Apa Pertanggungjawaban RS yang Masuk Daftar Pengguna Vaksin Palsu?

Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur
Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur. (Istimewa)
Pemerintah melalui Menteri Kesehatan Nila Moeloek akhirnya membuka daftar rumah sakit yang menerima vaksin palsu sesudah menerima desakan dari berbagai pihak. Pengumuman ini dimaksudkan untuk memberikan hukuman sosial bagi RS tersebut. Lalu bagaimana pertanggungjawaban pihak rumah sakit kepada balita yang sudah diberi vaksin palsu?

Ke 14 rumah sakit yang menerima vaksin palsu ini sesuai data Menkes Nila adalah: RS Harapan Bunda (Jakarta Timur), RS DR Sander (Bekasi), RS Bhakti Husada (Bekasi), RS Sentra Medika (Gombong), RSIA Puspa Husada (Bekasi), RS Karya Medika (Bekasi), RS Kartika Husada (Bekasi), RS Sayang Bunda (Bekasi), RS Multazam (Bekasi), RS Permata (Bekasi), RSIA Gizar (Bekasi), RS Hosana (Cikarang), RS Elizabeth (Bekasi) dan RS Hosana (Bekasi).



Salah seorang ibu, Irene, mengaku kaget dan sedih membaca daftar ke 14 rumah sakit yang menerima vaksin palsu ini. Soalnya Rumah Sakit Harapan Bunda, adalah tempatnya memberikan imunisasi kepada putrinya.

"Saya sedih, marah. Dari list yang kemarin beredar, tidak ada nama Rumah Sakit Harapan Bunda. Sekarang ternyata ada, kecewa sekali saya," ujar Irene saat berbincang lewat telepon, Kamis (14/7/2016), seperti diberitakan Detikcom.

Dijelaskan Irene, dirinya melakukan kontrol kehamilan hingga melahirkan secara caesar di Rumah Sakit Harapan Bunda. Imunisasi juga dilakukannya di rumah sakit tersebut.

"Putri saya dari umur 3 bulan hingga 8 bulan imunisasi di RS Harapan Bunda. Dari DPT 1 dan 2, hepatitis, polio, flu, dan lainnya," jelasnya.

Irene mengatakan, pemerintah dan pihak rumah sakit yang terbukti menggunakan vaksin palsu ini harus bertanggung jawab.

"Tindakan pemerintah untuk rumah sakit yang terbukti menggunakan vaksin palsu ini apa? Apa iya cukup dengan menyuruh vaksin ulang. Tentu tidak. Pihak rumah sakit seharusnya sudah tahu, punya data dari mana vaksin yang mereka terima. Pemerintah harus tindak semua yang terlibat, hukum berat," ujarnya.

"Rumah sakit Harapan Bunda harus tanggung jawab. Saya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit pula untuk biaya vaksin di rumah sakit tersebut, belum lagi waktu yang terbuang. Saya juga belum tahu dampak apa yang bisa ditimbulkan dari vaksin palsu itu jika masuk ke tubuh anak saya," tegasnya.

Pihak Rumah Sakit Harapan Bunda di Ciracas, Jakarta Timur sampai saat ini belum memberikan pernyataan.
Apa Pertanggungjawaban RS yang Masuk Daftar Pengguna Vaksin Palsu? Apa Pertanggungjawaban RS yang Masuk Daftar  Pengguna Vaksin Palsu? Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/14/2016 04:16:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.