Cerita Merri Utami Dijebak Bawa Heroin 1,1 Kg ke Indonesia

Merri Utami, terpidana mati kasus narkoba
Merri Utami, terpidana mati kasus narkoba. (Foto: Liputan6.com)
Terpidana mati Merri Utami binti Siswandi yang dipindah dari Lapas Kelas II A Wanita Kota Tangerang ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Ratu heroin itu langsung menempati ruang isolasi Lapas Besi yang berada di pulau tersebut. Wanita yang dijuluki Ratu Heroin adalah salah satu terpidana yang akan dieksekusi mati pada gelombang ketiga.

Baca juga: Jelang Eksekusi Mati Tahap III, Merri Utami Dipindah ke Nusakambangan



Bagaimana cerita Merri terbelit kasus narkotika? Seperti diberitakan Detikcom, ia ditangkap pada 31 Oktober 2001 sekitar pukul 22.30 WIB di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Saat itu, petugas menemukan heroin seberat 1,1 kg di dalam tas yang dibawa Merri.

Cerita bermula ketika Merri berkenalan dengan seorang warga negara Kanada bernama Jerry di McDonald's Sarinah, Jakarta Pusat. Jerry lalu mengajak Merri pergi ke Nepal pada tanggal 16 Oktober 2001 dengan tujuan liburan.

Merri berangkat ke Nepal dari Singapura dan transit di Thailand. Sementara, Jerry telah lebih dulu berangkat. Setelah beberapa waktu di Nepal, Jerry kembali ke Jakarta pada tanggal 20 Oktober 2001 dengan alasan bisnis.

Jerry meminta Merri tinggal di Nepal selama 2 minggu. Jerry sempat menelepon Merri dan mengatakan bahwa tas Merri jelek dan akan dibelikan tas baru.

"Tas kamu sudah jelek, nanti aku suruh temanku bawakan tas buat kamu. Tetapi ini tas untuk barang contoh dikasih seorang customer di Jakarta," ucap Jerry seperti dalam salinan putusan yang dilansir dari website Mahkamah Agung (MA), Minggu (24/7/2016).

Kemudian pada 31 Oktober 2001, Merri pergi ke sebuah tempat hiburan di Nepal sesuai arahan Jerry. Di tempat itu, Merri berkenalan dengan 2 orang bernama Muhammad dan Badru. Keduanya lalu memberikan sebuah tas kepada Merri.

Dengan membawa tas tersebut, Merri pun kembali ke Indonesia. Petugas yang curiga dengan Merri lalu memeriksa tasnya dan ditemukan serbuk putih yang disembunyikan di dinding tas berupa 2 bungkusan bersampul kertas karton.

Merri lantas diadili di Pengadilan Negeri Tangerang pada Mei 2002. Dia divonis hukuman mati sesuai dengan tuntutan jaksa. Merri yang tak terima lalu mengajukan banding.

Namun Pengadilan Tinggi Tangerang tetap menguatkan putusan PN Tangerang. Merri tetap ingin menghindari ujung senapan regu tembak dengan mengajukan kasasi. Lalu apa kata majelis hakim?

"Menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi atau terdakwa Merri utami binti Siswandi," ucap hakim seperti dikutip dari salinan putusan kasasi dari website MA, Minggu (24/7/2016).

Putusan itu diketok pada 10 Januari 2003 oleh ketua majelis hakim German Hoediarto yang dibantu dua hakim anggota Soedarno dan Arbijoto. Putusan itu diucapkan pada sidang terbuka pada Senin, 27 Januari 2003.
Cerita Merri Utami Dijebak Bawa Heroin 1,1 Kg ke Indonesia Cerita Merri Utami Dijebak Bawa Heroin 1,1 Kg ke Indonesia Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/24/2016 06:57:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.