I Made Agus Gelgel Wirasuta: Sianida Dimasukkan Saat Kopi Dikuasai Jessica

Ahli toksikologi I Made Agus Gelgel Wirasuta bersaksi di sidang kopi maut
Ahli toksikologi I Made Agus Gelgel Wirasuta bersaksi di sidang kopi maut. (Detikcom)
Ahli toksikologi I Made Agus Gelgel Wirasuta menyebut waktu dimasukkan sianida ke kopi Wayan Mirna Salihin adalah pukul 16.30-16.45 WIB. Pada rentang waktu tersebut es kopi Vietnam berada dalam penguasaan pemesan, Jessica Kumala Wongso.



Made merupakan saksi ahli yang dihadirkan jaksa. Ahli racun dari Universitas Udayana itu mengatakan waktu tersebut didapat setelah dia mempelajari BAP dari sejumlah keterangan ahli sebelumnya seperti ahli digital forensik dan dokter forensik. Made menghitung waktu tersebut berdasarkan percobaan yang dibuat dan penurunan kadar racun yang ada di tubuh Mirna.

"Dari penurunan kadar racun, racun ditaruh jam 16.30-16.45," kata Made di ruang sidang PN Jakpus, Jalan Bungur Besar Raya, Kamis (25/8/2016).

Hakim Binsar Gultom yang mendengar penjelasan Made lalu bertanya. Pada jam tersebut kopi berada dalam penguasan siapa, apakah penyiap bahan minuman, peracik, penyaji atau pemesan.

"Terkait penyajian, ada 4 kemungkinan (penaruh sianida). Analisis saudara siapa yang lebih berpotensi, saudara meminimalisir siapa yang menguasai kopi?" tanya Binsar.

"Berdasarkan hasil analisis keterangan ahli dan percobaan yang saya buat. Pemesan bertanggungjawab terhadap penguasan kopi tersebut sampai sianidanya ada. Kemudian dari hasil laju penguraian sidanida yang ada, saya bisa mendapat jamnya 16.30-16.45. Berdasarkan data yang dibuat digital forensik penguasaan kopi ini ada pada pemesan (Jesssica)," kata Made di ruang sidang

Pada jam tersebut, kopi memang sudah disajikan oleh pegawai Kafe Olivier di meja Jessica. Saat itu Hani dan Mirna belum datang, hanya ada Jessica di sana duduk sendiri.

"Berdasarkan fakta, analisi dan data DNA digital forensik di situ pemesan yang mengusai kopi pada jam tersebut," ucap Made.

Binsar lalu bertanya apa analisis Made soal kopi yang disajikan oleh pegawai kafe di meja Jessica.

Made mengatakan es kopi Vietnam pada jam tersebut berada di kuasa pemesan. Selain itu dari data DNA digital forensik ada gerakan mencurigakan dari pemesan saat kopi berada di atas meja.

"Terjadi perubahan warna (kopi) dari disajikan Agus hingga diminum korban. Dari awalnya dua lapis menjadi tunggal (warnanya). Berdasarkan itu saya menuliskan berdasarkan fakta ini kopi berada di penguasaan pemesan. Waktu sekitar itu kemungkinan sianida masuk ke dalam kopi korban," jelas Made.

Baca juga: Ahli Toksikologi Jelaskan Soal Hani dan Devi Cicipi Kopi Mirna Tapi Tidak Meninggal

Terkait siapa yang menaruhnya, Made mengatakan ada beberapa kemungkinan.

"Ada empat kemungkinan. Orang yang menyiapkan bahan atau mencampur, peracik es kopi, penyaji dan pemesan kopi," kata Made.

Made memberikan keterangan di muka persidangan sesuai dengan BAP yang ia analisis. Kemungkinan dugaan siapa yang menaruh itu diperoleh dari BAP yang menjelaskan rekonstruksi di Kafe Olivier.

Menurut Made, kadar sianida yang masuk ke dalam tubuh Mirna diperkirakan sejumlah 183,73-367,5 mg. Jumlah tersebut berada di atas lethat dosis untuk manusia seberat kira-kira 60 kg.

"Saya prediksi sejumlah 183,73-367,5 mg, itu perkiraan masuk. Kalau seandainya tidak ada reaksi penguraian setelah kematian berarti semua masuk ke dalam tubuh korban. Mungkin juga di lambung terjadi reaksi penguraian. Jumlah itu melewati lethal dose," tutur Made.
I Made Agus Gelgel Wirasuta: Sianida Dimasukkan Saat Kopi Dikuasai Jessica I Made Agus Gelgel Wirasuta: Sianida Dimasukkan Saat Kopi Dikuasai Jessica Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/25/2016 05:33:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.