Berdamai, Operator Warnet yang Dianiaya Polisi di Medan Malah Minta Maaf

Muhammad Syahrizan alias Fauzan, operator warnet Bloody Net
Muhammad Syahrizan alias Fauzan, operator warnet Bloody Net. (Foto: Tribun Medan)
Kasus pemukulan dilakukan polisi, Aiptu JMS, anggota Polsek Medan Area, terhadap operator warnet Bloody Net di Jalan Raya Menteng, Medan, Sumatera Utara, terekam kamera pengintai berujung damai. Keluarga korban dan pelaku sepakat tidak melanjutkan proses hukum peristiwa itu.



"Kasusnya sudah diselesaikan dengan perdamaian antara keluarga korban dengan pelaku. Yang meminta damai keluarga korban," kata Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, di Mapolresta Medan, Jumat (5/8).

Perdamaian itu dibenarkan Muhammad Syahrizan alias Fauzan (17), operator warnet yang menjadi korban pemukulan. Dia pun mengakui keluarganya yang meminta perdamaian.

"Kami minta damai supaya persoalannya enggak jadi panjang dan enggak ke mana-mana," ucapnya

MS pun mengakui dia memang menghiraukan teguran dari pelaku JMS, sebelum pemukulan terjadi. "Saya minta maaf kepada semuanya. Ke depan kami akan mengikuti semua aturan," ucap remaja ini.

Pemilik Warnet Bloody, Sukhman Singh, juga menyampaikan permintaan maaf. Dia berjanji tidak lagi membenarkan siswa berseragam sekolah main di warnetnya pada jam belajar.

"Ya, saya juga minta maaf. Kami pun berjanji akan membuat imbauan-imbauan terhadap siswa sekolah," kata Sukhman.

Sementara Mardiaz berjanji akan memberikan sanksi kepada Aiptu JMS. "Menyangkut sanksi, tentunya ada. Yang bersangkutan sudah dilakukan pemeriksaan baik secara pidana dan kedisiplinan," kata Mardiaz, Jumat (5/8/2016) sore.

Ia mengatakan, pihaknya masih melihat sejauh mana kesalahan anggota tersebut. Namun, Mardiaz tidak ingin terburu-buru menyampaikan sanksi seperti apa yang bakal diberikan pada Aiptu JMS.

"Ya, nanti kita lihat. "Ya, nanti kita lihat. Apapun yang dilakukan anggota, itu tetap salah," katanya di depan gedung Bhayangkara Polresta Medan.

Dalam kesempatan ini, Mardiaz pun sempat menginstrukkan seluruh jajaran polsek di Kota Medan untuk menggelar Operasi Cinta Kasih. Hasilnya, sebanyak 198 siswa sekolah mulai SD, SMP, hingga SMA terjaring razia.

Baca juga: Anggotanya Pukul Operator Warnet, Kapolresta Medan: Tujuan Kami Mulia

Seperti diberitakan, personel Polsek Medan Area, Aiptu JSM, terekam kamera pengintai menganiaya MS. Tak hanya memukul, dia juga menendang MS. Sedangkan rekannya hanya melihat dan sesekali mencoba melerai.

Baca juga: Ini Video 2 Oknum Polisi Pukul Penjaga Warnet dan Siswa SMA di Medan

Kejadian itu terekam dalam video berdurasi 2 menit 22 detik, yang diunggah oleh Muhammad Prasetyo Wibowo dan Sukhman ke media sosial, Kamis (4/8). Dia menyesalkan tindakan aparat yang main hakim sendiri terhadap anak buahnya.
Berdamai, Operator Warnet yang Dianiaya Polisi di Medan Malah Minta Maaf Berdamai, Operator Warnet yang Dianiaya Polisi di Medan Malah Minta Maaf Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/05/2016 06:56:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.