Apa Motif Lilik Mulyadi dan Binsar Gultom Gugat Hakim Agung Nonkarir?

Lilik Mulyadi dan Binsar Gultom
Lilik Mulyadi dan Binsar Gultom. (Istimewa)
Hakim tinggi Lilik Mulyadi dan hakim PN Jakpus Binsar Gultom kini menjadi sorotan karena berkolaborasi menggugat status hakim agung nonkarier di Mahkamah Konstitusi yaitu Pasal 6B ayat 2 UU Mahkamah Agung, yang berbunyi:

Selain calon hakim agung sebagaimana dimaksud pada ayat 1 (calon hakim agung berasal dari hakim karier) calon hakim agung juga berasal dari nonkarier.



Mereka meminta dasar hukum adanya hakim agung nonkarier dihapuskan. Selain itu mereka menggugat Pasal 7 huruf a angka 4 dan 6 UU MA, pasal 7 huruf b angka 1,2,3 dan 4 UU MA.

"Pasal 6B ayat (2) UU MA menurut para Pemohon yang menjadi tolok ukur dalam persyaratan profesi hakim bukan kepada semata-mata pendidikan akademisnya, akan tetapi terletak pada pengalaman dan kompetensi hakim di dalam mengadili dan memutus perkara di persidangan. Untuk itu sebaiknya pengangkatan hakim agung hanya melalui jalur hakim karier, tidak dibuka kesempatan bagi hakim nonkarier," gugat Lilik-Binsar sebagaimana dikutip dari website MK, Rabu (13/7/2016), seperti dilaporkan Detikcom.

Lilik-Binsar meminta MK menyatakan Pasal 6B ayat (2) MA tidak memiliki kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai dalam hal-hal tertentu dapat dibuka kemungkinan untuk mengangkat hakim agung yang tidak didasarkan atas sistem karier.

Dalam gugatan itu, Lilik-Binsar juga meminta usia pensiun hakim konstitusi menjadi 70 tahun.

"Pembatasan usia minimal dan jangka waktu pengalaman dalam bidang hukum sebagaimana tercantum dalam Pasal 15 ayat (2) huruf d dan huruf h ini dianggap diskriminatif. Para pemohon menyatakan sebaiknya pembatasan usia bagi hakim konstitusi disamakan ketentuannya dengan ketentuan usia bagi hakim agung di lingkungan Mahkamah Agung," ujar Lilik-Binsar.

Hakim nonkarier lahir pasca reformasi dan menjadi amanat reformasi 1998 sebab kepercayaan masyarakat dengan para hakim karier menurun karena selama Orde Baru berperilaku korup.

Alhasil, pasca reformasi menghasilkan hakim agung nonkarier yang cukup disegani masyarakat. Seperti Bagir Manan yang juga terpilih menjadi Ketua MA, Artidjo Alkostar yang memberikan hukuman tegas untuk terdakwa korupsi hingga Gayus Lumbuun yang konsisten mengkritik kinerja lembaganya untuk terus mereformasi diri.

Selain nama di atas, ada juga Prof Dr Komariah Emong Sapardjaja, Prof Dr Rehngena Purba, Prof Dr Surya Jaya, Dr Salman Luthan, Dr Dudu Duswara, Syamsul Maarif PhD hingga Dr Nurul Elmiyah.

Apa sebenarnya motif keduanya melayangkan gugatan?

"Permohonan kami sama sekali tidak menyangkut masalah pribadi hakim agung mana pun," ujar Binsar.

Dalam permohonannya, Lilik-Binsar merasa dirugikan hak konstitusionalnya karena berpotensi menutup karier para hakim dari jalur karier yang puncak kariernya menjadi hakim agung.

"Ketentuan pengangkatan hakim agung melalui jalur nonkarier tidaklah tepat. Sebab yang menjadi tolak ukur dalam persyaratan profesi hakim bukan semata-mata pendidikan akademisnya, akan tetapi pengalaman dan kompetensi hakim di dalam mengadili dan memutus perkara di persidangan," papar Binsar.

Lalu siapakah Lilik dan Binsar?

Nama Lilik mulai dikenal saat mengadili kasus pembunuhan Johannes Brahman Hairudy Natong (Rudy Natong) yang dibunuh Adiguna Sutowo. Rudy Notong ditembak dari jarak dekat di sebuah kafe di Hotel Hilton oleh Adiguna pada malam pergantian tahun baru 2004-2005. Lilik yang menjadi ketua majelis tersebut menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada Adiguna, jauh dari tuntutan jaksa yaitu penjara seumur hidup.

Lilik Mulyadi sempat menghebohkan dunia hukum Indonesia saat memutus terpidana kasus Bom Bali Amrozi dan terdakwa Ali Imron. Sebab dalam putusan yang dia buat, dia masukkan sebuah puisi, di luar kelaziman putusan hakim.

Selepas dari PN Jakpus, karier Lilik moncer yaitu menjadi Wakil Ketua PN Kepanjen di Malang dan dilanjutkan menjadi Ketua PN Kepanjen pada 2009. Selepas dari Malang, Lilik kembali ke Jakarta menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 2011 dan menjadi Ketua PN Jakut dua tahun setelahnya hingga pertengahan 2016 ini.

Di hari-hari terakhirnya di PN Jakut, Lilik menjadi ketua majelis sengketa kepengurusan Partai Golkar. Lilik yang bergelar doktor ini lalu dipromosikan menjadi hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Medan.

Lalu siapakah Binsar? Binsar merupakan hakim karier bergelar doktor. Meski kini ia menggugat keberadaan hakim agung nonkarier, tapi ia pernah mendaftar calon hakim agung nonkarier pada 2012.

"Daripada 'orang luar' (nonkarier) yang diloloskan lebih baik 'orang dalam' (karier). Biar begini saya punya pengalaman beracara," kata Binsar saat wawancara terbuka di Komisi Yudisial pada 2012.

Binsar mengakui dia juga berbisnis jual beli mobil untuk menambah penghasilan. Hasilnya, ia memiliki rumah di Medan, Bengkulu dan Jakarta. Anaknya juga berhasil menjadi dokter.

"Kalau tidak menjalani bisnis ini, anak saya kemungkinan tidak bisa kuliah. Sekarang ada yang sudah menjadi dokter," ucap Binsar.
Apa Motif Lilik Mulyadi dan Binsar Gultom Gugat Hakim Agung Nonkarir? Apa Motif Lilik Mulyadi dan Binsar Gultom Gugat Hakim Agung Nonkarir? Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/13/2016 08:19:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.