Fakta Soal Truk 'Teror' Tewaskan 80 Orang di Nice Saat Bastille Day

Polisi dan petugas medis berkumpul di dekat truk penabrak orang di Nice
Polisi dan petugas medis berkumpul di dekat truk penabrak orang di Nice. (Reuters)
Setelah Paris, Perancis kembali mendapatkan serangan teroris, tepatnya di Kota Nice. Saat hari "Bastille Day", peringatan kemerdekaan negara tersebut, sebuah truk lori pada Kamis, 14 Juli malam waktu setempat.

Panik dan ketakutan, ratusan warga Nice, Prancis, berlari sekuat tenaga menjauhi truk yang terus melaju ke arah mereka. Truk besar seberat 25 ton itu terus melaju dan menerjang orang-orang yang ada di depannya. Saksi mata menyebut insiden teror itu seperti orang-orang ditabrak bak pin bowling. Orang-orang yang sedang menikmati pantai di dekat Hotel Negresco juga ikut menjadi korban.



Berikut beberapa fakta soal serangan truk 'teroris' ini.

1. Terjadi saat Bastille Day, Hari Peringatan Kemerdekaan Prancis

Insiden tragis di Nice, Prancis terjadi saat peringatan Bastille Day yang jatuh setiap tanggal 14 Juli. Bastille Day juga diperingati sebagai hari kemerdekaan Prancis setiap tahunnya.

Seperti dilansir independent.co.uk, Jumat (15/7/2016), Bastille Day sebenarnya menandai peristiwa penyerbuan penjara Bastille, Paris pada 14 Juli 1789 silam. Momen itu memicu revolusi dan menandai dimulainya republik demokrasi di Prancis serta mengakhiri kepemimpinan tiran Louis XVI.

Bastille Day bukan secara langsung memperingati penyerbuan Bastille, melainkan lebih pada merayakan kemerdekaan politik dengan slogan ternama 'Liberte, Egalite, Fraternite' atau Kebebasan, Kesetaraan dan Persaudaraan.

Peringatan Bastille Day biasa digelar dengan parade militer dan upacara di Paris, dengan tentara, tank dan jet tempur Prancis mengudara di atas landmark ternama Champs Elysees. Peringatan lain yang diwarnai pertunjukan kembang api dan berbagai acara digelar di seluruh wilayah Prancis.

Salah satunya peringatan di Nice, French Riviera, yang diwarnai insiden tragis yang merenggut puluhan nyawa. Kerumunan orang sedang asyik menonton kembang api, menikmati orkestra dan perayaan yang digelar di tepi pantai tersebut, saat sebuah truk dengan brutal menabrak mereka pada Kamis (14/7) malam waktu setempat.

Truk berukuran besar itu melaju kencang sejauh beberapa ratus meter di sepanjang Promenade des Anglais. Saksi mata, seperti dilansir Reuters, menyebut truk itu sengaja menabrak orang-orang yang sedang berkumpul.

2. Dinyatakan sebagai Serangan Teroris

Presiden Prancis Francois Hollande mengecam keras serangan truk tersebut dan menyatakan secara resmi bahwa insiden ini jelas serangan teroris.

"Tidak perlu disangkal ini adalah serangan teroris, yang lagi-lagi merupakan bentuk kekerasan paling ekstrem," tegas Hollande dalam pernyataannya yang disiarkan televisi setempat, seperti dilansir Reuters, Jumat.

Pernyataan ini disampaikan Hollande pada Jumat (15/7) pukul 04.00 waktu setempat, atau selang 5-6 jam setelah insiden terjadi di Nice, French Riviera. Hollande menyatakan hal ini usai menggelar rapat darurat bersama jajarannya.

Dalam pernyataannya, Hollande juga mengumumkan perpanjangan masa darurat di seluruh wilayah Prancis hingga 3 bulan ke depan. Prancis sendiri masih masa darurat hingga 26 Juli 2016, usai berbagai serangan teror sebelumnya.

Hollande bersumpah akan memberlakukan langkah pengamanan lebih ketat. "Prancis merasa ngeri atas apa yang terjadi, kekejaman ini dengan menggunakan truk untuk secara sengaja membunuh puluhan orang, yang sedang merayakan 14 Juli," ucapnya merujuk pada peringatan Bastille Day.

"Prancis diserang saat peringatan hari kemerdekaan, simbol kebebasan. Prancis akan lebih kuat, saya menjanjikan Anda," imbuh Hollande.

3. Truk penabrak berisikan senjata api

Truk besar atau lori yang menabrak kerumunan warga ternyata berisi aneka macam senjata.

AFP menyebutkan, Jumat (15/7/2016) bahwa pistol dan senjata lainnya ditemukan dalam truk itu. Hingga kini belum diketahui siapa sopir truk yang sudah ditembak mati tersebut.

"Ada pistol-pistol dalam kendaraan ini dan senjata yang lebih besar, tetapi saya tak dapat berkata lebih banyak lagi karena itu kewenangan jaksa," ujar Presiden Provence-Alpes-Cote d'Azur Christian Estrosi

Pasukan Antiteror sudah melakukan investigasi terkait kasus ini. Penyelidikan itu untuk membuktikan apakah aksi ini dilakukan secara individu, berkelompok, atau bahkan dalam pelarian diri.

4. Siapa pengemudi truk?

Pihak otoritas Perancis masih mengumpulkan bukti dan wawancara saksi mata untuk menyelidiki siapakah pengemudi truk. Masih belum diketahui apakah ISIS menjadi dalang serangan teror ini namun sebuah identitas kewarganegaraan ganda ditemukan di dalam truk besar tersebut.

"Kartu identitas Warga Negara Prancis-Tunisia ditemukan di truk di Nice," ungkap seorang sumber kepolisian seperti dilansir AFP.

Pengendara truk itu ditembak mati pihak kepolisian setelah meluncur dua kilometer atau 1,3 mil dan menerjang kerumunan warga yang tengah berkumpul di jalan tepi pantai di Promenade de Anglais, Nice, Prancis, Kamis (14/7) malam waktu setempat. Belum diketahui nama di kartu identitas yang ditemukan itu.
Fakta Soal Truk 'Teror' Tewaskan 80 Orang di Nice Saat Bastille Day Fakta Soal Truk 'Teror' Tewaskan 80 Orang di Nice Saat Bastille Day Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/14/2016 09:24:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.