Fakta tentang Supriyanto, Pria Temanggung yang Bongkar Makam Ibunya

Tampang Supriyanto yang membongkar makam dan menyimpan jenazah ibunya
Tampang Supriyanto yang membongkar makam dan menyimpan jenazah ibunya. (Detikcom)
Ulah Supriyanto (40) memang aneh. Dia membongkar makam untuk menghidupkan kembali Ibunda, Parimah pada tanggal 24 Mei 2016 lalu. Belum diketahui apakah pria asal Dusun Ngrancang, Desa Bojonegoro, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah ini mengalami gangguan jiwa atau tidak.

"Dia mengaku mendapat wangsit dan mimpi untuk membongkar makam ibunya agar bisa dihidupkan," kata Kasat Reskrim Temanggung AKP Suharto melalui telepon, Selasa (21/6/2016), seperti dilaporkan Detikcom.



Suharto menjelaskan saat ini Supriyanto masih dimintai keterangan di Mapolsek Kedu. Selain itu, tiga orang lainnya juga diamankan untuk dimintai keterangan.

"Sekarang masih di Polsek Kedu, masih pemeriksaan," kata Suharto.

Dalam kasus ini, polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua cangkul, seutas tali, dan senter. Sementara jenazah Parimah sudah diserahkan kepada kepala desa setempat untuk dikuburkan kembali.

Berikut fakta mengenai Supriyanto

1. Bungkus Jasad Ibunya dengan Plastik

Selama satu bulan lebih, Supriyanto menyimpan jasad ibunya masih lengkap dengan kain kafan di dalam kamar. Dia memberi minyak wangi pada jenazah agar tidak berbau busuk. Hasilnya dari luar rumah memang tidak tercium, namun saat kamar dibuka, bau busuk langsung merebak.

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Suharto, jenazah Parimah yang disimpan di dalam kamar rumah Supriyanto.

"Jasadnya disimpan di kamar paling belakang, kalau dari luar pintunya terkunci tapi setelah dibuka baru terlihat ada jasad lengkap masih dikafanin terbaring di tempat tidur," kata Suharto menceritakan.

Jsad Parimah yang meninggal pada 14 April 2016 lalu masih dalam keadaan cukup utuh. Meski begitu, jasad itu diletakkan di atas kasur kayu beralaskan tikar berwarna merah. Jasad Parimah sendiri masih terbungkus rapi dengan kain kafan, dengan sisa-sisa tanah.

Wajah dan kondisi jasad sendiri sudah berwarna hitam dan mengeluarkan bau tak sedap. Untuk mengakalinya, Supri meletakkan jasad ibunya di atas plastik transparan lalu menyiramkan minyak wewangian.

"Kondisi jasadnya sendiri sudah busuk kurang lebih sudah 70 hari. Makanya dia (Supriyanto) membalurinya pakai minyak wewangian," sambung Suharto.

2. Ritual Berdo'a dalam Bahasa Jawa Tanpa Sesaji

Supriyanto kerap melakukan ritual agar jenazah ibunya hidup lagi. "Ya ritual-ritual ada, mungkin semacam doa-doa dengan harapan agar ibunya bisa hidup lagi," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Suharto, Selasa (21/6/2016) malam.

Namun Suharto menjelaskan, ritual yang dilakukan oleh Supri dan rekan-rekannya tidak menggunakan sesaji apapun. "Mereka cuma berdoa di luar kamar tempat ibunya disimpan. Sesajen enggak ada cuma minyak wewangian untuk menyamarkan aroma jasad ibunya," sambung Suharto.

Dalam foto yang diterima detikcom, di kediaman Supriyanto terdapat tulisan di selembar kain dengan kata dalam kalimat Jawa yang tak biasa digunakan dalam bahasa sehari-hari. Kata-kata dalam tulisan itu bertuliskan dalam kalimat Jawa Inggil.

3. Diduga Mengikuti Aliran Sesat

Supriyanto membongkar makam untuk menghidupkan kembali Ibunda yang sudah meninggal karena mengaku mendapat wangsit. "Dia mengaku mendapat wangsit dan mimpi untuk membongkar makam ibunya agar bisa dihidupkan," kata Kasat Reskrim Temanggung AKP Suharto.

Suharto menjelaskan, saat melakukan aksinya Supri dibantu oleh 9 orang temannya untuk membongkar makam dan turut melakukan semacam ritual di dalam rumah Supri.

"Kalau aliran sesat belum tahu juga, di Jawa kan ada aliran kejawen mungkin mereka ngikut kepercayaan semacam itu. Soalnya mereka juga melakukan ritual doa-doa dan yang membongkar kuburan juga mereka-meraka juga," jelas Suharto.

Suharto menambahkan, saat ini Supriyanto masih dimintai keterangan di Mapolsek Kedu. Selain itu, 9 orang lainnya yang ikut terlibat juga diamankan untuk dimintai keterangan.

4. Bisa Dijerat Pidana Soal Pencurian Mayat

Menurut Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Suharto, Selasa (21/6/2016) malam, Supriyanto dan rekan-rekannya dapat dipidanakan dengan pasal 180 KUHP tentang pencurian jenazah.

"Bisa kena pasal 180 KUHP. Ancaman hukumannya 1 tahun 4 bulan," sebut Suharto.

Di dalam pasal 180 KHUP menjelaskan:

"Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menggali atau mengambil jenazah atau memindahkan atau mengangkut jenazah yang sudah digali atau diambil, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah," kutip Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Fakta tentang Supriyanto, Pria Temanggung yang Bongkar Makam Ibunya Fakta tentang Supriyanto, Pria Temanggung yang Bongkar Makam Ibunya Reviewed by Amborsius Ambarita on 6/21/2016 07:23:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.