Kronologi Warga Muslim Bakar Belasan Vihara dan Klenteng di Tanjung Balai

Vihara di Tanjung Balai yang dibakar warga muslim
Vihara di Tanjung Balai yang dibakar warga muslim. (Foto: Istimewa)
Sedikitnya belasan vihara dan kelentek dirusak dan dibakar warga saat terjadi bentrok di Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu (30/7) dini hari. Untuk mengendalikan situasi, Polda Sumut mengirimkan personel bantuan untuk membantu personel Polres Tanjung Balai. Sejauh ini menurut polisi tak ada korban jiwa. Hingga pagi ini suasana berangsur kondusif.

Menurut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Polisi Rina Sari Ginting, polisi yang dikerahkan dari Polres Asahan sebanyak 100 personel, Polres Batubara 30 personel, dan Satuan Brimob Tebing Tinggi sebanyak 75 personel. Dilaporkan juga ada 8 unit kendaraan roda 4 yang dibakar.



Tak ada korban jiwa akibat kejadian. Namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Polda Sumut mengungkap kronologi kerusuhan berbau SARA ini. Peristiwa ini ini berawal dari adanya permintaan seorang warga Tionghoa, M (Meliana), usia 41 tahun, warga Jalan Karya, Tanjung Balai yang menegur nazir Masjid Al Makhsum agar mengecilkan volume mikrofon yang ada di masjid.

"Menurut nazir masjid, hal tersebut telah dilakukan beberapa kali,” sebut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Sabtu (30/7/2016).

Ini kronologi kerusuhan Tanjung Balai versi Polda Sumut, seperti diberitakan medansatu.com:

Pukul 20.00 WIB (Jumat malam)

Setelah shalat Isya, jamaah dan nazir masjid menjumpai Meliana ke rumahnya karena memprotes suara azan. Karena situasi mulai memanas, kepala lingkungan mengamankan M dan suaminya ke kantor lurah. Tapi karena warga terus berdatangan, pasangan suami istri itu diamankan ke Polsek Tanjung Balai Selatan.

Polisi lalu melakukan dialog melibatkan Ketua MUI, Ketua FPI, camat, kepling dan tokoh masyarakat setempat. Saat bersamaan ribuan warga mulai berkumpul yang dipimpin kelompok elemen mahasiswa dan melakukan orasi. Setelah diimbau, warga sempat membubarkan diri.

Ratusan warga kembali berkumpul setelah membaca postingan pemilik akun Facebook terkait isu SARA. Rumah Meliana pun kembali didatangi. Warga berniat membakar rumah itu, namun berhasil dicegah warga setempat.

Pukul 00.30 WIB hingga Pukul 04.30 WIB (Sabtu dini hari)

Ribuan warga melakukan aksi anarkis, mereka mendatangi sejumlah vihara dan klenteng lalu membakarnya. Yayasan sosial milik etnis Tionghoa dan tempat pengobatan juga dibakar. Tak cuma itu, sejumlah mobil dan sepeda motor.
Kondisi vihara di Tanjung Balai pasca kerusuhan
Kondisi vihara di Tanjung Balai pasca kerusuhan. (Istimewa)
“Barang-barang yang dibakar maupun yang dirusak warga dalam Vihara dan Kelenteng itu berupa peralatan sembahyang hingga patung Budha, dan gong,” tambah Kombes Rina.

Ini videonya:

Kronologi Warga Muslim Bakar Belasan Vihara dan Klenteng di Tanjung Balai Kronologi Warga Muslim Bakar Belasan Vihara dan Klenteng di Tanjung Balai Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/29/2016 09:13:00 PM Rating: 5

3 komentar:

  1. Jangan gunakan takbir "Allahuakbar" untuk menghancurkan. Bikin yang muslim tersinggung. Buat malu aja FPI ini.

    BalasHapus
  2. memalukan. ternyata Indonesia gini ya ?

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.