Sebut Pancasila Jadi Pancagila di FB, Sahat S. Gurning Terancam 5 Tahun Bui

Foto Sahat menendang lambang Pancasila dan menjabarkan Pancagila
Foto Sahat menendang lambang Pancasila dan menjabarkan Pancagila. (Foto: Facebook)
Sahat Safiih Gurning, seorang pria asal warga Desa Tangga Batu, Parmaksian, Toba Samosir, ditangkap polisi karena bertindak konyol melebih yang dilakukan Zaskia Gotik beberapa waktu yang lalu. Ia melakukan kritikan sosial dengan cara yang kebablasan, yakni dengan mengubah Pancasila menjadi Pancagila, yang merupakan lambang negara.

Mantan aktivis mahasiswa yang lulus dari Institut Teknologi Medan (ITM) pada 2015 dan kini aktif di kegiatan sosial di Toba Samosir ini harus meringkuk di penjara dan tengah menjalani proses persidangan. Ia ditangkap polisi Selasa (12/4/2016. Sahat pun terancam lima tahun penjara atau denda Rp 500 juta.



Dalam dakwaan jaksa, terungkap Sahat melakukan perbuatan itu pada April 2016. Pria kelahiran 18 September 1989 itu memasang foto dirinya menendang Burung Garuda Pancasila dengan kaki kanan di akun Facebook miliknya yang bernama Sahat S. Gurning.

Tidak hanya itu, Sahat dalam akun Facebook itu juga menuliskan 'Pancasila itu hanya lambang negara mimpi, yang benar adalah Pancagila'. Sahat mendefinisikan Pancagila yaitu:

1. Keuangan Yang Maha Kuasa.
2. Korupsi Yang Adil dan Merata.
3. Persatuan Mafia Hukum Indonesia.
4. Kekuasaan Yang Dipimpin oleh Nafsu Kebejatan Dalam Persengkongkolan dan Kepurak-purakan.
5. Kenyamanan Sosial Bagi Seluruh Keluarga Pejabat dan Wakil Rakyat.

"Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana penghinaan terhadap Lambang Negara dan melanggar Pasal 68 UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta lagu Kebangsaan atau Pasal 154 huruf a KUHP," demikian dakwa jaksa, seperti diberitakan Detikcom.

Selain itu, Sahat juga menuliskan kata-kata yang dinilai mengandung penghinaan lambang negara. Yaitu menulis ' Berbeda-beda Tetapi Sama Rakus' dan menulis 'Republik Maling' di atas gambar bendera RI-peta RI serta ditulis 'NKRI Harga Jual' di bawahnya.

"Juga memasang gambar seorang anak laki-laki sedang menendang anggota kepolisian yang sedang berpakaian seragam dinas Kepolisian." ucap jaksa.

Atas perbuatannya, Sahat ditangkap oleh anggota Polres Toba Samosir pada tanggal 13 April 2016, dan selanjutnya diajukan ke persidangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sahat didakwa Pasal 68 UU No 24 Tahun 2009 yang berbunyi:

Setiap orang yang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Atas dakwaan itu, kuasa hukum Sahat yaitu Kirno Siallagan dan Juaramintua Hasibuan keberatan.

Atas keberatan penasihat hukum, sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Derman P Nababan memberikan waktu sepekan kepada jaksa Zulhelmi Sinaga yang juga Kasidatun Kejaksaan Negeri Balige untuk memberikan jawaban balik atas eksepsi itu.

"Sidang ditunda hingga Rabu (27/7) minggu depan," ucap Derman menutup persidangan.

Pengacara Sahat, Kirno Siallagan mengatakan apa yang dilakukan Sahat bukanlah penghinaan. "Materi tulisan itu bukan penghinaan, tapi kritikan," belanya.

"Itu bukan penghinaan tetapi ekspresi karena kesalnya dengan negara ini, melihat kondisi negara ini yang katanya Pancasila, tapi pejabatnya tidak bersih. Itu kritikan," tambahnya.

Kasus ini mengundang perhatian masyarakat Toba Samosir. Ruang sidang yang biasanya sepi dipenuhi masyarakat untuk mengikuti persidangan Sahat. Sepanjang persidangan, Sahat yang mengenakan kemeja warna biru dan rompi tahanan kejaksaan menyimak dengan seksama persidangan.
Sebut Pancasila Jadi Pancagila di FB, Sahat S. Gurning Terancam 5 Tahun Bui Sebut Pancasila Jadi Pancagila di FB, Sahat S. Gurning Terancam 5 Tahun Bui Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/21/2016 09:39:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.