Cerita Soal Kokain, Narkoba Langka yang Dikonsumsi Restu Sinaga

Restu Sinaga yang mengkonsumsi narkoba jenis kokain
Restu Sinaga yang mengkonsumsi narkoba jenis kokain. (Kapanlagicom)
Aktor Restu Sinaga harus menikmati dinginnya tidur di balik bui. Kamis 2 Juni 2016 pagi, aparat kepolisian membekuk aktor empatpuluh satu tahun ini di kediamannya di Cilandak, Jakarta Selatan. Beragam narkoba ditemukan. Jumlahnya cukup banyak.

Namun, diantara narkoba yang ditemukan, polisi mendapati narkoba yang cukup jarang terungkap selama ini. Kokain. Narkoba sintesis ini banyak beredar di negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Kokain berasal dari tanaman Erythroxylon coca. Tanaman ini banyak berkembang di Amerika Selatan yang berasal dari Amerika Selatan.

Indonesia mengkategorikan kokain pada narkoba golongan 1 dan termaktub dalam lampiran Undang-Undang 35 tahun 2009 tentang Narkotika.



"Sangat jarang (kokain di Jakarta), kalau di Bali banyak. Itu yang harus digali dari dia," kata Analis Kebijakan Utama Pidana Narkoba Bareskrim, Brigadir Jenderal Siswandi, saat ditemui di Gedung BNN, Sabtu (4/6/2016).

Senada dengan pernyataan mantan Direktur Peran Serta Masyarakat Badan Narkotika Nasional, Brigjen Siswandi, Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Vivick Tjangkung, menyatakan narkoba yang dikonsumsi bintang film Cinta Silver ini merupakan jenis narkoba langka di Indonesia.

Kelangkaan itu menyebabkan harga jualnya tinggi. Terlebih peredarannya hanya di kalangan tertentu.

"Kokain ini kan dari luar negeri, dari Peru. Harganya Rp 2,5 juta per gram. Kalau sabu masih di bawahnya, sekitar Rp 1,5 juta per gram," ujar Vivick.

Tidak seperti sabu, reaksi kokain terhadap penggunanya hanya berdurasi sesaat. Namun begitu, kokain memiliki efek candu yang luar biasa dan tentu akan menguras uang yang jauh lebih banyak pula.

"Memang ini reaksinya cuma 30 menit, setelah itu hilang, dan bisa ingin memakai lagi. Ini kan addict. Sekalinya pakai sedikit, pasti nanti harus nambah lagi, dan takarannya lebih banyak dari yang pertama. Begitu seterusnya," kata Vivick.

Polisi berhasil menyita 10,75 gram ganja, 17 butir dumolid berat total 7,47 gram, dan 26 butir happy five berat total 7,21 gram. Adapun selain kokain, polisi menemukan empat bungkus plastik transparan bekas narkotika jenis kokain yang telah habis dikonsumsi. Juga diamankan empat sedotan plastik yang diduga sebagai alat mengkonsumsi narkoba.

Alasan meluncur dari mulut tersangka, bahwa dirinya mengkonsumsi narkoba karena susah tidur.

"Pengakuan dia karena susah tidur. Ciri-ciri orang pakai obat itu kan karena kecemasan lebih tinggi, halusinasi tinggi, dan keadaan dia kurang begitu bagus. Happy five membantu tidur dan meregangkan ketegangan otaknya," beber Vivick.

Faktor lain yang memicu Restu terjerat narkoba karena sepinya pekerjaan. "Mungkin karena dia sudah lama enggak main (berakting)," kata Vivick.

Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Tubagus Ade mengatakan, meski pihaknya menyita beragam jenis narkoba dengan jumlah tidak sedikit, tidak ada indikasi aktor tersebut menjadi pengedar.

"Kapasitasnya banyak tapi enggak ada indikasi kalau yang bersangkutaan terlibat penjualan barang-barang itu (narkoba)," ujar Ade, Jumat 3 Juni 2016.‬

Disinggung mengenai pemasok barang haram tersebut kepada Restu, Ade menjawab penyidik masih melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap dan mengejar bandar narkoba tersebut.
Cerita Soal Kokain, Narkoba Langka yang Dikonsumsi Restu Sinaga Cerita Soal Kokain, Narkoba Langka yang Dikonsumsi Restu Sinaga Reviewed by Amborsius Ambarita on 6/05/2016 07:21:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.