Hakim Jujur, Setyawan Hartono Ditolak DPR Jadi Hakim Agung

Setyawan Hartono gagal jadi hakim agung
Setyawan Hartono gagal jadi hakim agung. (Foto: Istimewa)
DPR mencoret empat nama calon hakim agung, termasuk seorang yang dikenal hakim jujur dan berintegritas. Alhasil, Komisi III DPR hanya menyetujui tiga nama untuk duduk sebagai hakim agung.

"Akhirnya kami menetapkan tiga orang," kata anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi dalam rapat di Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/8/2016).



Ketiga nama yang disetujui menjadi hakim agung itu adalah:

1. Ibrahim (mantan pimpinan KY).
2. Panji Widagdo (Wakil Ketua PT Mataram).
3. Edy Riyadi (hakim tinggi agama).

"Itulah nama yang sesuai dengan musyawarah yang kita lakukan sejauh ini. Tapi catatan kami dari integritas adalah pertimbangan nama-nama ini. Tapi karena ini proses demokrasi, kami sepakat," ujar Taufiq.

Setyawan lama menjadi staf hakim agung di MA. Ia sempat menjadi staf hakim agung Gunarto dan dilanjutkan menjadi staf hakim agung Djoko Sarwoko. Setelah itu, ia menjadi hakim tinggi Banjarmasin dan tidak berapa lama dipilih sebagai hakim pengawas hingga menjadi Inspektur di Inspektorat Badan Pengawas MA.

"Dia layak dipromosikan jadi hakim agung. Tipe pekerja, suka olah raga," ujar Suhadi.

Saat fit and proper test di DPR, Setyawan mengungkap karyawan yang pekerjaanya mendorong berkas di Mahkamah Agung (MA) bisa bergaya hidup mewah. Tidak jarang mereka ada yang memiliki mobil bagus-bagus.

Sebagai hakim pengawas, namanya cukup disegani dan dikenal bersih di antara koleganya.

"Tiap kali kunjungan ke daerah, beliau tidak mau mendapat jamuan makan siang dari pengadilan bawah sebab sudah didanai dari operasional MA," kata seorang hakim yang tidak mau disebut namanya, seperti diuberitakan Detikcom, Jumat (26/8/2016).
Hakim Jujur, Setyawan Hartono Ditolak DPR Jadi Hakim Agung Hakim Jujur, Setyawan Hartono Ditolak DPR Jadi Hakim Agung Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/30/2016 06:13:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.