Ini Alasan Anies Baswedan Tak Mau Tanya Jokowi Soal Alasan Mencopotnya

Anies Baswedan saat memberikan kuliah di UII Yogyakarta
Anies Baswedan saat memberikan kuliah di UII Yogyakarta. (Foto: Istimewa)
Meski dicopot dari jabatan Mendikbud, Anies Baswedan mengaku tak pernah mempertanyakan hal itu. Anies menempatkan dirinya sebagai seorang Senopati yang siap berlaga dan ditarik dari arena oleh sang raja tanpa perlu bertanya.



"Saya menempatkan diri seperti Senopati. Raja memberikan perintah berangkat ke laga di gelanggang pendidikan, itu laga yang ditugaskan ke saya," ujar Anies kepada wartawan.

Hal ini disampaikan Anies kepada wartawan usai menjadi pembicara di kuliah perdana mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia (UII), Jalan Kaliurang KM 14,4, Sleman, Kamis (11/8/2016).

"Ketika Senopati ditarik, ya Senopati harus siap ditarik. Siap dikirim dan siap ditarik, nggak tanya lagi (mengapa)," imbuhnya.

Ditambah lagi, reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Anies justru ingin menunjukkan bagaimana seharusnya bernegara.

"Saya tidak tanya ke Presiden mengapa saya diberhentikan dan dicukupkan," kata Anies.

"Justru mari kita tunjukkan bagaimana kita bernegara. Dan di dalam bernegara itu ada wilayah-wilayah otoritas," imbuhnya.

Mengutip ajaran seorang dramawan asal Rusia, Stanislavsky, menurutnya yang terpenting adalah kekuatan aktor bukan peran. Apa maksudnya?

"Stanislavsky, seorang dramawan dari Rusia mengatakan, yang penting dari kekuatan adalah bukan pada peran tapi pada aktornya," ujar Anies.

"Ketika di panggung, ada orang yang memainkan peran sebagai pembesar, raja, dengan segala pernak-pernik yang mempesona," tutur Anies.

Namun, lanjut Anies, orang yang sama mendapatkan peran yang berbeda yakni menjadi hambasahaya atau seorang abdi. Saat digantikan perannya, kekuatan dari orang tersebut ternyata tiba-tiba hilang.

"Jadi, kekuatannya ada di peran. Tanpa peran, dia kehilangan makna, pancaran," kata Anies.

Sebaliknya, jika kekuatannya ada di aktor, perannya boleh berganti-ganti. Namun dia tetap mampu memberi makna bagi lingkungannya.

"Jadi saya mau ikuti itu, perannya memang sekarang bukan menteri dan memang saat ini tidak ada pekerjaan," imbuhnya.

Kembali dia mengingatkan ribuan mahasiswa yang hadir untuk tidak mengejar jabatan. Dalam setiap diri manusia memang memiliki sejumlah otoritas.

Mulai dari otoritas moral, politik atau administrasi dan intelektual. Anies menilai otoritas politik atau administrasi yang dimiliki seseorang bisa saja datang dan pergi.

"Yang jangan sampai dicopot adalah moral authority dan intellectual authority. Kalau yang administrasi bisa datang dan pergi," katanya.

Anies juga mengakui ada banyak yang bicara kepadanya soal kemungkinan majunya dia di Pilkada DKI. Namun hingga saat ini, dia belum memberikan respon tawaran tersebut.

"Saya belum respons," ujar Anies saat ditanya apakah ada tawaran untuk maju ke Pilkada DKI.

Anies beralasan dirinya masih menikmati waktunya bersama keluarga. Kemudian, barulah dia melihat tawaran-tawaran tersebut.

"Habis ini baru kita lihat apa kemungkinan-kemungkinan yang ada. Tawaran-tawaran apa, belum tahu sekarang," imbuhnya.

Lalu bagaimana kemungkinan Anies masuk ke partai politik. PDIP misalnya?

"Ada tawaran ini tawaran itu. Tapi nanti. Ada tawaran macam-macam. Saya mau lihat ke depan apa yang mau dikerjakan, lihat kesempatannya," jawab Anies.
Ini Alasan Anies Baswedan Tak Mau Tanya Jokowi Soal Alasan Mencopotnya Ini Alasan Anies Baswedan Tak Mau Tanya Jokowi Soal Alasan Mencopotnya Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/11/2016 04:24:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.