Mengenal Andriani Nurdin, Ketua PT Mataram yang Kondisikan Perkara di MA

Ketua Pengadilan Tinggi Mataram Andriani Nurdin
Ketua Pengadilan Tinggi Mataram Andriani Nurdin. (Foto: Tempo.co)
Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2016), dipaparkan percakapan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Mataram, Andriani Nurdin, dengan Andri Tristianto Sutrisna dituntut 13 tahun penjara karena dagang perkara.

Dalam percakapan di WhatsApp dan BlackBerry Messenger itu terungkap Andriani meminta Andri mengkondisikan perkara di MA.

Percakapan Andriani-Andri itu terjadi pada bulan Desember-Februari. Ada empat perkara yang minta diurus Andriani kepada Andri, yaitu:

1. Pengantar perkara Nomor 2970
2. Pengantar perkara Nomor 2971
3. Perkara Nomor 148 K/Pdt/2016
4. Perkara Nomor 163 K/Pdt/2016



"Please, Mas. Kepada siapa lagi, Mas. Nanti saya kalau perlu juga sampaikan duduk masalahnya ke majelis seperti yang dianjurkan Pak Jafni. Saya hanya percaya dengan Mas Andri Tristiando Sutrisna SH MH," kata Andriani kepada Andri sebagaimana terungkap dalam berkas tuntutan seperti diberitakan detikcom, Jumat (5/8/2016).

Lalu siapakah Andriani? Hakim perempuan bergelar doktor itu dilahirkan di Jakarta pada 27 Desember 1957. Ia memulai karier sebagai hakim di Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta pada 1984. Lima tahun setelahnya, ia dipindah ke PN Wonogiri dan mutasi ke PN Sumber, Cirebon pada 1991.

Sembilan tahun setelahnya, Andriani mendapat promosi sebagai Wakil Ketua PN Cibinong, Bogor dan dua tahun setelahnya menjadi hakim PN Jakpus.
Andriani Nurdin disebut ikut mengkondisikan perkara di MA
Andriani Nurdin disebut ikut mengkondisikan perkara di MA. (Istimewa)
Pada 2004, ia kembali mendapat promosi sebagai Ketua PN Bogor. Lima tahun setelahnya ia naik jabatan sebagai hakim tinggi Palembang.

Setelah menjadi hakim tinggi, kariernya melesat. Dua tahun setelahnya dipindah menjadi hakim tinggi Pengadilan Tinggi Bandung dan dalam hitungan bulan menjadi Wakil Ketua PT Palangkaraya. Satu tahun setelahnya, Andriani dipromosikan menjadi Wakil Ketua PT Banten. Setahun setelah itu, karier Andrini kembali naik menjadi Ketua PT Mataram. Saat ini ia menjadi Wakil Ketua PT Surabaya sejak 2016.

"Mohon Mas, perkara ini saling berhubungan. Tolong kalau bisa jatuh pada majelis yang baik," ujar Andriani ke Andri.

Andriani juga mendaftar sebagai hakim agung pada 2016 tetapi Komisi Yudisial (KY) tidak meloloskannya.

Adapun pimpinan MA menyerahkan proses tersebut ke KPK.

"Kami serahkan ke KPK apa itu benar atau tidaknya. Ini agar semuanya jernih," kata juru bicara MA, hakim agung Suhadi.

Berikut percakapan Andri dengan Andriani yang tertuang dalam berkas tuntutan jaksa KPK.

16 November 2015
Andriani:
(Mengirim foto berkas)

Andri:
Gambarnya belum bisa terbuka, Bu

Andriani:
Ini surat sudah direvisi. Tapi yang penting nomor-nomor perkara di PN-nya itu ya, Mas.
Gaptek kalee.

Andri:
Enggak Bu, kalau gambar blue pasti bisa

7 Desember 2015
Andriani:
Malam Mas, saya call kagak diangkat
Mohon info besok saya mau menghadap Pak Wardi, Waka MA. Apabila ada di tempat, Mas? Terimakasih

8 Desember
Andriani:
Mas, saya lagi di ruang Waka MA Nonyudisial

Andri:
Oh iya, Bunda. Masih di situ nggak?

Andriani:
Ambo sudah mau pulang

9 Desember 2015
Andriani:
Mas Andri, mohon izin untuk kirim nomor perkara

Andri:
Siap, Bu

Andriani:
Mas Andri, masih bisakan saya mohon bantuan?

Andri:
Siap Bu, pasti

Andriani:
(Kirim gambar berkas perkara)

Andri:
Oke, Bunda. Sudah saya terima. Besok saya cek. Bunda sudah sembuh?

Andriani:
Mohon Mas, perkara ini saling berhubungan. Tolong kalau bisa jatuh pada majelis yang baik.
Alhamdulillah tinggal melatih tangan, Mas. Terimakasih.

Andri:
Siap Bu, nanti saya kondisikan

Andriani:
Alhamdulillah, Mas
Mas, Ketua Muda MA Kamar Perdata belum dirapimkan ya

Andri:
Belum, Bu

Andriani:
Saya disuruh Pak Jafni (hakim agung-red) untuk menjelaskan tentang perkara itu

Andri:
Iya, Bunda

7 Januari
Andriani:
Mas, bagaimana perkembangan Samarinda

Andri:
Saya belum komunikasi lagi, Bu. Besok saya kabarin.

Andriani:
Mas Andri kan Kasubdit Perdata. Bagaimana-bagaimana saya sampaikan ke teman saya, dia siap.

Andri:
Iya, nanti saya lihat buku putih.

Andriani:
Please, Mas. Kepada siapa lagi, Mas.
Nanti saya kalau perlu juga sampaikan duduk masalahnya ke majelis seperti yang dianjurkan Pak Jafni. Saya hanya percaya dengan Mas Andri Tristiando Sutrisna SH MH

Andri
Siap, amanah saya jalankan

11 Januati 2016
Andri:
Bu, boleh dikirim lagi nggak pengantar PN dikirim lagi. Fotonya ngeblur. Maaf banget

Andriani:
Siap ndan
(Andriani lalu mengirim foto berkar perkara)

Andri:
Bunda, berkas sudah saya telaah kedua-duanya dan tidak ada kekurangan. Berkas tersebut masuk register 2016. Bila sudah ada nomer majelisnya, saya kabari ibu ya. Untuk pengantar Nomor 2970, Nomor KP dari saya 38 Kp.2016 dan pengantar nomor 2971 nomor kp dari saya 37 kp/16. Demikian laporannya bu. Trims.

Andriani:
Mas, dia sudah sampaikan bos gimana-gimananya ke saya.

Andri:
Oke Bu, kita kopi darat saja ya

10 Februari 2016
Bu, ini nomor kasasinya. Nomor 148 K/Pdt/16 dan 163 K/Pdt/16. Belum ada majelisnya bu

Andriani:
Terimakasih, Mas Andri. Nanti jumpa lagi ya. Ini sedang sama Waka MA di Mataram.

11 Februari 2016
Andrini:
Malam Mas Andri, saya rencana menghadiri penyerahan ISO di MA. Semoga kita bisa jumpa ya. Salam.

Andri:
Iya, Bu

12 Februari
Andriani:
Ternyata acara di PT Jakarta, Mas. Tapi saya akan berusaha ke MA.
Mengenal Andriani Nurdin, Ketua PT Mataram yang Kondisikan Perkara di MA Mengenal Andriani Nurdin, Ketua PT Mataram yang Kondisikan Perkara di MA Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/04/2016 10:51:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.