Pakai Ijazah S2 Palsu, Rifqinizamy Bisa Jadi Dosen ULM dan Lulus S3 di Unibraw

M Rifqinizamy Karsayuda, dosen ULM yang memiliki ijazah S2 palsu
M Rifqinizamy Karsayuda, dosen ULM yang memiliki ijazah S2 palsu. (Istimewa)
Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mungkin dianggap orang 'hebat' atau beruntung. Dengan ijazah S2 palsu dari National University of Malaysia, pria kelahiran 6 November 1982 ini bisa menjadi dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kalimantan Selatan. Kampus ini merupakan perguruan tinggi negeri tertua di pulau tersebut.



Tak hanya itu, dengan ijazah S2 palsu tersebut. bapak dua anak ini juga bisa mendaftar ke Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur untuk mengikuti program doktor dengan konsentrasi Hukum Tata Negara dan menulis disertasi berjudul “Pembentukan Partai Politik Lokal di Negara Kesatuan Republik Indonesia Perspektif Yuridis Konstitusional”. Dalam kurun waktu dua tahun dan dua bulan, pendidikan doktor tersebut diselesaikannya pada November 2013 dengan predikat Summa Cumlaude dan menjadi wisudawan terbaik Program Doktor Universitas Brawijaya pada tahun 2013. Hebat, bukan?

Tak hanya dipercaya sebagai pengajar saja, ia juga merupakan Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kalimantan Selatan.[2] Pada tahun 2013 ia ditunjuk oleh Komisi Pemilihan Umum sebagai anggota Tim Seleksi Calon Anggota Komisi KPU Provinsi Kalsel.

Namun, kini suami dari seorang PNS Pemprov Kalsel bernama Gusti Anisa Wulandari ini harus menelan pil pahit. Aksi curang yang dilakukannya dapat diketahui oleh Kemenristek Dikti. Alhasil, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir menegaskan M Rifqinizamy dipecat sebagai dosen ULM. Selain di ULM, Rifqi juga tidak boleh mengajar di perguruan tinggi (PT) lain di Indonesia karena ijazahnya palsu.

"Semuanya (universitas yang ada, tidak boleh (mengajar dan menjadi dosen)," kata Nasir dalam acara media gathering dan buka puasa bersama di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2016).

"(Perguruan tinggi) swasta juga (tidak boleh). Nanti kan dia masuk data, dia tidak punya (ijazah) S2 kan, berarti dia tidak boleh," sambungnya.

Menteri Nasir mengatakan Kemenristek Dikti juga telah melakukan penelusuran. Hasilnya, ijazah Rifqi dipastikan palsu karena ditemukan kejanggalan. Kejanggalan pertama yaitu soal riwayat pendidikan. Rifqi menulis S1-nya lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Namun berdasarkan data perguruan tinggi Kemenristekdikti, Rifqi tercatat lulusan S1 Universitas Lambung Mangkurat.

Kejanggalan lain terlihat dari salinan ijazah S2 yang disebut Rifqi asli dari National University of Malaysia. Tidak terdapat pengesahan dari Atase Pendidikan Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur di ijazah tersebut. Ijazah itu justru dilegalisir dengan stempel Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, namun ditandatangani oleh Prof Kamal Halili Hasan, PhD.

Keganjilannya adalah, Prof Kamal ternyata bukan dosen Univesitas Lambung Mangkurat, melainkan dosen di National University of Malaysia. Kesalahan lain juga terdapat dalam penulisan nama. Di ijazah Rifqi, ditulis dengan Prof. Kamal Halili Hasan, Ph.D. Sedangkan penulisan yang benar adalah Prof. Kamal Halili Hassan, Ph.D.

Perbedaan juga terdapat di tanda tangan ijazah tersebut. Tekanan dan alur tanda tangan di ijazah Rifqi berbeda dengan ijazah asli yang dikeluarkan National University of Malaysia.

Orang yang mengaku dari PPI Malaysia itu mengklaim telah mengklarifikasi soal ijazah Rifqi ke National University of Malaysia. Hasilnya, Universitas Kebangsaan Malaysia itu menjawab bahwa Rifqi telah diberhentikan pada semester II tahun akademik 2011/2012.
Rifqinizamy saat mengikuti ujian disertasi terbuka di Unibraw
Rifqinizamy saat mengikuti ujian disertasi terbuka di Unibraw. (Istimewa)
"Palsu, kami sudah konfirmasi kepada universitasnya, minta tim yang mencari. Setelah itu diputuskan ijazahnya ditarik," ujar Nasir.

Sebagai hukuman awal, Nasir mengatakan, Rifqinizamy tidak boleh lagi menjadi dosen di universitas tersebut.

"Harus dikeluarkan dari Universitas Lambung Mangkurat. Enggak boleh mengajar lagi, kita pecat!" urainya.

Dua pekan lalu, seperti diberitakan Detikcom, Rifqi membantah telah memalsukan ijazah. Dia mengatakan ijazah S2 yang didapatnya dari University of Malaysia sudah mendapat pengesahan dari Dikti.

"Seluruh proses itu sudah dijalankan, jadi saya juga sudah mendapatkan bukti dari Dikti, sudah disahkan oleh Dikti. Jadi, kuliah di Malaysia, bisa dikonfirm saya selesai, dan pembimbing saya dr Nuriyah Hasan cukup dikenal, punya reputasi di sana," ujar Rifqinizamy.
Pakai Ijazah S2 Palsu, Rifqinizamy Bisa Jadi Dosen ULM dan Lulus S3 di Unibraw Pakai Ijazah S2 Palsu, Rifqinizamy Bisa Jadi Dosen ULM dan Lulus S3 di Unibraw Reviewed by Amborsius Ambarita on 6/29/2016 09:27:00 PM Rating: 5

1 komentar:

  1. Masalahnya surat pengesahannya dari Dikti juga dipalsukan.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.