Buwas: Kasus Sabu Dalam Pipa Terkait Jaringan Fredy Budiman

Kepala BNN Komjen Budi Waseso tunjukkan sabu yang disimpan dalam pipa
Kepala BNN Komjen Budi Waseso tunjukkan sabu yang disimpan dalam pipa. (Detikcom)
BNN menyebut jaringan kasus sabu disimpan dalam pipa besi di Penjaringan, Jakarta Utara terkait dengan narapidana kasus narkoba di LP Cipinang. Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan, jaringan itu masih terkait dengan jaringan yang dipimpin terpidana mati Fredy Budiman.

"Ada beberapa jaringan, salah satunya yang di LP Cipinang dan itu ada rangkaiannya dengan jaringan yang dipimpin Fredy Budiman, Sekarang sedang kita dalami," kata Buwas di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/6/2016).

Buwas mengatakan, sementara ini pihak Kemenkumham membantah temuan BNN tersebut. Namun, Buwas mengungkapkan pihaknya betul-betul berdasarkan penyelidikan dan BNN juga memiliki data-data percakapan jaringan itu dalam pemesanan narkoba.

"Jaringan dan dia (Fredy) masih berhubungan kontak," ujarnya saat ditanya apakah dikendalikan langsung oleh Fredy Budiman atau jaringannya saja.

Saat ditanya sejauh mana kendali Fredy Budiman terhadap jaringan narkoba yang ditangkap di Penjaringan itu, Buwas pun memberikan jawaban.

"Ya aktiflah yang jelas," ujarnya.

Karena itu, Buwas mengatakan Fredy Budiman layak masuk daftar hukuman eksekusi mati supaya tidak bisa lagi melakukan kontak dengan jaringan kartel narkotika di luar penjara.

"Iya dong (layak hukuman mati)," tutup Buwas. Seperti diberitakan sebelumnya, dalam penggerebekan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara itu, 4 orang ditangkap dengan barang bukti diduga sabu-sabu di dalam pipa. Menindaklanjuti kasus itu, seorang penghuni LP Cipinang diperiksa BNN.

"BNN melakukan pemeriksaan terhadap Akiong (42), penghuni LP Cipinang, Kamis (16/6) atas keterlibatannya dalam kasus penyelundupan narkoba dalam pipa besi yang berhasil diungkap BNN beberapa hari lalu," ujar Kabag Humas BNN, Kombes Slamet Pribadi, Kamis (16/6/2016).

Slamet mengatakan Akiong medekam di LP Cipinang karena keterlibatannya dalam penyelundupan 1,4 juta pil ekstasi pada tahun 2013 silam. Dia mendapat vonis hukuman mati pada Mei 2015 lalu.

"Dari hasil pemeriksaan, diduga kuat Akiong kembali bermain dalam kasus sabu pipa besi. Akiong memegang kendali penuh terhadap proses penyelundupan barang haram tersebut," ucap Slamet.

"Hingga kini kasus tersebut masih dalam pengembangan. Dan Akiong dalam pemeriksaan intensive Penyidik BNN," imbuhnya.
Buwas: Kasus Sabu Dalam Pipa Terkait Jaringan Fredy Budiman Buwas: Kasus Sabu Dalam Pipa Terkait Jaringan Fredy Budiman Reviewed by Amborsius Ambarita on 6/17/2016 01:57:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.