Caleg DPR Akan Diperketat di Pemilu 2019, Ini Kata Eko Patrio

Eko Patrio, anggota DPR dari PAN
Eko Patrio, anggota DPR dari PAN. (Instagram)
Banyaknya anggota legislatif dari kalangan artis yang kurang menjalankan fungsi legislatifnya membuat pemerintah berencana membatasi mereka untuk maju pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. Wacana dibatasinya kalangan artis ini muncul di tengah pembahasan Revisi Undang-undang (RUU) tentang Pemilu.



Tim Pakar Pemerintah dalam Penyusunan RUU Penyelenggaraan Pemilu, Dani Syarifudin Nawawi mengatakan, seorang calon anggota legislatif (caleg) harus menjadi kader partai politik (parpol) minimal setahun dan memiliki kartu tanda anggota.

"Barang kali ada kalimat untuk‎ memprioritaskan kader inti, ‎artinya kader yang masuk ke dalam struktur partai politik, apakah itu dewan penasihat, dewan pertimbangan, ‎sekretaris dan bendahara,"‎ ujar Dani dalam acara diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2016).

Menurutnya, anggota legislatif dari kalangan artis lebih sibuk dengan pekerjaan keartisannya ketimbang tuhasnya sebagai wakil rakyat. Dia menambahkan, selama ini masyarakat hanya memilih caleg yang populer, publik figur walaupun calon yang dipilih sama sekali tidak memiliki pengalaman politik.

"Akhirnya tidak pernah menjalankan fungsinya sebagai anggota perwakilan rakyat," ucapnya.

Salah satu artis yang kini jadi anggota DPR, Eko Hendro Purnomo atau yang lebih dikenal sebagai Eko Patrio sepakat dengan wacana tersebut.

"Kader PAN enggak ujug-ujug sebagai artis jadi anggota DPR atau DPRD, tapi kader kayak Primus, saya, Anang Hermansyah itu kader dulu, malah kita jabat jadi bagian departemen doang di DPP kemudian diangkat Pak Hatta (mantan Ketum PAN) jadi salah satu wakil sekretaris di salah satu departemen," kata Eko saat dikonfirmasi, Senin (22/8/2016).

Tim pakar pemerintah dalam penyusunan RUU pemilu, Dhany Syarifudin Nawawi menyebut syarat yang akan ditambah adalah seleksi keikutsertaan di internal partai dan jadi kadet sekurang-kurangnya satu tahun. Eko justru berharap syarat itu ditambah.

"Kalau KPU (mensyaratkan) begini enggak berat, harusnya kalau mau ditambah lagi ikut pengkaderan di partai yang dilampirkan surat tertulis dari Ketum," imbuh Eko.

Eko yang sudah menjadi anggota dewan sejak tahun 2009 ini mengaku telah melewati jenjang yang ditetapkan oleh partai. Awalnya dia duduk di Komisi X yang salah satunya membidangi kebudayaan dan seni, kini dirinya bertugas di Komisi IV yang membidangi pertanian, pangan, maritim, dan kehutanan.

"Kita memang ikut prosedur partai, kita ikut ujian tertulis psikotes. Dulu saya ikut psikotes yang soalnya dibuat oleh UI kalau tidak salah," ujar Eko.

Dia lalu menggarisbawahi supaya aturan ini jangan sampai terkesan mendeskreditkan pekerja seni saja. Dia meminta agar aturan ini berlaku general.

"ini kan diskriminatif, kalau mau menyeluruh bahwa siapapun juga yang mau jadi anggota DPR/DPRD, enggak kilat tapi mendapat surat. Itu berlaku semuanya, dilampirkan surat keterangan dari partai tersebut," pungkas Eko.
Caleg DPR Akan Diperketat di Pemilu 2019, Ini Kata Eko Patrio Caleg DPR Akan Diperketat di Pemilu 2019, Ini Kata Eko Patrio Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/21/2016 11:58:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.