Ini Cara Tito Karnavian Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap Polri

Komjen Tito Karnavian usai upacara HUT Bhayangkara
Komjen Tito Karnavian usai upacara HUT Bhayangkara. (Detikcom)
Calon Kapolri Komjen Tito Karnavian mengakui tingkat kepercayaan publik terhadap Polri masih relatif rendah. Tito menyebut banyak cara yang telah disiapkan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat tersebut.

"Seperti merespons dengan cepat keinginan publik baik dengan langkah-langkah nyata di lapangan maupun suara-suara yang melalui media sosial, media massa. Ini didengar dan direspons. Jangan dianggap angin lalu," kata Tito.



Tito menyampaikan itu usai upacara HUT Bhayangkara di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2016).

Tito tidak menampik banyak suara masyarakat tentang Polri baik positif maupun negatif dalam era keterbukaan ini. "Ada program-program sekarang, program untuk menganalisis medianya. Kami bisa melihat sebetulnya suara publik trending topicnya ke mana, sentimen negatifnya ke mana, indeks sentimen positif seperti apa. Yang negatifnya harus kita respons. Jangan didiamkan. Sentimen positif akan dilanjutkan itu, yang menjadi perhatian publik, misalnya (kasus) vaksin (palsu), ya segera," paparnya.

Lalu, bagaimana langkah penegakan hukum kasus vaksin palsu itu? "Pak Kaba (Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto) sudah punya pola itu, tinggal mendorong," jawab Tito.

Tito juga bicara soal seberapa tegas dia terhadap perwira tinggi Polri yang belum memberikan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) ke KPK.

"Akan kita berlakukan sanksi internal secara bertahap, supaya jangan terjadi goncangan internal," kata Tito.

Tito mengatakan, perbaikan melalui mekanisme pencegahan harus paralel dengan peningkatan kesejahteraan. Sebab jika ditekan tanpa memperbaiki sistem kesejahteraan, dikawatirkan bisa terjadi goncangan.

"Ini membutuhkan bantuan eksternal. Contohnya tunjangan kinerja yang baru 57 persen, take home pay anggota kecil mereka relatif rendah," paparnya.

"Anggota polisi terendah hampir sama dengan upah minimum regional, otomatis kita tanggung jawabnya besar. Kita harus berusaha perbaiki," sambungnya.

Lebih jauh, kata Tito, ada dua revolusi kultural yang dilakukan dalam upaya menekan budaya pro koruptif. Pertama masalah budaya korupsi yang harus ditekan dan kedua soal perilaku yang humanis.

"Dua itu yang harus kita kembangkan di Polri," tutupnya.
Ini Cara Tito Karnavian Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap Polri Ini Cara Tito Karnavian Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap Polri Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/01/2016 12:25:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.