Sudah 5 Kali Terjadi Sejak 1960, Ini Sejarah Kudeta Militer di Turki

Rakyat turun ke jalan menggagalkan kudeta militer di Ankara, Turki
Rakyat turun ke jalan menggagalkan kudeta militer di Ankara, Turki. (Foto: Reuters)
Turki baru saja diguncang upaya kudeta yang dilakukan sekolompok faksi militer pada Jumat, 15 Juli 2016 mLm waktu setempat. Kudeta itu gagal dalam hitungan jam, berkat upaya rakyat dan aparat loyalis Presiden Reccep Tayyip Erdogan melawan balik di berbagai kota. Erdogan bahkan menyerukan rakyat Turki turun ke jalan untuk melawan pemberontakan oleh militer.



Kudeta militer ini bukan pertama terjadi di negara anggota NATO ini. Militer Turki ternyata punya sejarah khusus terkait upaya perebutan kekuasaan lewat cara kekerasan. Tentara Turki tidak asing dengan kudeta sebagai upaya mengganti rezim yang dirasa berseberangan dengan agenda elit militer. Kudeta Jumat (15/7) malam waktu setempat adalah upaya kelima dalam sejarah, dan satu-satunya yang gagal.

Elit-elit militer Turki sampai sekarang didominasi kalangan nasionalis dan sekuler, yang sangat mengidolakan Mustafa Kemal Attaturk, bapak bangsa Turki yang membubarkan Khilafah Turki Usmani.

Baca juga: Mengenal Fethullah Gulen, yang Disebut Dalang Kudeta Militer di Turki

Stasiun Televisi Aljazeera, Sabtu (16/7) seperti diberitakan Merdeka.com, memuat kronologi upaya kudeta oleh militer sepanjang sejarah Turki modern.

Kudeta 1960

Kudeta pertama terjadi pada 1960. Saat itu Perdana Menteri Adnan Menderes ingin memberi keleluasaan pada penganut agama Islam untuk kembali beribadah. Masjid-masjid dibuka lagi, demikian juga pemberian izin adzan memakai pengeras suara.

Pada era 1960, kalangan sekuler masih sangat kuat. Tekanan pada Menderes meningkat. Karena panik, Menderes menetapkan jam malam, merepresi lawan-lawan politiknya.

Pada 27 Mei 1960, tentara mengikuti desakan rakyat menggulingkan PM Menderes. Sang perdana menteri kemudian dihukum mati. Jenderal Cemal Gursel ganti berkuasa hingga 1965.

Kudeta 1971

Kudeta kedua terjadi pada 1971. Latar belakangnya adalah resesi ekonomi yang membuat rakyat marah. Pemerintahan yang dipimpin PM Suleyman Demirel dinilai gagal memenuhi tuntutan rakyat terkait penurunan harga pangan, inflasi, serta membuka lapangan kerja.

Militer kembali melakukan kudeta, dengan alasan mengambalikan tata tertib bermasyarakat. Demirel dipaksa mundur. Lantas Nihat Erim dari Partai Republikan diangkat menjadi pemimpin baru.

Kudeta 1980

Periode 1970-an sangat tidak kondusif dalam panggung politik nasional Turki. Negara mayoritas muslim dengan wilayah di dua benua ini mengganti perdana menteri hingga 11 kali.

Pertarungan elit partai dianggap tentara tidak bisa berkontribusi positif terhadap stabilitas negara. Alhasil, saat konflik antar partai memuncak pada 1980, militer kembali melakukan kudeta terhadap kepemimpinan PM saat itu. Laksamana Bulend Ulusu mengambil alih pemerintahan hingga 1983.

Kudeta 1997

Kudeta pada 1997 ini yang paling aneh, karena sama sekali tidak mengerahkan tentara keluar barak. Militer merasa gerah karena Partai Islam Sejahtera tidak kunjung membangun koalisi permanen selepas menang pemilu 1995.

Perdana Menteri Necmettin Erbakan kemudian didatangi petinggi militer, yang mengaku hanya memberikan 'saran' untuk perbaikan bangsa. Saran-saran itu misalnya larangan berhijab, membatasi pendidikan pesantren, dan beragam kebijakan sekuler lainnya.

Erbakan dipaksa mundur pada 1998, lalu dilarang berpolitik selama lima tahun. Partainya bubar. Erdogan adalah anggota partai islam sejahtera itu, yang kemudian ikut mendirikan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) beberapa tahun berikutnya.
Sudah 5 Kali Terjadi Sejak 1960, Ini Sejarah Kudeta Militer di Turki Sudah 5 Kali Terjadi Sejak 1960, Ini Sejarah Kudeta Militer di Turki Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/16/2016 04:20:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.