Soal Susu dan Es Batu, Ini Debat Panjang di Sidang Kopi Maut Mirna

Saksi Rangga maju ke depan majelis saat bersaksi di sidang Jessica
Saksi Rangga maju ke depan majelis saat bersaksi di sidang Jessica. (Detikcom)
Sidang lanjutan kasus kopi maut yang menewaskan Wayan Mirna Salihin kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2016). Jaksa penuntut menghadirkan 4 orang saksi, semuanya karyawan yang bekerja di Cafe Olivier.

Sejumlah hal yang dipersoalkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjadi senjata makan tuan karena dipermasalahkan majelis hakim dan pengacara Jessica Kumala Wongso. Berikut debat panjang soal fakta yang terungkap dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Kisworo itu:

1. Perbedaan Jam di Mesin Pemesanan dan CCTV

Dalam persidangan kali ini, diperlihatkan 10 orderan Vietnamese iced coffee (VIC) termasuk pesanan Jessica untuk Wayan Mirna Salihin. Pengacara Jessica mempersoalkan perbedaan waktu yang ditunjukkan mesin order kafe Olivier dan CCTV kafe.

"Di CCTV Jessica tiba (kedatangan kedua) di kafe Olivier 16.14 WIB," kata pengacara Jesica Otto Hasibuan.

Saksi yang dihadirkan adalah Rangga yakni barista kafe Olivier yang membuat Vietnamese iced coffe (VIC) yang dipesan Jessica untuk Mirna. Rangga menjelaskan ia membuat kopi tersebut berdasarkan pesaan orderan yang masuk.

Otto lalu meminta agar bukti orderan di kafe Olivier pada hari yang sama dengan kedatangan Jessica dihadirkan kembali. Saat itu orderan Jessica tercatat dimasukkan pukul 16.08 WIB

"Bagaimana caranya sudah ada orderan pukul 16.08 WIB sedangkan di situ (CCTV) Jessica baru datang pukul 16.14 WIB. Ini adalah fakta," kata Otto.

"Kan bisa ada perbedaan waktu," sela Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Ya kan saya cuma bilang ini ada fakta. Nanti kita lihat yang mana yang benar. Yang di mesin atau di CCTV," ucap Otto.

Saat ini giliran pengacara terdakwa Jessica yang bertanya pada Rangga. Sebagian pertanyaan mengarah pada cara membuat VIC.

2. Sisa Air Panas

Silang fakta lainnya yang terungkap yakni mengenai sisa air panas yang ada di teko untuk membuat es kopi vietnam. Hakim mencecar pertanyaan kepada saksi, “Anda katakan tadi setiap teko es kopi vietnam air panas sisanya dibuang, tapi saksi Marlon bilang air panas itu bisa dipakai lagi? Bagaimana ini?” tanya hakim.

“Karena saat itu pesanan es kopi vietnam cuma satu jadi sisanya dibuang,” jawab Rangga.

3. Soal Susu dan Es Batu di Kopi Mirna

Majelis hakim, jaksa, pengacara dan saksi Rangga Dwi Saputra berdebat soal susu dan es batu yang lebih dulu dimasukkan ke dalam gelas berisi es kopi Vietnam yang dipesan Jessica. Rangga yang merupakan barista pembuat kopi yang diminum Mirna itu ditanya hingga berulang-ulang.

"Sesuai SOP, mana yang lebih dulu dimasukkan, es atau susu," tanya pengacara Jessica, Otto Hasibuan.

"SOP-nya es dulu baru susu," kata Rangga. Namun menurutnya hal itu tidak harus dilakukan, bisa saja barista memasukkan susu dulu baru es dalam menyiapkan es kopi Vietnam.

Otto lalu bertanya saat membuat pesanan Jessica, mana yang lebih dulu dimasukkan ke dalam gelas oleh Rangga. Pertanyaan itu juga ditanyakan pengacara Jessica yang lainnya. Mereka terus bertanya soal susu dan es batu kepada Rangga.

Selain pengacara, hakim Binsar Gultom juga bertanya soal itu. Binsar mencecar Rangga dan meminta agar tidak berbohong.

"Yang duluan Saudara masukkan itu es dulu atau susu?" tanya hakim Binsar.

"Es," jawab Rangga.

"SOP-nya bagaimana?" tanya hakim.

"Es dulu baru susu," jawab Rangga.

Binsar merasa heran dengan jawaban Rangga. Sebab Binsar mengatakan semua saksi pelayan Kafe Olivier yang dihadirkan dalam sidang sebelumnya itu menyebut penyajian es kopi Vietnam itu susu dulu es.

"Semua saksi mengatakan susu dulu," kata hakim Binsar.

"Kenapa bukan susu dulu baru es di atasnya, biar nggak cair," tambah Bindar.

"Tapi SOP-nya begitu," jawab Rangga.

"Berarti tak logis. Saksi-saksi tadi mengatakan susu dulu baru es. Ini satu keganjilan. Tapi tak apa, itu pernyataan Saudara," komentar Binsar.

Jaksa juga ikut bertanya soal SOP penyajian es kopi Vietnam di Kafe Olivier. Menurut Rangga, SOP penyajian itu hanya diketahui oleh barista di sana yang jumlahnya 15 orang. Selain barista SOP tidak diketahui pegawai lainnya, mereka hanya tahu komposisi apa saja yang disajikan dalam es kopi Vietnam.

"SOP-nya cuma tahu orang bar saja, 15 orang. (Saksi-saksi sebelumnya seperti Marlon, Alex dan Cindy yang bukan barista-red) mereka tidak tahu, paling tahu bahannya saja," jelas Rangga.

Debat soal es dan susu ini cukup memakan waktu. Sesekali diwarnai suara riuh dari pengunjung sidang.
Soal Susu dan Es Batu, Ini Debat Panjang di Sidang Kopi Maut Mirna Soal Susu dan Es Batu, Ini Debat Panjang di Sidang Kopi Maut Mirna Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/21/2016 12:44:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.