Gugatan Partai Golkar Ical Vs Agung Ternyata Diurus Besan Nurhadi via Andri

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. (Liputan6.com)
Kasubdit Perdata Mahkamah Agung (MA) Andri Tristianto Sutrisna dituntut 13 tahun penjara. Selain karena menerima suap Rp 400 juta, Andri juga telah menerima gratifikasi Rp 500 juta dari seorang pengacara bernama Asep Ruhiyat.

Ternyata, selain perkara yang diminta Asep Ruhiyat, Andri ternyata juga mengurus perkara lain di tingkat kasasi maupun Peninjauan Kembali (PK) di MA.



Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2016), seperti diberitakan Detikcom. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Burhanuddin membacakan beberapa kasus yang 'dikondisikan' Andri.

"Pertama Taufik yang merupakan besan dari Nurhadi (Sekretaris MA) yang meminta kepada terdakwa memantau perkara di tingkat MA sebagaimana percakapan melalui Whatsapp maupun SMS yaitu perkara Nomor 490/K/TUN/2015, perkara PTPN X Kediri, perkara kasasi Bank CIMB atas nama Andi Zainuddin Azikin, perkara kasasi No 3063 K/Pdt/2015, perkara kasasi dari Kediri Nomor 179 K/PDT/2015 dan perkara kasasi dari Banjar Baru Nomor 646 K/PDT/2015," kata Burhanuddin.

Perkara Nomor 490 K/TUN/2015 merupakan perkara sengketa kepengurusan Partai Golkar antara Aburizal Bakrie Vs Agung Laksono. Di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dimenangkan kubu Ical dan di tingkat banding dimenangkan kubu Agung Laksono.

Nah di tingkat kasasi posisi berbalik yaitu dimenangkan kubu Ical. Duduk sebagai ketua majelis adalah hakim agung Imam Soebchi dengan anggota hakim agung Supandi dan hakim agung Irfan Fachruddin. Apakah ada keterkaitannya antara Whatsapp Taufik-Andri dengan kemenangan Ical? Tidak dijelaskan dalam tuntutan itu.

Terungkapnya skandal dagang perkara ini bermula ketika seorang pengacara bernama Lazuardi Embat yang juga merupakan kuasa hukum Ichsan Suaidi, terdakwa kasus korupsi, menghubungi Andri. Awang yang telah mengenal Andri meminta agar pengiriman salinan putusan kasasi kasus tersebut ditunda.

Andri pun setuju, namun dia meminta sejumlah imbalan yang diamini pihak Ichsan. Namun aksi jahat mereka pun tercium KPK dan mereka dibekuk pada 13 Februari 2016 saat melakukan transaksi suap dengan bukti Rp 400 juta. Andri lalu diadili.

"Menuntut terdakwa dengan hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan," ujar Burhanuddin.

Berikut percakapaan lewat WhatsApp itu:

Percakapan 29 September 2015

Taufik: Kemarin ada kiriman putusan Medan, perdata, apa udah diterima Bos?

Andri: Sudah, bos. AL dah ada majelisnya bos

Taufik: Bagaimana AL kita bisa di samping-samping saja? Kalau Medan kita diminta yang pegang

Andri: Iya, AL kita main pinggir-pinggir saja bos. Oke yang Medan kita berjuang (tanda jempol)

Andri: Bagaimana kabar bos

Taufik: Alhamdulillah sehat. Cuma kloter sebelum saya JKS 61 hampir seratus orang belum ada kabar. Aku JKS 62

Taufik: Kalau sudah ada nomor sepatu pinggiran aku dikabari segera bos

Andri: No 490K/TUN/15 bos. Semoga bos dikasih sehat dan urusan kita lancar semua. Amin.

Taufik: Insya Allah.

Andri: Semoga main pinggir kita lancar

Taufik: Ya. Kalau sudah bisa mulai kabari aku, nanti aku kontak ybs

Andri: Ya bos. Sudah kita mulai hari ini. Itu nomor kita dapat duluan

(Perkara Nomor 490 K/TUN/2015 merupakan perkara sengketa kepengurusan Partai Golkar antara Aburizal Bakrie Vs Agung Laksono. Di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dimenangkan kubu Ical dan di tingkat banding dimenangkan kubu Agung Laksono.

Nah di tingkat kasasi posisi berbalik yaitu dimenangkan kubu Ical. Duduk sebagai ketua majelis adalah hakim agung Imam Soebchi dengan anggota hakim agung Supandi dan hakim agung Irfan Fachruddin).

Percakapan 1 Oktober 2015 Taufik-Andri

Taufik : Assalamualaikum. Bos minta tolong dipantau PTP X Kediri apa sudah ada putusannya?

Andri : Kalau putusan harus sabar, bos. Karena pasti makan waktu

Taufik: Oke siang tadi ke rumah, tapi nggak ada orang. Mau ngasih baru di rumah biasanya ada orang. Jam brp bos?

Andri: O ya. Pembantu jam dua-an biasanya sudah pulang. Trus nyonya sedang jemput anak
Gugatan Partai Golkar Ical Vs Agung Ternyata Diurus Besan Nurhadi via Andri Gugatan Partai Golkar Ical Vs Agung Ternyata Diurus Besan Nurhadi via Andri Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/04/2016 01:40:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.