Jokowi ke Kapolda dan Kejati: Jangan Kriminalisasi Kepala Daerah

Jokowi memberi pengarahan ke Kapolda dan Kejati se-Indonesia di Istana Negara
Jokowi memberi pengarahan ke Kapolda dan Kejati se-Indonesia di Istana Negara. (Foto: Liputan6.com)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/7).

Menurut Jokowi, banyak kepala daerah mengadu bahwa kepolisian dan kejaksaan tak bekerja sesuai instruksi yang sudah diberikan Presiden tepatnya melakukan kriminalisasi terhadap kebijakan yang mereka terapkan.



Presiden menegaskan pembangunan harus dijalankan secara bersama dan didukung semua pihak. Maka, pemerintah sudah mengeluarkan 12 paket kebijakan ekonomi.

"Sekali lagi semuanya harus segaris, harus seirama sehingga orkestrasinya menjadi suara yang baik," jelas Jokowi, dalam sambutan pengantarnya.

Jokowi mengingatkan instruksinya di Istana Bogor pada 2015 lalu. Saat itu, ada lima instruksinya kepada aparat penegak hukum. Pada kesempatan ini, Jokowi ingin mengevaluasi kembali instruksi itu, yang menurutnya tidak dijalankan.

"Pertama bahwa kebijakan diskresi tidak bisa dipidanakan, jangan dipidanakan," kata Jokowi. Kedua, Jokowi mengingatkan kembali bahwa tindakan administratif tidak boleh dipidanakan. Sehingga aparat baik Polri maupun Kejaksaan, harus memilahnya.

"Tolong dibedakan mana yang niat nyuri, nyolong dan mana yang maladministrasi. Saya kira aturan di BPK sudah jelas," jelas mantan Gubernur DKI itu.

Jokowi juga menyinggung pada poin ketiga, bahwa kerugian yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan, diberi peluang 60 hari. "Keempat, kerugian negara ini harus konkret, tidak mengada-ada," terang Jokowi.

"Kelima, tidak diekspose ke media secara berlebihan sebelum kita melakukan penuntutan. Ya kalau salah, kalau enggak salah," tegasnya. Dari lima poin yang diinstruksikan setahun lalu itu, Jokowi mengatakan masih banyak Kapolda dan Kajati yang tidak mengindahkan perintahnya.

"Evaluasi perjalanan selama ini, saya masih banyak sekali mendengar tidak sesuai dengan yang saya sampaikan," katanya.

Jokowi meminta agar pembangunan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Tapi Jokowi terlihat marah, karena justru penegakan hukum tidak sejalan dengan keinginan pemerintah melakukan pembangunan.

"Saya masih banyak keluhan dari bupati, wali kota, gubernur. Nanti saya akan jelaskan ketika tidak ada media," kata Jokowi.

Usai menyampaikan sambutan awalnya, media diminta meninggalkan Istana Negara. Jokowi menyampaikan keluhan para kepala daerah kepada para kapolda dan kajati secara tertutup.
Jokowi ke Kapolda dan Kejati: Jangan Kriminalisasi Kepala Daerah Jokowi ke Kapolda dan Kejati: Jangan Kriminalisasi Kepala Daerah Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/19/2016 07:14:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.