Anies Baswedan: Jokowi dan JK Tak Jelaskan Alasan Pencopotan

Anies Baswedan dan keluarga menghadiri acara perpisahan di Kemendikbud
Anies Baswedan dan keluarga menghadiri acara perpisahan di Kemendikbud. (Foto: Liputan6.com)
Selasa (26/7/2016) petang, ponsel Anies Baswedan berdering. Anies yang saat itu masih menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tiba-tiba dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana, Jakarta.

"Apakah ini terkait reshuffle atau bukan, itu pertanyaan saya saat itu," ujar Anies ketika menceritakan proses pencopotannya, di kediamannya di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2016), seperti diberitakan Kompas.com.



Maklum saja, beberapa hari sebelum itu, wacana Presiden akan merombak susunan Kabinet Kerja berembus kencang di berbagai media massa.

Anies kemudian pergi ke Istana dengan tanda tanya. Namun, hatinya selalu berusaha menenangkan diri. "Saya tidak memperkirakan apa-apa akhirnya," ujar Anies.

Anies masuk ke Istana tidak melalui Pintu Jalan Veteran III, akses masuk yang biasa digunakan menteri atau para pemimpin lembaga. Anies dipersilakan masuk melalui gerbang Jalan Medan Merdeka Utara. Gerbang itu langsung tembus ke Pintu Wisma Negara, tempat Presiden tinggal.

"Biasanya kalau manggil dengan cara begitu, memang ada pembicaraan (khusus)," ujar Anies.

Begitu berada di kompleks Istana, ia diantar menggunakan mobil golf ke Istana Merdeka. Ia kemudian dipersilakan menunggu di ruang tunggu sebelah barat.

(Baca: Netizen Pertanyakan Alasan Jokowi Copot Anies Baswedan dari Mendikbud)

Tidak lama kemudian, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung masuk ke ruang tunggu tersebut. Saat itulah Anies diberi tahu bahwa ia akan dicopot dari jabatannya saat ini.

"Saya hanya jawab, 'Oke baik, Pak'. Lalu kami sama-sama ke ruang kerja Presiden. Di ruang itu ada lima orang, bersama Wakil Presiden (Jusuf Kalla)," ujar Anies.

Di dalam, Presiden menyampaikan akan mencopot Anies sebagai menteri. Saat itu, kata Anies, Presiden dan Wakil Presiden tidak menjelaskan apa alasan pencopotan itu.

Setelah disampaikan demikian, Anies menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan Jokowi dan Jusuf Kalla karena sempat mengangkatnya menjadi menteri.

Anies mengatakan, bagi dirinya, jabatan tersebut adalah sebuah kehormatan sekaligus penugasan yang disadarinya sewaktu-waktu bisa lepas dari pundaknya.

"Saya juga sampaikan apa yang jadi penugasan saya, saya tuntaskan. Kebetulan saya bawa report tahunan (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)," ujar Anies.

"Saya juga bilang bahwa siapa pun yang ditugaskan untuk mengganti saya, akan saya briefing agar program yang ditugaskan ada kelanjutannya," lanjut dia.

Proses rangkaian pencopotan itu terbilang cepat. Bahkan, tidak sampai lima menit. Singkat kata, kebijakan itu mengejutkan dirinya. "Sebab, enggak dapat kabar apa-apa dan memang dalam spekulasi (nama-nama calon menteri) juga enggak ada (nama Anies)," ujar dia.

Anies dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (27/7/2016). Presiden mengangkat Muhadjir Effendy untuk menggantikan Anies.

Tak Keluar Stadion

Anies Baswedan mengibaratkan sebuah kabinet sebagai tim sepak bola. Ada pelatih yang mengatur, ada juga pemain yang mengikutinya. Ketika pelatih meminta seorang pemain keluar lapangan dan menggantinya dengan pemain lain, maka tidak ada pilihan lain bagi pemain selain mengikuti.

Begitulah cara Anies memandang pencopotan dirinya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden Joko Widodo.

"Kalau pelatih bilang, 'Oke ini ganti dulu karena saya lagi perlu memasukkan yang ini,' ya sudah. Enggak usah hard feeling (marah). Biasa saja," ujar Anies.

Dalam hal ini, Anies tidak pernah merasa dibangkucadangkan. Menurut dia, lebih tepat jika dikatakan bahwa dia dipindahkan ke tim support. Lantaran menganut prinsip demikian, Anies mengatakan, dirinya pun tak boleh hard feeling dicopot dari posisi menteri. Singkat kata, Anies tidak ingin "keluar stadion".

"Enggak akan. Bukan hanya keluar stadion, saya enggak akan keluar dari tim ini," ujar dia.

"Kalau saya sih gampang. Kalau kita semuanya maunya ada di arena terus, ya kan cuma 11 orang di sana. Sementara ada kepentingan-kepentingan yang harus diakomodasi, ya kita terima," lanjut Anies.

Sikap ini pun, menurut Anies, diambilnya untuk kepentingan bersama.

"Ini bukan soal 'about me'. Tapi 'about the nation', 'about the government'. Kalau kita selalu memikirkan kita sendiri, ah, jadi masalah," ujar Anies lagi.
Anies Baswedan: Jokowi dan JK Tak Jelaskan Alasan Pencopotan Anies Baswedan: Jokowi dan JK Tak Jelaskan Alasan Pencopotan Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/28/2016 04:05:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.