Diam-diam Sekda Saefullah Ngebet jadi Gubernur DKI

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah
Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah. (Liputan6.com)
Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 kian memanas. Namun sejauh ini baru dua nama yang memastikan bakal berlaga, yakni petahana Basuki Tjahaja Purnama dan kader Gerindra, Sandiaga Uno.



Sejumlah partai politik masih merahasiakan calon gubernur yang akan mereka usung. Termasuk PDIP sebagai partai pemilik suara terbanyak di parlemen. Rupanya, semangat meramaikan pilgub yang digelar Februari mendatang bukan cuma datang dari partai politik. Selain tokoh independen, PNS DKI juga kepincut mencoba peruntungan di Pilgub DKI.

Seperti Kepala BPKAD, Heru Budi Hartono, yang dipilih Ahok, sapaan Basuki, sebagai bakal calon gubernurnya. Heru siap melepas jabatannya sebagai PNS karir jika lolos seleksi calon gubernur dan wakil gubernur.

Satu lagi PNS DKI yang ngebet mencalonkan diri di pilgub adalah Sekda DKI Saefullah. Nama Saefullah mulai terdengar saat Partai Gerindra melakukan proses penjaringan.

Kala itu, nama Saefullah sempat masuk radar Gerindra. Namun sampai proses seleksi, namanya tak lagi muncul. Beberapa bulan sempat menghilang dari hiruk pikuk pilgub, nama Saefullah kembali muncul. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyebut Saefullah juga ikut penjaringan yang mereka lakukan.

Beliau sudah daftar, sudah fit and proper test. Bahkan sudah menyampaikan visi dan misi," ujar Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas usai bertemu dengan DPD PDIP di kantornya, kawasan Jakarta Pusat, Selasa (2/8), seperti diberitakan Merdeka.com.

Menurutnya, Saefullah telah berkomitmen mundur dari jabatannya sebagai PNS DKI jika lolos penjaringan gubernur DKI dari PKB. Bahkan, lanjut Hasbi, Saefullah mengaku dipecat oleh Ahok, jika nanti dirinya benar-benar resmi maju di Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Beliau sudah siap untuk mengundurkan diri. Karena itu yang dia katakan pada PKB," kata Hasbi.

Keseriusan Saefullah maju di Pilgub DKI rupanya tak sekadar isapan jempol belaka. Dia mengaku sudah sowan ke banyak partai.

"Kalau didukung cukup partai, saya pikirkan maju. Kalau maju kan kita sebagai orang taat undang-undang, kita jalankan undang-undang dan nyatakan berhenti sebagai PNS. Mau apa lagi? Kan harus begitu," tegas Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/8).

"Sebab komunikasi hampir semua partai. Tapi kan hasil komunikasinya enggak tahu, kami diundang untuk bicara saja. Kalau ngobrol setengah jam kan banyak. Saya sudah bolak-balik enggak ada surat dukungan. Tapi saya siap," sambungnya.

Bahkan saat kunjungan ke lapangan, dia mengklaim mendapat banyak dorongan baik dari tokoh masyarakat maupun warga. "Saya beberapa kali ke lapangan. Kemudian ormas saya, NU, dorongannya bukan keras nih. Tapi didorong keras sekali untuk maju," ujar dia.

"Toh akhirnya bukan kepentingan saya. Kalau saya pikir untuk kepentingan saya sendiri, ya udah saya di sini saja sendiri. Kerja enam tahun, delapan tahun. Ini demi menyikapi dorongan tadi, kepentingan masyarakat, bisa lebih baik Jakarta, kami siap berdampingan dengan pasangan yang ditentukan oleh partai," sambungnya.

Menurutnya, dorongan terkuat datang dari ormas Islam terbesar seperti PBNU. Bahkan dia sesumbar, kader NU akan total memberikan dukungan jika dirinya mencalonkan diri.

"Kalau NU semua ke saya dong. NU ya kalau tahun lalu nyoblos tujuh jutaan, warga Nahdliyin lebih dari separuh," ucapnya percaya diri.

Dia menganggap keinginannya menjadi seorang pemimpin adalah hal yang wajar. Namun, lagi-lagi dia harus mengikuti aturan main yang ada.

"Kalau bicara ingin enggak ingin, semuanya mau. Namanya diberikan amanah oleh rakyat, menjalankan amanah rakyat dan pelayan rakyat, ya saya rasa semua orang ingin. Saya mau konkret dulu, mana dukungan partai. Kalau sesuai amanah undang-undang harus 22 kursi. Kami jalankan," terangnya.

Saefullah mengaku sudah pernah bicara dengan Ahok tentang rencananya maju di Pilgub DKI. Menurutnya, Ahok tak masalah.

"Saya bilang, 'pak saya ditarik-tarik, didorong-dorong'. Ya ikutin saja. Sepanjang lapangannya rata, ya boleh saja, dia bilang. Tapi secara langsung khusus saya bicara pak saya mau nyagub cawagub, gimana? Saya belum," jelasnya.

"Dulu pernah diundang Gerindra pertama kali, saya lapor, Pak gimana nih. Tapi saya saat ini memilih tidak datang. Dia bilang Pak Sekda datang aja. Habis itu saya tidak ngomong lagi," pungkasnya.

Ahok sendiri tak mempermasalahkan Saefullah untuk maju. "Tidak apa-apa, kalau Pak Sekda mau maju Pilgub kan dia nanti akan mundur, berarti ada peluang orang lain jadi sekda," ujar Basuki di Balai Kota, Jumat (12/8).

Apabila Sekda mundur, katanya, maka pihaknya akan melakukan seleksi dan tes kembali untuk penjaringan Sekda DKI. Pihaknya akan segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt), baru kemudian melakukan tes dan fit and proper test yang terbuka bagi siapapun di seluruh Indonesia.

Apabila Saefullah maju bersama Sandiaga Uno pun Basuki mengapresiasinya. Menurutnya, jika Sandiaga menjadi Gubernur, maka dia akan memiliki pendamping yang mengerti birokrasi supaya pembangunan bisa cepat dilaksanakan.

"Siapa tahu Tuhan kasih amanah pilih Sandi, tidak pilih saya, minimal sudah ada Sekda cepat jalannya," pungkasnya.
Diam-diam Sekda Saefullah Ngebet jadi Gubernur DKI Diam-diam Sekda Saefullah Ngebet jadi Gubernur DKI Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/12/2016 08:18:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.