Meski Ditangani Dokter di Angkot, Nyawa Aminah dan Bayinya Tak Tertolong

Aminah dan Bayinya Meninggal Meski Diangkut Dokter dalam Angkot
Aminah dan Bayinya Meninggal Meski Diangkut Dokter dalam Angkot. (Detikcom)
Aminah (28) tiba di Puskesmas Ciracas sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (21/7/2016) pagi. Dia dibawa sebuah angkot 03 jurusan Centex-Cililitan oleh suami dan tetangganya. Setibanya di Puskesmas, Aminah merintih kesakitan dengan kondisi badan mulai membiru dan wajah yang nampak pucat.



Menurut kepala Puskesmas Ciracas, Dr Winarto, dua dokter dan seorang bidan Puskesmas saat itu langsung memberikan tindakan medis berupa oksigen dan infus kepada Aminah di dalam angkot.

"Di dalam angkot, pasien diperiksa 2 dokter dan seorang bidan. Dia diberikan oksigen dan infus RL. Kondisinya sangat lemah dengan tensi darah 140/90 mmHg, kami pun langsung merujuknya ke RSUD Pasar Rebo," ujar Winarto, Kamis, seperti diberitakan Detikcom.

Melihat kondisi yang tak memungkinkan, pihaknya langsung mengevakuasi dan melakukan penanganan lebih lanjut ke RSUD Pasar Rebo. "Kami langsung ambil tindakan untuk merujuk ke RSUD dengan mobil ambulans dirujuk oleh dua bidan, hingga ke dalam ruang bersalin RSUD Pasar Rebo dan ditangani oleh tim medis rumah sakit. Setelah itu kedua bidan kami kembali ke Puskesmas untuk melakukan vaksin ulang yang masih berlangsung," ujar Winarto. Sayang nyawa Aminah beserta bayinya tak dapat diselamatkan saat berada di RSUD Pasar Rebo karena kondisinya yang makin memburuk.
Meski Ditangani Dokter di Angkot, Nyawa Aminah dan Bayinya Tak Tertolong Meski Ditangani Dokter di Angkot, Nyawa Aminah dan Bayinya Tak Tertolong Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/21/2016 11:27:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.