Beda dengan Mendikbud, Ahok Tak Izinkan PNS DKI Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Ahok selfie dengan PNS DKI
Ahok selfie dengan PNS DKI. (Detik.com)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengimbau agar para orang tua termasuk yang berstatus PNS mengantarkan anaknya di hari pertama masuk sekolah, pada 18 Juli 2016 nanti. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan tak mungkin mengizinkan PNS terlambat masuk kerja karena mengantar anak ke sekolah.

"Enggak bisalah. Nanti semuanya (mengemukakan) alasan lagi," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis (14/7/2016), seperti dilansir Detikcom.

Dia menjelaskan, bila anaknya punya ayah seorang PNS, maka yang mengantarkan ke sekolah bisa ibunya, begitu juga sebaliknya. Namun bila kedua orang tuanya PNS, maka anaknya harus bisa memahami tugas orang tuanya.



"Kalau dua-duanya PNS, anaknya pasti ngerti emak dan bapaknya PNS," kata Ahok.

Ahok bercerita, dahulu ketika dia menjadi bos perusahaan, dia masih sempat mengantarkan anak sekolah. Namun ketika menjadi Gubernur DKI, dia tak bisa lagi melakukan hal itu.

"Anak saya wisuda saja, gara-gara ada paripurna (di DPRD) enggak selesai mengikuti (wisuda). Enggak sampai nunggu dia terima sertifikat. Begitu saya datang, saya bilang ini enggak keburu nih balik untuk paripurna. Saya pun harus ditinggalkan. Anak tetep mengerti saja," tutur Ahok.

Kemendikbud sebelumnya mengimbau aparatur sipil daerah untuk mengantarkan anak ke sekolah di hari pertama dan memberikan dispensasi dapat memulai kerja sesudah mengantarkan anaknya ke sekolah. Anies juga mengimbau instansi swasta di daerah memberi dispensasi bagi karyawan untuk dapat memulai kerja sesudah mengantarkan anaknya ke sekolah hari pertama.

"Hari pertama sekolah juga menjadi kesempatan mendorong interaksi antara orangtua dengan guru di sekolah untuk menjalin komitmen bersama dalam mengawal pendidikan anak selama setahun ke depan. Kampanye ini juga bertujuan meningkatkan kepedulian dan keterlibatan publik dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah," tulis Anies.

Berbeda dengan Ahok, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendukung imbauan ini. Dia menginstruksikan semua pimpinan kantor baik di lingkup pemkab maupun instansi swasta di Banyuwangi untuk memberikan dispensasi kepada pegawainya untuk memulai kerja sesudah mengantar anaknya ke sekolah pada hari tersebut.

Menurut Anas, hal ini ialah dukungan positif bagi dunia pendidikan. Apalagi hari pertama masuk sekolah merupakan momen penting bagi seorang siswa untuk menjalani masa sekolah selanjutnya. Terutama bagi siswa yang menempuh jenjang baru pendidikan.

Sementara, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi setuju dan mengizinkan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) melaksanakan imbauan itu.

Seperti dikutip dari situs Kemenpan RB, Kamis (14/7/2016), izin Yuddy tertuang dalam surat bernomor B/2461/M.PANRBN/07/2016 tentang Izin Bagi ASN di Hari Pertama Masuk Sekolah. Surat tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4/2016 dan Surat Mendikbud No. 28901/MPK.A/KP/2016 perihal permohonan izin bagi ASN di hari pertama masuk sekolah.

Surat itu diteken Menteri PANRB pada 14 Juli 2016. Dalam surat itu, Yuddy menyebutkan mengantar anak sekolah adalah penting dalam melakukan revolusi mental para pelaku pendidikan, khususnya orang tua untuk terlibat aktif dalam pendidikan putra/putrinya di sekolah.

Namun diingatkan, bagi pegawai ASN yang akan mengantarkan dan mendampingi putra-putriya ke sekolah, terlebih dulu harus melaporkan kepada atasan masing-masing.

"Ini perlu agar ASN yang bersangkutan mendapat izin untuk melaksanakan kegiatan dimaksud," kata Yuddy dalam surat tersebut.
Beda dengan Mendikbud, Ahok Tak Izinkan PNS DKI Antar Anak di Hari Pertama Sekolah Beda dengan Mendikbud, Ahok Tak Izinkan PNS DKI Antar Anak di Hari Pertama Sekolah Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/14/2016 12:26:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.