Ferdianto Peragakan 26 Adegan Bunuh Jeni di Apartemen Belleza

Ferdianto peragakan pembunuhan Jeni di Apartemen Belleza
Ferdianto peragakan pembunuhan Jeni di Apartemen Belleza. (Foto: Detikcom)
Tim dari Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus pembunuhan yang menimpa Jeni Nurjanah. Jeni dibunuh oleh petugas sekuriti apartemen bernama Ferdianto (23).

Rekonstruksi pembunuhan dilakukan pukul 14.00 di Apartemen Bellezza Permata Hijau. Pelaku, Ferdianto, memperagakan adegan dari awal pembunuhan di lantai 30 hingga menyimpan mayat di Lantai 23 apartemen tersebut.



"Pelaku melakukan rekonstruksi dengan 26 adegan," ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Purwanta, Sabtu, 16 Juli 2016, seperti diberitakan vivanews.

Selain pelaku, proses rekonstruksi juga turut mendatangkan tujuh saksi. Sayangnya, proses rekonstruksi tak sepenuhnya terbuka. Awak media dibatasi mengikuti proses jalannya rekonstruksi.

Dalam rekonstruksi, tersangka diketahui melakukan pembunuhan pada adegan peragaan kelima. Saat itu tersangka dan korban yang punya hubungan khusus ini cekcok di tangga darurat.

Saat cekcok, pelaku melakukan pencekikan di lantai 30 apartemen pada hari Jumat, 3 Juni 2016.

"Dicekik di lantai 30, lalu korban diseret di bawah," kata Kanit Resmob Polres Jaksel, AKP Mohamad Iskandarsyah.

Tersangka lalu membawa Jeni ke kamar 23A. Di kamar ini Ferdianto kembali mencekik korban kali ini dengan tali gorden untuk memastikan Jeni tak bernyawa. Mayat Jeni baru ditemukan pada 29 Juni.

Iskandarsyah memastikan, pembunuhan Jeni dilatarbelakangi rasa sakit hati tersangka. Perkataan Jeni yang menghina istri Ferdianto memicu kemarahan tersangka hingga akhirnya melakukan pembunuhan.

"Korban dan tersangka memiliki hubungan khusus. Motifnya sakit hati," sebutnya.

Ferdianto bekerja sebagai satpam di Apartemen Bellezza. Menurut Iskandarsyah, dari pengakuan Ferdianto, sesuai membunuh Jeni, ia langsung kabur ke daerah Ciamis, Jawa Barat.

Hilangnya Ferdianto secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan kepada pihak manajemen apartemen ini membuat polisi curiga kemudian melakukan pencarian terhadap Ferdianto. Iskandarsyah memastikan bahwa pembunuhan yang dilakukan Ferdianto bukan merupakan pembunuhan berencana, melainkan dilakukan secara spontan karena pelaku sakit hati atas ucapan Jeni.

"Jadi memang bukan pembunuhan berencana, tersangka sakit hati karena korban menghina istrinya yang disebut cacat oleh korban," ujar Iskandarsyah.

Diketahui bahwa Jeni dan Ferdianto menjalin hubungan asamara selama tiga bulan. Jeni bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah hunian di lantai 30 Apartemen Belezza selama delapan bulan.

Sementara itu, Ferdianto bekerja sebagai petugas keamanan di Apartemen Belleza selama satu tahun. Ferdianto diancam Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman penjara selama 15 tahun.
Ferdianto Peragakan 26 Adegan Bunuh Jeni di Apartemen Belleza Ferdianto Peragakan 26 Adegan Bunuh Jeni di Apartemen Belleza Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/16/2016 07:03:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.