Polisi dan Arif Soemarko Bantah Soal Isu Rp 140 Juta untuk Membunuh Mirna

Suami Mirna, Arief Sumarko saat menjadi saksi sidang pembunuhan istrinya
Suami Mirna, Arief Sumarko saat menjadi saksi sidang pembunuhan istrinya. (Foto: Liputan6.com)
Barista Kafe Olivier, Rangga, mengaku pernah didatangi seorang oknum yang mengaku polisi tak lama setelah peristiwa kematian Wayan Mirna terjadi di tempat kerjanya. Bukan mau menyelidiki kasus kopi sianida, justru oknum tersebut menuduh Rangga menerima Rp 140 juta untuk membunuh Mirna.

"Pernah (didatangi oknum mengaku polisi). Itu saya kurang tahu pasti (detailnya), soalnya sudah lupa juga, sudah lama. Saya tahunya dia datang sebelum operasional buka. Saya pernah ketemu dia, pakai baju loreng-loreng," kata Rangga dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2017) malam, seperti diberitakan Detikcom.



"'Dia tuh ditransfer Rp 150 juta sama si Arif, saya mau ketemu orangnya'," tutur Rangga menirukan pernyataan oknum tersebut saat bertanya ke rekannya di Olivier.

Pernyataan Rangga ini berawal dari pertanyaan kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan. Otto menyebut pernyataan Rangga tersebut tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) saat pemeriksaan kesehatan.

"Itu pernyataan dia ketika dia diperiksa oleh Kemenkes, oleh dokter, ketika ditanya dokter dia mengaku bahwa dia pernah didatangi polisi, dan menuduh dia membunuh Mirna," ujar Otto.

Hakim Binsar lantas bertanya kepada Rangga apakah dia menerima transfer Rp 140 juta atau tidak. Rangga dengan tegas membantahnya.

"Enggak. Saya juga langsung mutasi rekening hari itu juga," jawab Rangga yang pada hari kejadian merupakan barista yang meracik es kopi Vietnam Mirna.

"Itu isu, rumor. Kita kesampingkan sementara itu," tanggap majelis hakim.

Lalu apa kata polisi dan suami Mirna?

Suami Mirna, Arif Soemarko, membenarkan bahwa ia pernah diperiksa terkait tuduhan tersebut. Namun setelah pemeriksaan tak ditemukan adanya transfer yang dimaksud.

"Itukan ada di BAP Rangga dan di BAP saya. Semua akun saya diambil dan diperiksa dan tidak ada apa-apa," ujar Arif usai persidangan, Kamis.

Arif justru menebak oknum yang mengaku polisi tersebut berniat untuk memeras pihak Olivier.

"Dan saya rasa itu hanya ingin memeras kepada pihak Olivier. Saya rasa seperti itu, ada pihak yang tidak suka Olivier," tutur Arif yang hampir tak pernah absen hadir di setiap persidangan terdakwa pembunuh istrinya, Jessica Kumala Wongso.

"Jadi yakin tidak ada pihak Anda yang meracuni Mirna?" tanya wartawan.

"Tidak ada, polisi sudah profesional," jawab Arif.

Sementara itu Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti sebelumnya mengatakan isu tersebut tidak benar. Orang yang disebut Rangga dalam 'curhatan' ke psikiater yang tertuang dalam BAP itu bukan oknum polisi. Melainkan oknum wartawan.

"Jadi dia didatangi sama wartawan terus ditanya 'Rangga kamu terima uang Rp 140 juta ya dari suami Mirna untuk bunuh Mirna?'. Mungkin wartawan itu mau klarifikasi," ujarnya.

Hanya saja, lanjut Krishna, siapa wartawan tersebut, Rangga tidak mengetahuinya. "Nanti kami cari wartawannya, itu pun kalau jaksa perlu menghadirkan dia," ujarnya.

Faktanya juga, sepanjang penyidikan polisi, tidak ada potential suspect dari pihak kafe. Dari hasil penyidikan polisi, semua dugaan itu mengarah kepada Jessica Kumala Wongso.
Polisi dan Arif Soemarko Bantah Soal Isu Rp 140 Juta untuk Membunuh Mirna Polisi dan Arif Soemarko Bantah Soal Isu Rp 140 Juta untuk Membunuh Mirna Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/28/2016 07:03:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.