Mengenal Fethullah Gulen, yang Disebut Dalang Kudeta Militer di Turki

Fethullah Gülen, dituding dalang kudeta militer di Turki
Fethullah Gülen, dituding dalang kudeta militer di Turki. (Foto: AP/LA Times)
Pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding pimpinan kelompok Hizmet, Fethullah Gulen, sebagai dalang percobaan kudeta militer di Turki yang berlangsung pada Jumat malam waktu setempat, atau Sabtu (16/7) dinihari waktu Indonesia barat. Sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (16/7/2016), Menteri Kehakiman Turki menyatakan sekelompok anggota militer yang loyal terhadap Fethullah Gulen berada di balik upaya kudeta ini.



Fethullah Gulen yang saat ini tinggal di Saylorsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat sejak 1999, adalah seteru politik Erdogan. Namun tuduhan ini dibantah keras Gulen yang merupakan musuh Erdogan.

Ulama berumur 75 tahun itu, dulunya merupakan sekutu erat Erdogan. Namun keduanya berseteru dalam beberapa tahun terakhir seiring Erdogan mencurigai gerakan Hizmet yang dipimpin Gulen. Keberadaan gerakan tersebut belakangan ini menonjol di masyarakat Turki, termasuk media, kepolisian dan pengadilan.

Gulen pindah ke AS pada tahun 1999, sebelum dia dikenai dakwaan pengkhianatan di Turki. Pada 2015 lalu, pemerintah Turki membatalkan paspor Gulen. Walaupun demikian, Gulen memiliki banyak pengikut di dalam dan luar negeri karena gerakan-gerakannya serta pemikiran-pemikirannya telah tersebar ke seluruh penjuru dunia.

Pada 2008 Majalah paling populer di Amerika, Foreign Policy Magazine bahkan menobatkannya sebagai orang nomor satu dari 100 tokoh paling berpengaruh di dunia.

Ajarannya tentang Hizmet (pelayanan terhadap umat manusia), telah menarik perhatian sejumlah pendukungnya di Turki, Asia Tengah, juga tokoh-tokoh penting lainnya di berbagai penjuru dunia. Tak heran, pengikutnya membentuk sebuah pergerakan Hizmet yang terdiri dari ratusan sekolah dan beberapa yayasan yang ada di Amerika Serikat.

Gülen dipandang mengajarkan Islam Sunni-Hanafi yang moderat, mirip dengan pengajarannya Said Nursi. Gülen mengutuk terorisme, mendukung dialog lintas-agama, dan memprakarsai dialog semacam itu dengan Vatikan dan beberapa organisasi Yahudi.

Bagi sebagian warga Turki, Gülen dianggap masih tampil sebagai sosok konservatif dan taat agama. Misalnya, ia mendukung hak perempuan untuk memakai hijab, dan para pengikutnya yang perempuan biaanya memang mengenakan hijab.[4] Watak jaringannya yang privat dan independen, menimbulkan kecurigaan dari beberapa penganut sekuler Turki [5] yang ketakutan dan menganggapnya sedang membangun kekuatan politik.

Menurut situs The Hill, kekayaan Gulen sekitar US $25 Juta. Gulen disebut membangun sekolah swasta di 180 negara termasuk AS, Afrika dan Amerika latin. Beberapa di antaranya telah diinvestigasi FBI.

Kini kekuatan Gulen secara global dianggap tak terlalu signifikan. Amerika Serikat sendiri lebih mendukung Erdogan dibandingkan Gulen. Bahkan setelah aksi kudeta militer yang gagal, Presiden AS Barack Obama dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry telah menelepon Erdogan dan menyampaikan dukungan mereka. Obama bahkan menyerukan semua pihak di Turki untuk mendukung pemerintahan Erdogan dalam melawan upaya kudeta.
Mengenal Fethullah Gulen, yang Disebut Dalang Kudeta Militer di Turki Mengenal Fethullah Gulen, yang Disebut Dalang Kudeta Militer di Turki Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/16/2016 03:59:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.