Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Serangan Jantung Real Time

Alat pendeteksi serangan jantung buatan Theo Wiranadi Hendrata
Alat pendeteksi serangan jantung buatan Theo Wiranadi Hendrata. (Detikcom)
Serangan jantung adalah pembunuh nomor satu di dunia. Karena mematikan, resiko penyakit ini dapat diketahui melalui serangkaian pemeriksaan dokter, namun kebanyakan orang enggan melakoninya.



Mengingat hal tersebut, Theo Wiranadi Hendrata, mahasiswa jurusan Teknik Elektro ITS beserta ketiga rekannya menciptakan Smart Heart Monitor (SHM), yakni alat untuk mendeteksi serangan jantung secara real-time, serta bisa dilaporkan pada penggunanya melalui aplikasi android.

Karya inovatif yang bertajuk Smart Heart Monitor: Electrocardiogram Portabel Berbasis Raspberry Pi yang Terintegrasi Android sebagai Pendeteksi Kelelahan dan Pencegah Serangan Jantung tersebut telah berhasil meraih medali emas dan perak di ajang Pekan Ilmiah Mahsiswa Nasional (Pimnas) 29 di IPB, 8 – 11 Agustus 2016 lalu.

Diungkapkan oleh Theo, selama ini sudah ada alat portabel yang berfungsi untuk memonitor sinyal jantung, namun hanya sebatas pada merekamnya saja. "Kemudian rekaman itu diberikan kepada dokter untuk dianalisa lebih lanjut," ungkap Theo, Selasa (16/8/2016), seperti diberitakan Detikcom.

Hal tersebut dirasakan kurang efektif karena indikasi serangan jantung tidak dapat dideteksi secara langsung. Oleh karena itulah diciptakan SHM. Desain SHM yang portable memungkinkan alat ini dapat memantau aktivitas jantung penggunanya setiap saat. Artinya, ketika ada yang tidak beres dengan irama sinyal jantung, alat ini akan segera memberikan peringatan kepada penggunanya melalui aplikasi android.

Dalam bahasa yang sederhana, SHM bekerja dengan cara menangkap sinyal jantung melalui tiga buah elektroda yang ditempelkan pada bagian dada. Kemudian sinyal tersebut akan diproses dan ditampilkan pada layar dalam bentuk gelombang.

"Apabila dijumpai indikasi serangan jantung dari tampilan gelombang ini, SHM akan segera mengirim peringatan pada penggunanya," terang mahasiswa Jurusan Teknik Elektro ITS ini.

Selain itu, Theo juga menjelaskan bahwa jantung setiap orang memiliki batas maksimal yang berbeda dalam bekerja, yang secara umum dipengaruhi oleh umur mereka. Oleh karena itu dibutuhkan semacam peringatan untuk membatasi aktivitas seseorang agar tidak sampai berlebihan, guna menghindari risiko serangan jantung.

Peringatan yang dimaksud akan diberikan apabila aktivitas jantung pengguna telah melebihi angka 80 persen dari batas maksimalnya. "Kalau sudah melebihi 80 persen batas maksimalnya, pengguna harus segera beristirahat," tuturnya.

Theo sangat menyayangkan sikap kebanyakan orang yang cenderung mengabaikan risiko serangan jantung. Padahal gejala terhadap penyakit ini sebenarnya dapat dideteksi dengan banyak cara, termasuk alat ini.

"Seperti berita kematian artis Mike Mohede yang banyak diberitakan. Sebenarnya gejala itu sudah dirasakan oleh Mike, yaitu berupa nyeri di bagian dada, namun ia justru mengabaikannya," cerita Theo.

Dengan adanya alat ini, Theo berharap agar pengguna dapat lebih waspada dengan kondisi jantungnya. "Sehingga di masa depan, angka kematian karena serangan jantung dapat lebih ditekan," pungkasnya.
Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Serangan Jantung Real Time Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Serangan Jantung Real Time Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/16/2016 05:31:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.