Alasan Wali Kota Jaksel Tak Robohkan Musala di Rawajati: Nanti Kami Dikira Kafir

Musala Al Yaqqin di Rawajati tak ikut dirobohkan
Musala Al Yaqqin di Rawajati tak ikut dirobohkan. (Detikcom)
Bangunan-bangunan di Jalan Rawajati Barat, Pancoran, Jakarta Selatan sudah selesai dibongkar pada Kamis (1/9/2016) siang. Semua bangunan di kawasan tersebut luluh lantak kecuali sebuah Musala berwarna hijau masih berdiri. Entah kenapa Musala Al Yaqqin ini tak ikut dirobohkan.

Musala ini seluas sekitar 10x10 meter. Di samping kanan dan kirinya sudah tak ada lagi bangunan yang berdiri, hanya ada puing-puing seng, triplek, dan tembok bata yang hancur dihantam ekskavator beberapa saat lalu.



Di depannya, warga berlalu lalang. Di antara puing-puing, ada sejumlah warga yang mencoba menyelamatkan barang-barang seperti matras tempat tidur, daun pintu roll garasi, dan seng-seng yang banyak digunakan sebagai atap.

Wali Kota Jaksel Tri Kurniadi menyampaikan alasannya. pembongkaran musola akan dilakukan pelan-pelan tak sekaligus.

"Pelan-pelan saja dulu kami bongkar, nanti kalau dibongkar sekarang, dikiranya kami kafir. Tetapi akan dibongkar dalam waktu dekat ini. Di sini kan juga ada masjid di dekat Kalibata City," jelas Tri di Kalibata, Kamis.

Dia menjelaskan, lahan tersebut adalah lahan milik Pemprov DKI. Nantinya akan dijadikan taman atau jalan umum.

"Kita lihat dulu nanti, mengenai rencana terdekat akan dikembalikan fungsinya sebagai jalan untuk kendaraan. Kalau memungkinkan akan didirikan taman, tetapi karena di pinggir rel kereta api, sepertinya agak sulit," ujarnya.
Alasan Wali Kota Jaksel Tak Robohkan Musala di Rawajati: Nanti Kami Dikira Kafir Alasan Wali Kota Jaksel Tak Robohkan Musala di Rawajati: Nanti Kami Dikira Kafir Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/31/2016 11:17:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.