Tunggak Pajak 6 Tahun ke Pemko Jadi Penyebab Kebakaran Aksara Medan?

Kebakaran hebat di Plaza Ramayana, Aksara Medan
Kebakaran hebat di Plaza Ramayana, Aksara Medan. (Istimewa)
Kebakaran Pasar Aksara dan Plaza Ramayana membuat anggota Komisi C DPRD Medan, Godfried Effendi Lubis buka mulut dan ia berharap pihak kepolisian membongkar penyebab kebakaran.

"Kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan penyebab kebakaran gedung tersebut. Apa kira-kira persoalan. Kenapa bisa gedung itu terbakar, jadi masalah itu harus diungkap agar publik mengetahui penyebab pasti kebakaran terutama kepada pedagang di sana," ujarnya, Kamis (14/7/2016), seperti diberitakan Tribun Medan.

Memang, diakui Godfried Effendi Lubis, akhir-akhir ini Buana Plaza ataupun Ramayana Aksara ada masalah. "Namun, tidak bisa pula kita menyatakan itu sengaja dibakar,"katanya.



Godfried Effendi Lubis miris melihat dua plaza tertua di Kota Medan terbakar dalam kurun waktu enam bulan. Ia menyampaikan, masalah hukum antara PT Aksara Jaya Indah dengan Pemko Medan sedang ditangani Polda Sumut. Meskipun demikian, ia menolak gedung sengaja dibakar.

"Masalah hukum yang terjadi itu sudah ditangani Polda Sumut berbagai bagian itu sudah dapat data. Kita, enggak bisa bilang disengaja. Terkait dugaan sengaja dibakar kita tidak bisa mendahului aparat kepolisian, tunggu saja hasil penyelidikan polisi," ujarnya.

Dia menambahkan, Gedung Aksara Plaza berdiri di atas tanah Pemko Medan dengan PT Aksara Jaya Indah. Namun, ia menyampaikan tidak tahu bentuk kerjasama tersebut.

"Bentuk kerjasama saya tidak tahu, dan luas tanahnya juga tidak tahu. Itu bagian aset Pemko Medan yang paham. Yang tahu kami, PT Aksara Jaya Indah menunggak pembayaran kepada Pemko Medan, sudah hampir enam tahun menunggak," katanya.

Ia menuturkan, Pemerintah Kota Medan tidak punya ketegasan. Bahkan, terkesan membiarkan PT Aksara Jaya Indah tidak membayar pajak kepada Pemerintah Kota Medan.

"Selama ini tidak ada ketegasan dari Kabag Hukum dan Kabag Aset Pemko Medan untuk mengambil ataupun mempermasalahan ini. Kamu pertanyakan kepada Pemko Medan, yang menguasahi bangunan ini siapa? Apakah PD Pasar atau bagian aset Pemko Medan. Mereka saling tuding sekarang," ujarnya.

Selama ini, lanjutnya, Perusahaan Daerah Pasar Kota Medan hanya mengelola lantai 1 dan 2, Gedung Aksara Plaza. Sedangkan, lantai 3,4 dan 5 tidak diserahkan ke perusahaan daerah pasar.

"Siapa sebetulnya, yang menguasahi berwenang di situ? Dinas mana itu. Hasil keputusan rapat Komisi C DPRD Kota Medan sudah jelas, bukan tidak ada kerja kami, keputusan kami tidak boleh digunakan gedung itu," katanya.

Ia berujar, rekomendasi Komisi C DPRD Kota Medan agar lantai 3,4 dan 5 harus dikosongkan dikeluarkan dua bulan lalu. Tapi, eksekutif tidak melaksanakan rekomendasi anggota dewan.

"Masalah tunggakan sudah diimbau agar segera ditagih dan diberikan ke kas negara. Selama ini, jelas ada pembiaran, ada main mata, karena sudah enam tahun perjanjian kerjasama atau adendum berakhir. Ya artinya negara tidak menerima uang dari Buana Plaza atau Aksara Plaza itu saja," ujarnya.

Meskipun gedung sudah terbakar, PT Aksara Jaya Indah tetap membayar tunggakan retribusi atau kontrak kerjasama ke Pemerintah Kota Medan. Bahkan, denda tunggakan itu juga harus diserahkan.

"Kami di Komisi C DPRD Kota Medan belum dapat salinan isi kontrak kerjasama antara Pemerintah Kota Medan dengan PT Aksara Jaya Indah. Apa isinya ? waktu kita tanya ke bagian aset ketika rapat mereka menyampaikan tidak ada MoU-nya. Kemudian bagian hukum juga mengelak, tidak ada kontrak kerjasamanya," katanya.

Dia berharap, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin membeberkan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kota Medan dengan PT Aksara Jaya Indah.

"Perlu adanya kejelasan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin untuk membeberkan bunyi MoU itu. Apa saja isi perjanjian kedua belah pihak bagaimana. Saya sudah meminta langsung kepada Pak Wali namun ia menjawab sedang mencari. Bisa dikatakan administasi dokumen Pemko Medan tidak jelas," ujarnya.

Baca juga: Pasar Aksara Medan Terbakar, 30 Damkar Dikerahkan

Ia mengklaim, segera membangun kios darurat yang tidak jauh dari Gedung Aksara Plaza. Pemerintah, lanjutnya, jangan biarkan nasib pedagang terkatung-katung.

"Harus jelas nasib pedagang, kepada perbankan mohon diberikan keringanan kepada pedagang yang menjadi korban kebakaran. Agar tidak sulit dalam membayar cicilan kredit atau utang piutang lainnya," ungkapnya.
Tunggak Pajak 6 Tahun ke Pemko Jadi Penyebab Kebakaran Aksara Medan? Tunggak Pajak 6 Tahun ke Pemko Jadi Penyebab Kebakaran Aksara Medan? Reviewed by Amborsius Ambarita on 7/13/2016 11:11:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.