Made Sudira, Pemilik Akun FB Aridus Jiro Dipolisikan Gubernur Bali

Status Aridus Jiro yang dilaporkan Gubernur Bali
Status Aridus Jiro yang dilaporkan Gubernur Bali. (Foto: suluhbali.co)
Gubernur Bali I Made Mangku Pastika kembali mengadukan salah satu pemilik akun Facebook setelah ada beberapa orang yang juga dilaporkan dalam kasus berbeda.

Melalui Kepala Bagian Humas Pemprov Bali Dewa Mahendra, seorang bernama Made Sudira pemilik akun Facebook Aridus Jiro dilaporkan ke polisi pada 8 Juli 2016 dengan nomor laporan LP/272/VII/2016/BALI/SPKT.



Pasal yang dituduhkan adalah Pasal 27 ayat(3) jo Pasal 45 ayat(1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik.

Status yang dibuat oleh terlapor di akun Facebook-nya terkait tradisi mengambil daun beringin untuk pelengkap ritual Hindu pada upacara keagamaan.

"Pagi ini, setelah acara megobedan atau mesangih, baik di rumah masing-masing pengiring maupun secara massal di Payadnyaan, terkait upacara memukur di Puri Agung Jro Kuta Denpasar, sore ini dilanjutkan dengan upacara Ngangget Don Bingin. Sayang, acara tidak lagi bisa dilaksanakan di tempat biasa seturut tradisi karena pohon beringin bernilai sakral tersebut dipangkas habis daun dan rantingnya, entah alasan apa? Ada yang berasumsi mungkin orang penting yang kini berumah jabatan di sana tidak ingin terusik ketenangannya. Ohh begitukah? Inikah cermin sikap ajeg Bali termutakhir?" bunyi status terlapor, seperti diberitakan Tribun Bali.

Dilansir suluhbali.co, status itu dianggap seolah olah Gubernur Bali tidak menghiraukan fungsi pohon beringin dalam setiap acara adat di Bali. Padahal kenyataanya, orang nomor satu di Bali ini sangat menghormati dan menghargai setiap orang yang melakukan upacara ada di sana. Selain itu, Gubernur juga bahkan sering memberikan arahan kepada setiap pengunjung dan staf di Jayasabha agar pohon beringin tersebut supaya dijaga dan dirawat khusus agar tetap bertumbuh.

Namun pelaporan Gubernur Bali ini dinilai bukan langkah yang tepat. Anton Muhajir dari Sloka Institute, sebuah lembaga pengembangan media, jurnalisme, dan informasi di Denpasar, berpendapat bahwa kedua belah pihak sebaiknya melakukan mediasi untuk menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan.

Anton berpendapat bahwa tulisan itu dapat dijawab dengan tulisan. Terlapor dinilai adalah bagian dari pengguna hak untuk berpendapat dan berekspresi yang dijamin oleh Konstitusi Indonesia, yakni UUD 1945 terutama Pasal 28E.

Jika memang status tersebut tidak benar, kata dia, Gubernur Bali dan jajarannya dapat memberikan jawaban atau komentar pada status tersebut sesuai dengan sifat media sosial di mana ruang jawab telah disediakan oleh teknologi informasi tersebut.

Made Sudira diperiksa di Polda Bali, Senin (18/7/2016) selama 6 jam dan diajukan 7 pertanyaan. Kuasa hukumnya, Valerian Fariz mengatakan pertanyaan penyidik seputar identitas kliennya. Ia mengatakan, kliennya merupakan seorang jurnalis. Hal itu terbukti dari kartu pers yang dimilikinya. Valerian mengatakan, kliennya juga dikenal sebagai seorang penulis kolom atau kolumnis di sebuah media di Bali. “Yang menarik ini pengalaman pertama Sudira dilaporkan karena tulisannya. Sebelumnya tidak pernah,” jelas Valerian. Kliennya akan kembali memenuhi panggilan penyidik pada hari Selasa (19/7/2016).
Made Sudira, Pemilik Akun FB Aridus Jiro Dipolisikan Gubernur Bali Made Sudira, Pemilik Akun FB Aridus Jiro Dipolisikan Gubernur Bali Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/18/2016 07:35:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.