IHSG Tembus 5000, Dirut BEI Jalan Kaki dari Bursa Efek ke Pondok Indah

Dirut BEI Tito Sulistio (tengah) bersama Direktur Hamdi Hassyarbaini (kiri) berjalan kaki menuju PIM
Dirut BEI Tito Sulistio (tengah) bersama Direktur Hamdi Hassyarbaini (kiri) berjalan kaki menuju PIM. (Liputan6.com)
Sore tadi Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menuntaskan nazarnya dengan berjalan kaki dari gedung BEI, di SCBD, Jakarta menuju Pondok Indah Mall (PIM) setelah Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) menembus 5.000.

Ia mengatakan hal ini mencerminkan bahwasanya janji adalah hal yang harus ditepati. Istilah my word is my bond menjadi kata-kata andalan Tito menganalogikan realisasi janjinya ini.

"Dikenal namanya my word is my bond. Omongan itu adalah kewajiban janji. Misalnya go public janji transparansi, capai target berapa. Keluarin obligasi, janji bayar tanggal sekian, bayar. Itulah implikasi dari kata my word is my bond. Karena saya ngomong ya saya jalan," ucapnya sesaat setelah sampai dan berbuka puasa di salah satu Restoran di Mall daerah Pondok Indah, Jakarta, Jumat (01/07/16), seperti diberitakan DetikFinance.

Ia melanjutkan, jika nanti indeks mampu tembus 6.000, maka ia menantang teman-teman wartawan untuk berjalan kaki tanpa dia. "Janji ya kalau 6.000 teman-teman wartawan jalan kaki tanpa saya," imbuhnya.

Tito mengatakan, ada beberapa sentimen yang mendorong IHSG bisa menembus level 5.000. Namun sentimen utama adalah pengesahan Undang-Undang pengampunan Pajak (Tax Amnesty).



Menurut Tito, pengampunan pajak mendorong aliran dana yang besar. Dengan banyaknya aliran dana, ada harapan jika suku bunga bank turun.

Tito menambahkan, beberapa pintu masuk repatriasi ialah pasar modal. Karena itu, pengampunan pajak positif untuk pasar modal.

"Simpel saja tax amnesty akan tambah likuiditas. Tambahan likuiditas bunga turun, secara universal jika bunga turun ‎pasar modal naik," ujar Tito.

Namun sayang, IHSG tak bertahan lama di angka 5.000. Pada penutupan perdagangan saham Jumat (1/7/2016), IHSG turun 45,06 poin atau 0,90 persen ke level 4.971,58. "Pasar selalu begini, kan mau tutup Lebaran" kata Tito.

Ketika ditanyakan apa strategi Tito dalam memenuhi target-target yang belum tercapai di dua tahun sisa kepemimpinannya, Ia mengaku bekerja lebih keras adalah jawabannya.

"Kerja lebih keras. Mengeksekusi apa yang sudah diplanningkan. Moga-moga 2017 pasar modal sudah mulai bisa panen," ungkapnya.

Ia pun mengatakan dalam sisa kepemimpinannya akan melakukan suatu peninggalan untuk menjadikan BEI menjadi yang terbesar di Asean.

"Legacynya adalah ada satu plan yang saya ikutin terus untuk menjadi yang terbesar di ASEAN. ASEAN dulu. Hadapi China sementara nyerah dulu deh. Saya harus akui sementara China biarin dulu, nanti deh. Tapi 2018 itu sudah jalan," pungkasnya.
IHSG Tembus 5000, Dirut BEI Jalan Kaki dari Bursa Efek ke Pondok Indah IHSG Tembus 5000, Dirut BEI Jalan Kaki dari Bursa Efek ke Pondok Indah Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/01/2016 09:52:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.