Kapolri: Pembakaran Vihara di Tanjung Balai Dipicu Provokasi di FB

Salah satu vihara yang menjadi sasaran amuk massa di Tanjung Balai
Salah satu vihara yang menjadi sasaran amuk massa di Tanjung Balai. (Istimewa)
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan situasi di Tanjungbalai, Sumatera Utara, sudah kondusif usai terjadinya kerusuhan pembakaran belasan vihara dan klenteng. Masyarakat diminta beraktivitas normal.

"Situasi di Tanjungbalai sudah kondusif. Sudah terkendali. Kapolda ada di sana beserta TNI dan masyarakat. Silakan terus melakukan aktivitas secara normal," kata Tito kepada wartawan di Mapolda Sumut, Sabtu (30/7/2016).

Tito juga meminta masyarakat tak terprovokasi dengan isu-isu negatif terutama melalui media sosial yaitu Facebook. Kerukunan antarumat beragama di Sumatera Utara harus terus dijaga.



"Peristiwa tadi malam itu juga karena adanya isu-isu provokatif di medsos, ada macam-macam gambar. Jangan sampai terpengaruh masyarakat," ujarnya.

Tito menambahkan, saat ini Polri tengah melakukan penyelidikan. Polri akan mencari pihak-pihak yang menjadi provokator yang mengakibatkan kerusuhan tersebut.

"Kita akan cari yang provokatif di medsos jika ada yang berbau negatif. Yang penting di sana sudah kondusif dan kita akan lakukan evaluasi," tutur Tito.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa berawal dari seorang warga Jalan Karya Kel TB, Kota I, Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjung Balai bernama Meliana (40) yang menegur pengurus rumah ibadah untuk mengecilkan suara mikrofon.

Malamnya, pengurus rumah ibadah itu menemui warga yang protes. Namun tanpa disangka, suasana memanas dan polisi terpaksa mengamankan pasangan pasangan suami istri itu ke Mapolsek Tanjung Balai Selatan demi keamanan.

Setibanya di Polsek, lalu dilakukan pertemuan dengan sejumlah pemuka agama, tokoh masyarakat, dan camat setempat. Pada saat yang bersamaan, massa mulai banyak berkumpul yang dipimpin oleh kelompok elemen mahasiswa.

Disini, massa bersama mahasiswa melakukan orasi memprotes sikap orang tersebut. Selanjutnya massa diimbau untuk tertib dan sempat membubarkan diri.

Namun sekitar pukul 22.30 WIB, Jumat 29 Juli 2016 malam, konsentrasi massa kembali terjadi. Diduga berkumpulnya massa ijni akibat informasi melalui media sosial (facebook) yang diposting oleh salah seorang aktivis yang menceritakan protes Meliana ke akun Facebook miliknya.

Massa kembali mendatangi rumah di Jalan Karya dan hendak membakarnya. Aksi massa berhasil dicegah warga sekitar yang tidak ingin kampung mereka tercoreng dengan ulah massa. Karena massa semakin banyak dan sudah diliputi emosi, selanjutnya massa bergerak menuju rumah ibadah yang berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Karya.

Massa yang hendak melakukan pembakaran berhasil dihadang polisi, tetapi massa melakukan pelemparan sehingga sejumlah fasilitas di rumah ibadah itu rusak. Selanjutnya massa bergerak melakukan tindakan pembakaran dan perusakan secara masif hingga merusak delapan rumah ibadah.
Kapolri: Pembakaran Vihara di Tanjung Balai Dipicu Provokasi di FB Kapolri: Pembakaran Vihara di Tanjung Balai Dipicu Provokasi di FB Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/30/2016 06:26:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.