Nyamar Jadi Wanita, Pembunuh Siswi MTs di Jasinga Kabur dari Rutan Salemba

Anwar alias Rizal, napi kasus pembunuhan siswi MTs di Jasinga
Anwar alias Rizal, napi kasus pembunuhan siswi MTs di Jasinga. (Detikcom)
Momen lebaran dimanfaatkan Anwar alias Rizal, napi kasus pembunuhan siswi MTs di Jasinga, Bogor, kabur dari Rutan Salemba. Dengan bantuan istrinya Ade Irma Suryani, dia menyamar menjadi wanita lalu lari seribu langkah.

Pria yang divonis seumur hidup ini untuk kedua kalinya dikunjungi istri dan dua anaknya saat lebaran pada Kamis 7 Juli 2016. Saat kejadian itu, Rutan Salemba sedang mencapai puncak pengunjung dan terdaftar ada sekitar 3.800 orang keluarga tahanan yang berkunjung ke rutan.



Hiruk pikuknya suasana lebaran ini dijadikan peluang bagi Anwar untuk melarikan diri. Ia kemudian menyamar menjadi wanita dan mengenakan jilbab warna hitam, baju gamis panjang dan kacamata hitam pemberian istrinya. Anwar kabur sekitar pukul 17.30 WIB.

Pelarian Anwar berjalan mulus apalagi x-ray tidak digunakan petugas rutan karena membludaknya pengunjung yang datang. Selain itu, foto dan body check hanya dilakukan kepada pengunjung pria saja. Awalnya dengan pengamanan yang ada pihak rutan merasa sudah cukup. Apalagi seluruh area rutan sudah diawasi langsung oleh CCTV.

Belum jelas apa alasan Ade Irma tetap membantu Anwar, meski suaminya sudah melakukan tindakan keji membunuh dan memperkosa keponakan sendiri. Ade Irma juga membawa dua anaknya saat beraksi.

Kepala Rutan Salemba Satrio Waluyo menjelaskan Anwar tercatat dua kali dikunjungi istrinya. Pertama, dia dikunjungi istrinya pada Rabu 6 Juli 2016. Lalu, Anwar dikunjungi istrinya lagi pada lebaran kedua Kamis 7 Juli.

"Jadi istrinya itu dua kali mengunjungi suaminya. Yang pertama itu hari pertama Lebaran. Nah mungkin saat itu mereka sudah merencanakan untuk kabur. Di Lebaran hari kedua baru rencana tersebut terlaksana," kata Satrio saat ditemui di kantornya, Senin (11/7/2016), seperti diberitakan Detikcom.

Baik Anwar maupun istrinya Ade Irma Suryani kini menjadi buronan polisi. Polda serta Batalyon Siliwangi. Kini, polisi sudah menetapkan Ade Irma sebagai tersangka setelah barang bukti dan hasil pemeriksaan menunjukkan dia membantu Anwar melarikan diri.

"Untuk istrinya sudah Kita tetapkan tersangka karena dalam hasil pemeriksaan Anwar kabur setelah dibantu oleh istrinya yang membawa kerudung dan pakaian gamis, dia keluar dengan menyamar sebagai wanita. Karena saat Anwar kabur itu, dia (Anwar) keluar bersamaan dengan istrinya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (11/6/2016).

"Mereka baru berpisah ketika di kawasan Tanah Abang," sambungnya.

Awi menjelaskan Irma Ade Suryani akan dikenakan pasal berlapis. "Pasal yang dikenakan pasal 223 Junto pasal 55 dan pasal 56 KUHP dengan ancaman 2 tahun 8 bulan penjara," imbuhnya.

Anwar ditangkap tim Subdit Resmib Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada tanggal 24 November 2015 lalu atas pembunuhan AAP, siswi MTs asal Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakpus. Korban dibunuh pada Kamis (22/10/2015) malam setelah sebelumnya diperkosa tersangka.

Tersangka mengaku membunuh korban lantaran merasa takut diadukan perbuatannya oleh korban ke keluarganya. Korban sendiri memiliki hubungan kekeluargaan dengan tersangka. Sementara jasad korban yang mengenakan seragam sekolah ditemukan di area Perhutani Petak 17 RPH, Tenjo, Jasinga, Kabupaten Bogor pada Jumat (23/11/2015). Anwar akhirnya dijatuhi hukuman seumur hidup dan mendekam di Rutan Salemba.
Nyamar Jadi Wanita, Pembunuh Siswi MTs di Jasinga Kabur dari Rutan Salemba Nyamar Jadi Wanita, Pembunuh Siswi MTs di Jasinga Kabur dari Rutan Salemba Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/11/2016 11:41:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.