Bentrok Geng Motor Satu Darah dan Geng Mongols di Kuta

Ilustrasi anggota geng motor SatuDarah
Ilustrasi anggota geng motor SatuDarah. (Istimewa)
Sekitar 15 orang yang terdiri dari anggota geng motor Satu Darah asal Belanda dan geng motor Mongols asal Mongolia terlibat keributan di Diskotik Pyramid, Jalan Dewi Sri, Kuta, Bali pada Senin (8/8) pagi ini. Keributan itu menyebabkan seorang anggota Geng Satu Darah terluka yaitu Russel (30) asal Belanda.



Ia mendapatkan luka tusukan pada bagian punggung kanannya dan menyebabkan pendarahan pada organ paru-paru. Russel harus melewati tahap operasi dan memerlukan beberapa kantong darah.

Sedang dua orang korban lainnya yang tidak dapat dikonfirmasi identitasnya di RS BIMC Kuta, terkena sabetan pedang. Namun keduanya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

"Saya tak melihat secara pasti apakah ada pisau, parang atau senjata tajam lainnya. Yang saya tahu hanya mereka berkelahi saling adu pukul. Ada yang lari sampai di minimarket dan ketangkap lalu dijotosi. Yang dijotosin itu satu orang saja. Kalau saya lihat semuanya bule pakai rompi hitam kuing dengan dipunggungnya ada tulisan satu darah," jelas salah seorang saksi bernama Anggy (35), kemarin, seperti diberitakan Tribun Bali.

Meski terjadi bentrokan, Anggy yang saat itu baru pulang dari belanja di pasar tidak merasa takut. "Saya santai saja buka warung, tapi sopir taksi pada lari. Semua takut mobilnya rusak," tandasnya.

Hingga Senin sore kemarin, Diskotik Pyramid masih dalam penjagaan petugas kepolisian. Tampak juga mobil tim Inafis Polresta Denpasar dan tim Jatanras Polresta Denpasar.

Menurut Kabid Humas Polda Bali Kombes Anak Agung Made Sudana dipicu ketersinggungan. "Ini dipicu ketersinggungan. Geng Mongols ini memang tidak cocok dengan Geng Satu Darah," jelas Sudana, Selasa (9/8/2016).

Sudana menegaskan, pihak kepolisian langsung melakukan penyidikan. Tidak ada yang diamankan dalam bentrokan ini, namun pemeriksaan saksi-saksi dilakukan.

"Ini sekarang dilakukan penyidikan," tegas dia.

Sementara, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo menyatakan, keributan terjadi‎ dikarenakan faktor pengaruh minuman keras. "Jadi sebenarnya kami memang mengawal mereka untuk melakukan pesta di ‎salah satu klub malam (kawasan Bypass Ngurah Rai, red). Dan sekitar pukul 03.00 Wita acara selesai. Dan di sana memang aman-aman saja," katanya, Senin (8/8/2016).

Namun, ada sekitar sembilan orang anggota dari klub motor 'Satu Darah' itu pulang dan kemudian pergi Pyramid Club. Di sinilah kemudian terjadi keributan dua jam setengah hingga pukul 05.30 Wita setelah mereka mabuk-mabukan. "Jadi mereka itu ‎ribut dengan pihak manajemen dan pengunjung," ungkapnya.

Keributan itu, dibenarkan Hadi memang karena oknum klub Motor 'Satu Darah' meminta ‎untuk kembali menenggak minuman keras, namun dilarang oleh manajemen Pyramid Club.

Menurut riwayatnya, “Satu Darah Motor Club” didirikan di Kota Moordrecht, Belanda selatan pada tahun 1990 oleh 9 orang pria yang sudah lama bersahabat. Nama “Satu Darah” sendiri berasal dari bahasa Indonesia.

Dari 9 orang tersebut, sebagian besar merupakan warga Belanda keturunan Maluku, Indonesia. Beberapa pendiri lainnya berlatar belakang etnis berbeda.

Meski datang dari komunitas berbeda, geng ini memiliki hobi yang sama, yakni menaiki motor besar Harley Davidson. Mereka juga memimpikan kehidupan seorang biker di jalanan.

Semakin lama, klub ini tumbuh semakin besar. Anggota pun terus bertambah hingga mencapai ribuan. Satudarah kini tercatat memiliki 8 cabang wilayah di Belanda, yakni di Gouda, Den Haag, Hengelo, Apeldoorn, Rotterdam, Tilburg, Beverwijk dan Bergen op Zoom. Bahkan mereka juga memiliki cabang di Bali, Sydney dan negara-negara bagian lain di Australia.
Bentrok Geng Motor Satu Darah dan Geng Mongols di Kuta Bentrok Geng Motor Satu Darah dan Geng Mongols di Kuta Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/09/2016 05:40:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.