Bawa Mobil ke Sekolah, Siswa SMAN 3 Purwakarta Dikeluarkan

SMAN 3 Purwakarta
SMAN 3 Purwakarta. (Foto: Istimewa)
Seorang siswa kelas dua atau XI di SMAN 3 Purwakarta berinisial An dipecat pihak ke sekolah karena membawa mobil. Ia dianggap tidak menaati peraturan yang dibuat Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengenai larangan pelajar mengendarai kendaraan sendiri ke sekolah.



Aturan itu tertuang dalam Perbup Nomor 46 tahun 2014 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tawuran dan Penggunaan Kendaraan Bermotor Bagi Peserta Didik dan Perbup No 69 tahun 2015 tentang Pendidikan Berkarakter. Dipertegas kembali dengan keluarnya Surat Edaran No 024/1737/Disdikpora perihal Larangan dan Sanksi Mengendarai Kendaraan Bermotor Bagi Siswa di Kabupaten Purwakarta.

"Ya, siswa yang dikeluarkan itu karena yang bersangkutan tidak mengikuti aturan tentang larangan pelajar mengendarai kendaraan sendiri ke sekolah. Siswa yang dikeluarkan ini tinggal di salah satu desa di Kecamatan Bungursari. Dia beralasan tidak mentaati aturan karena lokasi rumah dan sekolah jaraknya jauh," ujar Dedi, Jumat (12/8/2016).

Sebelum sanksi tegas itu dilakukan, siswa berinisial An itu terlebih dahulu diberi surat teguran dari sekolah. Namun beberapa kali diberikan teguran, siswa itu tetap masih membawa kendaraan ke sekolah. Bupati yang akrab dipanggil Kang Dedi ini mengaku, setelah mengelurkan kebijakan larangan pelajar mengendarai kendaraan ke sekolah, dirinya banyak menerima laporan.

Pasalnya, dampak negatif dari banyaknya pelajar yang membawa kendaraan sendiri ke sekolah sangat terasa. Seperti peristiwa yang terjadi di Jalan Raya Sukatani, seorang pelajar SMK yang mengendarai motor ke sekolah menabrak sedikitnya enam pelajar SD yang tengah menyebrang jalan. Akibat kejadian tersebut satu dari enam siswa SD itu tewas di lokasi kejadian.

"Pelajar SMK itu kemudian dikeluarkan dari sekolahnya, karena akibat tidak mengindahkan aturan larangan bawa kendaraan dia mengalami kecelakaan di jalan raya, dan mengakibatkan korbannya tewas," tuturnya.

Dedi menegaskan, tidak ada kata spesial bagi para siswa yang bersekolah di Kabupaten Purwakarta. Siapa pun orang tua dari anak tersebut dia akan tetap memberlakukan hukuman berupa tidak naik kelas atau dikeluarkan dari sekolah jika terbukti membawa kendaraan.

"Dari laporan katanya anak ini memang orang kaya, dan katanya tidak ada yang mengantar ke sekolah jadi diberi mobil. Sehari dia bekal saja Rp 200 ribu, terus punya pacar alumni di sini juga. Siapa pun tidak ada alasan anak diberi kendaraan, yang kita inginkan adalah menerapkan pendidikan yang baik bagi seluruh anak di Purwakata," ucap pria yang akrab disapa Kang Dedi itu.

Lebih lanjut Dedi pun mengapresiasi warga yang kini mulai aktif karena peduli dan resah dengan keberadaan para siswa yang membawa kendaraan di sekolah. Para warga kini mulai aktif melaporkan baik langsung ke sekolah, polisi, atau pun SMS Center Bupati untuk melaporkan jika ada siswa atau rumah yang menjadi tempat penitipan motor.

Adapun untuk siswa SAMN 3 Purwakarta yang dikeluarkan karena nekat membawa mobil ke sekolah ini, kata Kang Dedi, dipindahkan untuk sekolah di SMAN Bungursari. Langkah itu dilakukan sebagai solusi agar siswa tersebut bisa tetap melanjutkan pendidikan.

"Solusinya, kami pindahkan An ke SMA Negeri Bungursari yang dekat dengan tempat tinggalnya. Jadi, karena dekat dengan tempat tinggal, dia tidak pakai mobil lagi ke sekolah. Dengan begitu uang untuk bensin mobilnya bisa ditabung," pungkas dia.
Bawa Mobil ke Sekolah, Siswa SMAN 3 Purwakarta Dikeluarkan Bawa Mobil ke Sekolah, Siswa SMAN 3 Purwakarta Dikeluarkan Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/11/2016 10:51:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.