Temui Mega, Jokowi Ingin PDIP Usung Ahok di Pilgub DKI?

Megawati Soekarnoputri, Jokowi dan Ahok
Megawati Soekarnoputri, Jokowi dan Ahok. (Foto: Kompas.com)
Gubernur DKI petahana Basuki T Purnama (Ahok) selama ini identik dengan PDIP walaupun bukan menjadi anggota partai tersebut. Ketika Ahok berencana maju Pilgub DKI 2017 lewat jalur independen, PDIP meradang. Mereka enggan mengikuti langkah NasDem dan Hanura untuk mendukung Ahok tanpa syarat. Isu deparpolisasi dan tekanan ke Teman Ahok pun menjadi hangat diperbincangkan publik. PDIP dan Ahok sepertinya sama-sama jual mahal. Saling membutuhkan namun saling mementingkan ego dan harga diri masing-masing.



Mengerti dengan keadaan ini, Presiden Jokowi yang dikenal dengan Ahok, disebut-sebut menjadi penengah menyusul hubungan Ahok dan PDIP yang memanas. Pada Selasa (12/7) kemarin, Jokowi diketahui bertandang ke rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Seperti diberitakan Detikcom, dalam pertemuan tersebut Jokowi membicarakan soal Pilgub DKI 2017 yang sudah mulai memanas meski pelaksanannya masih satu tahun lagi. Kabarnya, ia meminta kepada PDIP untuk mengusung Gubernur DKI petahana Basuki T Purnama (Ahok). Tetapi belum ada konfirmasi soal ini.

"Saya sedang di Nganjuk (saat Jokowi ke rumah Megawati). Tapi mungkin saja memang ada pembicaraan soal Pilgub DKI karena itu kan isu utama saat ini. Bagaimana Ahok dan PDIP sekarang seperti Tom and Jerry, benci tapi rindu," ungkap politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari, Jumat (22/7/2016) malam.

Eva menyatakan, Jokowi terlihat seperti hendak menengahi atau menjembatani Ahok dengan PDIP. Sebab kedua pihak disebutnya sama-sama masih memegang syarat.

"Ahok maunya perseorangan. PDIP kan enggak mungkin mendukung perseorangan karena kami kan sudah membangun sistem. Sementara Ahok merasa di atas angin tidak mau di jalur politik," kata Eva.

Padahal sebenarnya, hubungan Ahok dan PDIP dikatakannya memang sangat dekat. Terutama antara Ahok dan Megawati. Meski begitu, PDIP dikatakan Eva sangat fair dalam persiapan Pilkada, baik untuk Jakarta dan daerah lain.

"Kuncinya di Ahok. Kan PDIP fair untuk semua daerah. Kokoh ini yang merasa di atas angin mau merubah sistem. Tidak mungkin PDIP berubah hanya karena Ahok," ucapnya.

"Pak Jokowi kan kader PDIP, ngerti pasti ya. Mungkin yang dibujuk Ahoknya: 'Ah elu gimana sih Hok', karena pak Jokowi tidak mungkin mengusulkan apa yang dapat merusak rumahnya sendiri," imbuh Eva.

Anggota DPR ini percaya bahwa Jokowi akan memberikan solusi terbaik. Eva pun berharap Jokowi dapat menjadi penengah yang akan membuat Ahok dan PDIP dapat satu suara dalam menghadapi Pilgub DKI nanti.

"Pak Jokowi pasti tahu betapa PDIP serius kalau mengusung orang yang dipercayanya. Masak jalan parpol disuruh buang gitu aja untuk ngikuti mau nya Ahok personal," sebut dia.

"Mudah-mudahan Pak Jokowi berhasil mencapai titik tengah. Perkiraanku sih seperti itu ya yang dibicarakan," tambah Eva.

Kedatangan Jokowi ke rumah Megawati sudah dibenarkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sempat ada isu pertemuan itu juga membahas soal masalah reshuffle kabinet yang kabarnya akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Namun Pratikno menyebut Jokowi yang datang seorang sendiri ke Teuku Umar itu tak memiliki maksud lain. Pertemuan hanya untuk bersilahturahmi usai Idul Fitri.

"Iya ketemu saja, Syawalan, mohon maaf lahir batin. Kebetulan (datang) sendiri," ujar Pratikno, Kamis (14/7) lalu.
Temui Mega, Jokowi Ingin PDIP Usung Ahok di Pilgub DKI? Temui Mega, Jokowi Ingin PDIP Usung Ahok di Pilgub DKI? Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/22/2016 08:25:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.