Alasan Waluyo Pergi dari Rumah dan Menghilang Selama 20 Bulan

Waluyo (62) yang dianggap meninggal oleh keluarganya
Waluyo (62) yang dianggap meninggal oleh keluarganya. (Foto: Detikcom)
Selama hampir 20 bulan, Waluyo (62) menghilang. Keluarga tidak tahu. Selama itu, seseorang yang mirip dengan Waluyo jadi korban kecelakaan. Keluarga meyakini itu Waluyo.

Ditemui di rumahnya, kampung Suryoputran PB/43, Panembahan, Kraton, Yogyakarta, Rabu (3/8/2016), Waluyo tak pernah menyangka dirinya dianggap sudah meninggal. Dia mengaku selama ini sehat-sehat saja dan menggelandang di Semarang.



Waluyo bercerita pada awal tahun 2015, istrinya Alim Eskatinah (64) memintanya bekerja karena uang tabungan habis digunakan untuk berobat anak pertamanya. Waluyo diminta menarik becak.

"Saya pergi mbecak tapi nggak pamit. Istri tahunya saya cari uang. Sebulan saya belum dapat setoran sebesar Rp 100 ribu, baru dapat Rp 40 ribu. Ketemu juragan becak di Umbulharjo, becak saya diambil karena setoran kurang," bebernya, seperti diberitakan Detikcom.

Saat itulah, Waluyo seakan hilang akal. Dia berjalan. Dia sama sekali tak mengantongi identitas karena digunakan sebagai jaminan becak di tempat juragannya.

"Saya ke Semarang jalan kaki empat hari. Antara Yogya ke jembatan Krasak ada dermawan ngantar saya sampai ke Magelang dan diberi uang Rp 20 ribu," terangnya.

Setibanya di Magelang Waluyo tak punya tujuan. Dia bahkan sempat tidur di dekat Waduk dan kemudian di Terminal Bawen Semarang, dia mengaku sempat mengemis karena tidak punya uang.

Selama di perjalanan, dia merasa banyak orang yang membantunya. "Nggak berasa jalan ke Semarang. Soalnya mau ke Magelang ada tetangga malu, di Solo ada keponakan. Sebenarnya di Semarang ya ada kerabat, tapi saya juga nggak pernah kontak," bebernya.

Baca juga: Usai Setahun Dimakamkan, Kakek di Yogya ini Tiba-tiba Pulang Ke Rumah

Selama berkelana kakek yang lahir tanggal 8 Desember 1954 ini hidup menggelandang. Dia sempat tinggal di jembatan Banjir Kanal (Semarang) dan di emperan rumah toko (ruko).

"Pertama kali keliling seluruh Semarang, jalan kaki seperti musafir. Baru menetap di jembatan banjir kanal di atas trotoarnya ada kursi dari beton. Tidur pukul 01.00-02.00 WIB menghindari Satpol PP karena nggak punya identitas," tutur bapak dua anak ini.

Setelah menggelandang di kawasan itu selama tiga bulan, Waluyo mendapat tawaran pekerjaan di Dinas Kebersihan dan Pertamanan sebagai tukang sapu. Statusnya sebagai pekerja outsourcing. Dia bertahan selama tujuh bulan dan mendapat gaji tetap.

"Saya 7 bulan kerja jadi penyapu jalanan sampai punya seragam dan digaji Rp 700 ribu sebulan. Terakhir gajian sebelum lebaran tanggal 2 Juli dan dapat THR karena punya uang cita-cita ingin pulang," kisahnya.

Selama pergi dari rumah, Waluyo tak berusaha menghubungi keluarga. Padahal dia punya uang untuk telepon atau pulang. Kenapa? "Ya sementara pengin di Semarang," katanya enteng.


Makam atas nama Waluyo di Bantul
Makam atas nama Waluyo di Bantul. (Detikcom)
Setelah 1,8 bulan, akhirnya Waluyo pulang ke rumah Yogyakarta. Selasa (2/8) pagi, dia mengagetkan keluarga dan tetangga. Polisi juga kaget karena mereka terlanjur mencatat Waluyo sebagai korban tewas kecelakaan di di daerah Gading, Wonosari, Gunungkidul, pada 1 Mei 2015 silam. Sebagian penasaran, siapa pria korban kecelakaan mirip Waluyo yang dimakamkan tersebut?
Alasan Waluyo Pergi dari Rumah dan Menghilang Selama 20 Bulan Alasan Waluyo Pergi dari Rumah dan Menghilang Selama 20 Bulan Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/03/2016 12:41:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.