Beredar Surat Ketua PN Tembilahan, Riau Minta THR ke Pengusaha

Surat permintaan THR dari Ketua PN Tembilahan ke pengusaha
Surat permintaan THR dari Ketua PN Tembilahan ke pengusaha. (Istimewa)
Riau dibuat geger dengan beredarnya surat permintaan THR oleh Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan yang ditujukan ke para pengusaha. Sebelumnya, hal serupa didapati dilakukan oleh seorang camat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Institusi yang dijuluki 'Wakil Tuhan' ini juga tak mau ketinggalan untuk mengumpulkan dana Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1437 H.



Lembaga Wakil Tuhan itu dengan terang benderang mengeluarkan surat edaran resmi atas nama Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan, Kabupaten Inhil yang ditujukan kepada perusahaan pengusaha untuk dimintai sumbangan THR Idul Fitri 1437 H.

Surat itu berkop surat PN Tembilahan, dengan keterangan Perihal 'Bantuan THR (Tunjangan Hari Raya)'.

Isi suratnya tertulis:

Bahwa sehubungan dengan dekatnya hari raya Idul Fitri 1437 H tahun 2016, kami selaku pimpinan akan mengadakan pemberian bingkisan dan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Karyawan/Karyawati Pengadilan Negeri Tembilahan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami mengharapkan bantuan dan partisipasi dari Bapak/Ibu/Saudara Pimpinan Perusahaan demi terlaksananya kegiatan dimaksud, mengingat kegiatan tersebut akan terlaksana dengan baik serta sukses apabila adanya bantuan dan partisipasi dari Bapak/Ibu/Saudara.

Demikian untuk dapat dipertimbangkan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Surat ini diteken dan disetempel basah oleh Ketua PN Tembilahan Y Erstanto Windioleleno, SH, MH. Dibawah tanda tangan lengkap dengan nomor induk pegawai (NIP) 19731022 199903 1004.

Surat yang ditujukan ke pengusaha ini sebanyak dua lembar. Pada lembaran kedua, tercantum tulisan: Daftar Nama Hakim dan Pegawai Pengadilan Negeri Tembilahan. Dari daftar itu ada 19 kolom nama dengan urutan pertama Ketua PN Erstanto, Wakil Ketua PN Mohamad Indarto. Selanjutnya ada nama pagawai Panitera sampai urutan terakhir nama calon pegawai negeri sipil sebagai staf umum.

Surat ini sangat disesalkan Komisi Yudisial (KY) karena telah mencoreng martabat peradilan.

"Jika tindakan tersebut benar, maka mencoreng martabat dan integritas peradilan," kata juru bicara KY, Farid Wajdi kepada wartawan, Senin (27/6/2016).

KY menegaskan, surat permintaan itu tidak bisa diterima dalam semangat adiluhung dunia peradilan. Perbuatan itu merupakan bagian dari perbuatan tercela karena dapat merendahkan kehormatan, martabat dan keluhuran perilaku profesi hakim.

"Pelajaran terpenting dari deretan kasus yang menimpa lembaga peradilan, mestinya lembaga peradilan harus mampu meminimalkan segala bentuk penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang. Tidak ada permaafan bagi pejabat pengadilan yang terus menggerus kewibawaan dan martabat peradilan," ucap Farid.

KY meminta MA memberikan pembinaan terlebih dahulu atas kasus itu sebelum terjadi hal lebih jauh. Jika tidak, maka pengawasan KY yang akan turun.

"Bagi KY, masalah akan terus terjadi jika pada aspek pencegahan tidak lagi diperdulikan, maka penegakan represif yang akan bicara, dan untuk yang kesekian kali pula kami ingatkan bahwa pengawasan tidak tidur," cetus Farid.
Beredar Surat Ketua PN Tembilahan, Riau Minta THR ke Pengusaha Beredar Surat Ketua PN Tembilahan, Riau Minta THR ke Pengusaha Reviewed by Amborsius Ambarita on 6/27/2016 04:04:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.