Diduga Terkait LGBT, Haposan Siahaan, Keponakan Bupati Simalungun Dibunuh

Haposan Siahaan, keponakan Bupati Simalungun, JR Saragih
Haposan Siahaan, keponakan Bupati Simalungun, JR Saragih. (Foto: Fb.com/hasan.narsis.3)
Setelah hilang beberapa hari, Haposan Siahaan (28) ditemukan tewas terkubur di perladangan di Kampung Baru Nagori Dalig Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Dilansir Tribun Medan, korban merupakan merupakan pegawai Universitas Efarina (unefa) dan juga keponakan Bupati Simalungun, JR Saragih yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/6/2016).

Jasad Haposan Siahaan diketahui keberadaannya setelah pria membunuhnya, JG (16) menunjukkan di mana menguburkan jasad Haposan.

"Baru dini hari tadi saya tahu kejadiannya. Saya dan Pak Kapolres sudah ke sini tadi pas mengetahui kejadiannya. Dia adalah saudara, keponakan saya," kata JR Saragih yang menggunakan masker saat berada di Instalasi Jenazah RSU Djasamen Saragih.

Menurut informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, pelaku JG merupakan siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) GKPS di Sondi Raya, Kecamatan Raya.



Sebelumnya keluarga pihak keluarga Haposan melaporkan bahwa Haposan menghilang beberapa hari, yang ditindak lanjuti pihak kepolisian hingga berhasil menemukan jasad Haposan.

Terakhir kalinya diketahui Haposan pergi dengan menggunakan sepeda motor metik merek Honda Vario warna putih nomor polisi (nopol) BK 3751 BC. Keterangan dari beberapa rekan korban menuturkan, sempat melihat Haposan beberapa saat sebelum menghilang di sekitaran Simpang BKD Pematang Raya, Kelurahan Sondiraya, Kecamatan Raya pada Selasa (30/6/2016) lalu sekira pukul 17.30 WIB.

Korban Memegang Kemaluan Pelaku

Menurut informasi yang diterima dari pihak kepolisian Polres Simalungun, Haposan ditikam terkait aktivitas LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Korban dibunuh JS karena korban sempat memegang kemaluan JS saat buang air kecil di Kampung Baru, Nagori Dalig Raya Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun.

"Pengakuan tersangka (JS) menikam Haposan Siaahan karena pada saat tersangka buang air kecil disamping gubuk yang ada di lokasi kejadian, Haposan memegang kemaluan tersangka dari belakang karena tindakan itu, tersangka merasa tidak senang lalu mengambil sebilah pisau yang berada di atas seng gubuk dan menikam perut korban secara berulang-ulang sebanyak 4 kali sehingga korban terkapar tak berdaya," ujar personil polisi Polres Simalungun yang tidak mau disebutkan namanya saat di RSUD Djasamen Saragih, Kamis (9/6/2016).

Setelah korban terkapar JS mengambil cangkul yang ada digubuk tersebut kemudian menggali lubang yang jaraknya 20 meter dari gubuk sedalam satu meter dan menguburkan Haposan. Setelah JS mengubur Jasad Haposan, JS pun melarikan diri ke Kota Lubukpakam Kabupaten Deliserdang dengan membawa sepeda motor, perhiasan emas berupa kalung dan cincin milik Haposan.

Pelaku Diancam Hukuman Mati

Pelaku terancam hukuman pasal berlapis, yakni hukuman mati atau seumur hidup. Hal itu disampaikan Kapolres Simalungun, AKBP Yofie Girianto Putro, saat melayat di rumah duka di kompleks Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Simalungun, Pematang Raya, Kamis (9/6/2016) .

“Ini sesuai dengan kronologis pembunuhan yang dilakukan tersangka disinyalir direncanakan serta harta korbannya pun dikuras yakni perhiasan dan sepeda motor,” papar Yofie.

Sementara JR Saragih membenarkan jika korban merupakan keponakan nya dan selama ini dianggap sebagai anaknya. Pasalnya korban merupakan anak yatim piatu. “Korban anak yatim piatu dan saya lah yang menjadi orang tuanya,” ungkap JR Saragih dengan terbata – bata.

Mewakili keluarga korban, JR Saragih menuturkan, pihaknya telah memaafkan tersangka dan merelakan kepergian Haposan selama – lamanya. “Kasus ini sepenuhnya kami serahkan pada pihak penegak hukum,” paparnya.

Sementara itu, jasad Haposan direncanakan langsung dikebumikan Kamis sore (9/6/2016) di perkuburan keluarga dekat kompleks perkantoran Bupati Simalungun.
Diduga Terkait LGBT, Haposan Siahaan, Keponakan Bupati Simalungun Dibunuh Diduga Terkait LGBT, Haposan Siahaan, Keponakan Bupati Simalungun Dibunuh Reviewed by Amborsius Ambarita on 6/09/2016 08:28:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.