hamzah melempar usul agar formulir untuk calon gubernur perseorangan disamakan. Niat Fahri mungkin baik agar semua calon independen menyerahkan formulir yang sama sehingga KPU tidak kerepotan melakukan verifikasi, tapi hal ini bikin calon independen seperti Ahok bakal tambah repot karena harus mengulang pengisian formulir dukungan.

"Kalau KPU bisa bertemu calon independen siapkan fasilitas, verifikasi dini sehingga tahap akhir tinggal verifikasi elektronik saja. Harusnya KPU itu sudah menyiapkan formulir standar untuk verifikasi," ungkap Fahri mengungkap alasan usulannya itu, saat berbincang dengan wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2016).



"Jangan orang bikin formulir dengan bentuk yang dibuat sendiri, itu nanti tidak masuk ke dalam sistem. Formulir standar, ada alatnya dan seterusnya," tuturnya tanpa menyebut calon independen siapa yang dimaksud.

Sadar ada yang 'menjual', Ahok pun tak tinggal diam. Ahok yang belakangan mengaku direpotkan dengan UU Pilkada yang cukup merepotkan calon independen sepertinya pun langsung melontarkan sindiran tajam.

"Ya enggak apa-apalah, dia Wakil Ketua DPR independen kok, nggak ada partainya. Jadi Fahri Hamzah sama saya itu saingan saja. Gue sama dia kan independen," ujar Ahok.

Sebelumnya PKS memang telah memecat Fahri Hamzah, dan posisi Wakil Ketua DPR pengganti dia diganti oleh Ledia Hanifah. Tetapi Fahri lalu menggugat PKS ke Pengadilan Jakarta Selatan. Secara aturan gugatan ini memang menghalangi pemecatan Fahri sebagai anggota DPR, namun bukan penggantian posisinya sebagai Wakil Ketua DPR.

"Jadi Fahri Hamzah paling hebat se-Indonesia, jadi Anggota DPR independen, enggak ada di undang-undang. Kalau saya kan cagub independen. Jadi sebetulnya dia lebih inovatif, lebih hebat dari saya. Makanya saya sama dia saingan," kata Ahok.

Verifikasi faktual untuk dukungan calon perseorangan/independen dalam UU Pilkada dinilai memberatkan. Meski demikian, Ahok mengaku tak akan menggugat UU tersebut ke MK.

"Kalau saya enggak bisa ajuin dong. Saya rugi apa kalau enggak bisa ikut? Makan saja itu kursi gubernur!" kata Ahok.

Menurut Ahok, yang tepat untuk melayangkan gugatan adalah KPU selaku pihak yang harus melakukan verifikasi faktual. Sementara itu perubahan aturan soal verifikasi ini sendiri disebut Ahok bermaksud mengganjal calon independen, termasuk dirinya.

Ahok kemudian menyatakan bila ada pihak yang tak menginginkan dirinya kembali jadi Gubernur DKI. Malah Ahok mempersilakan siapa pun menduduki posisi Gubernur DKI.

"Kalau enggak bisa ikut, makan saja itu kursi gubernur. Gue kerja keras sampai 2017, kalau pada enggak bolehin jadi gubernur ya makan saja itu kursi gubernur!" ucap Ahok.

Dia lalu menambahkan selama ini memang sudah banyak pihak yang tak ingin dirinya kembali jadi gubernur. Dia pun merasa difitnah berkali-kali.

"Kalau pengen bikin saya enggak ikut dari fitnah Sumber Waras, Luar Batang, fitnah reklamasi apalagi yang kurang," kata dia.
Ahok: Fahri Hamzah Itu Hebat, Wakil Ketua DPR Independen Tanpa Partai Ahok: Fahri Hamzah Itu Hebat, Wakil Ketua DPR Independen Tanpa Partai Reviewed by Amborsius Ambarita on 6/07/2016 10:02:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.