Demo Tolak Tambang di Bengkulu Tengah, 4 Warga dan 2 Polisi Terluka

Korban sipil dalam demo tolak tambang di Bengkulu
Korban sipil dalam demo tolak tambang di Bengkulu. (Okezone)
Ratusan warga Desa Susup, Komering, Rajak Besi dan Lubuk Unen, Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah, menggelar aksi demo menolak aktifitas pertambangan batu bara bawah tanah atau underground, Sabtu (11/6/2016). Terjadi kericuhan. 4 Warga dan 1 polisi terluka.

Rusuh dipicu saat warga mencoba menerobos masuk ke kawasan pertambangan di Desa Lubuk Unen. Mereka dihadang personel Polres Bengkulu Utara. Bengkulu Tengah merupakan kabupaten baru, kepolisian masih menginduk ke Polres Bengkulu Utara.

Sempat terjadi negosiasi antara perwakilan demonstran dengan pihak kepolisian, tetapi tidak menuai hasil. Warga yang bersenjata tajam tetap ngotot memaksa masuk mulai bertindak anarkis. Dari aksi dorong berujung ke bentrok fisik.

Polisi mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghalau massa. Kerusuhan pun pecah!

Suharman, seorang warga mengatakan, kondisi tidak terkendali lagi. Tidak kurang dari 26 warga menjadi korban, 4 orang di antaranya dilarikan ke rumah sakit karena terluka.



"Awalnya warga ingin menagih janji pihak perusahaan untuk menutup aktivitas tambang bawah tanah, namun saat kami mencoba masuk menemui pihak perusahaan dihadang pihak kepolisian berseragam lengkap. Lalu terjadilah bentrokan dan terdengar suara tembakan," ujar Suharman di RSUD M Yunus Bengkulu, Sabtu (11/6/2016).

Keempat korban yang dilarikan ke RSUD M Yunus itu adalah Yudi (luka tembak di dada sebelah tangan), Badri (luka di pangkal leher dan tangan), Muan (luka di lengan dan dada tetapi bukan luka karena tembakan), dan Martha (luka tembak di bagian perut).

Sementara korban dari pihak kepolisian tercatat atas nama Bripka Syafrizal, anggota Mapolsek Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah. Ia terluka bacok di tubuhnya. Saat ini, Syafrizal dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu. Satu korban lain dari pihak kepolisian sedang diidentifikasi.

Pertambangan bawah tanah ini telah lama mendapat protes dari warga. Bahkan saat berunjuk rasa ke kantor bupati Bengkulu Tengah, bupati setempat berjanji akan menutup aktivitas tambang. Namun hingga saat ini tambang masih beroperasi.

Pihak Polda Bengkulu melalui Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarmo mengatakan pihaknya belum mendapat laporan lengkap atas kejadian tersebut. "Kita belum dapat informasi resmi atas insiden tersebut, nanti akan kami kabari lagi," ujar Sudarno saat dihubungi melalui telepon.
Demo Tolak Tambang di Bengkulu Tengah, 4 Warga dan 2 Polisi Terluka Demo Tolak Tambang di Bengkulu Tengah, 4 Warga dan 2 Polisi Terluka Reviewed by Amborsius Ambarita on 6/11/2016 04:23:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.