Kronologi Dasrul, Guru SMK Makassar Dipukul Ayah Siswa dan Anaknya

Dasrul terlihat berdarah usai dipukul
Dasrul terlihat berdarah usai dipukul. (Foto: Istimewa)
Kasus pemukulan guru kembali mencoreng dunia pendidikan Tanah Air. Kali ini terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Dasrul (52), guru SMK 2 Makassar dipukuli hingga berdarah oleh orangtua siswa bernama Adnan Ahmad dan siswanya sendiri dalam ruang kelas saat hendak pulang ke rumahnya, Rabu (10/8/2016) sekitar pukul 11.30 Wita.



Menurut Kapolsek Tamalate Kompol Aziz Yunus, Kamis (11/8/2016), Adnan dan anaknya, AS yang sudah ditetapkan tersangka dan ditahan melaporkan Dasrul. Adnan merasa anaknya juga menjadi korban penamparan.

Dalam laporan polisi, Adnan menyebut anaknya ditampar karena tidak membawa tugas PR-nya. Ini yang memicu Adnan datang ke sekolah dan langsung memukul guru Dasrul.

Salah seorang siswa yang menyaksikan peristiwa pemukulan, Zulhajji, menuturkan saat Adnan memukul Dasrul, AS terlihat ikut-ikutan. Sudah dilerai, tapi aksi itu berlanjut.

"Kami berinisiatif untuk melerai dan menyelamatkan Pak Dasrul dari terjangan mereka (Adnan dan AS)," kata Zulhajii di Mapolsek Tamalate.

Sedang sebelumnya guru Dasrul menyampaikan pada Rabu (10/8) tidak melakukan penamparan. Dia hanya mendorong AS karena mengumpat dengan kata-kata kotor saat ditegur.

Dasrul kini menjalani perawatan di rumah sakit karena luka penganiayaan Adnan. Dasrul mengalami cedera di hidungnya. Selain itu, korban masih merasakan pening akibat kena pukulan pelaku.
Dasrul (53), guru SMKN 2 Makassar sedang dirawat di RS Bhayangkara
Dasrul (53), guru SMKN 2 Makassar sedang dirawat di RS Bhayangkara. (Detikcom)
"Korban mengalami patah tulang hidungnya, sudah difoto rontgen dan ada visum rumah sakit yang akan diberikan ke penyidik," ujar kuasa hukum Dasrul, Aziz Pangeran.

Ayah dan anak itu dikenakan pasal 351 dan 170 KUHP. "Keduanya sudah ditahan, kita masih tunggu hasil visum rumah sakit pada korban pemukulan," jelas Aziz.

Selain menunggu visum, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan pada saksi-saksi.

"Keterangan saksi-saksi masih dikumpulkan," tegas dia.

AS dikenal sebagai siswa yang suka bolos dan sering mengumpat dengan kata-kata jorok. Malik, teman sekelas AS, mengaku tidak melihat adanya penamparan yang dilakukan Dasrul pada AS. Malik hanya melihat AS terpleset dari kursinya.

"Saat kejadian, AS memaki Pak Dasrul. Kami sekelas mendengarnya, setelah itu dia tendang pintu dengan keras dan mengancam akan memanggil ayahnya," ujat Malik.

Malik menyebutkan, saat AS menendang pintu, Dasrul hanya terdiam dan melanjutkan mata pelajaran Teknik Gambar.

Pemukulan guru ini memancing reaksi dari para siswa SMKN 2 Makassar. Pagi tadi ratusan siswa melakukan long march dari sekolahnya di jalan Pancasila, ke kantor Polsek Tamalate di Jalan Danau Tanjung Bunga. Mereka menuntut Adnan Ahmad, pelaku pemukulan Dasrul, gurunya dihukum berat.

Sementara itu Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam mengingatkan agar orang tua jangan terlalu reaktif jika mendapat aduan dari anak di sekolah.

"Kami prihatin atas kejadian kekerasan yang terkait dengan anak. Tidak dibenarkan melakukan tindakan melanggar hukum. Karena anak kemudian orang tua melakukan tindak kekerasan terhadap guru. Padahal orang tua dan guru merupakan poros yang harus memastikan pemenuhan hak dasar anak pendidikan. Karena proses pendidikan itu tidak mungkin berhasil jika dua elemen dasar ini tidak menjalankan fungsi dengan baik dan tidak ada komunikasi yang baik," kata Niam.
Kronologi Dasrul, Guru SMK Makassar Dipukul Ayah Siswa dan Anaknya Kronologi Dasrul, Guru SMK Makassar Dipukul Ayah Siswa dan Anaknya Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/11/2016 04:06:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.