Mengenal Sri Wahyuni Agustiani, Lifter Peraih Perak Olimpiade 2016

Sri Wahyuni saat tampil di Oimpiade 2016
Sri Wahyuni saat tampil di Oimpiade 2016. (Foto: Liputan6.com)
Dalam debut atau partisipasi pertamanya di Olimpiade, Sri Wahyuni Agustiani berhasil meraih medali perak di Rio de Janeiro. Lifter Indonesia kelahiran Bandung 13 Agustus 1994 tersebut meraih medali tersebut berkat kiprahnya di cabang olahraga angkat besi putri nomor 48 kg. Ia mencatatkan total angkatan 192 kg (Snatch 85 kg dan 107 kg Clean & Jerk).



Hasil tersebut membuat Sri Wahyuni kini tercatat sebagai peraih medali pertama buat Indonesia dalam perhelatan Olimpiade 2016. Pencapaian Sri Wahyuni sendiri sejatinya tidak mengejutkan-mengejutkan amat. Sebelum ditunjuk menjadi satu dari tujuh atlet yang ditunjuk PB PABBSI untuk berangkat ke Brasil, kiprahnya memang sudah sedemikian menjanjikan.

Tiga tahun lalu ia mulai menggebrak dengan meraih medali emas Islamic Solidarity Games III di Indonesia, ketika masih berusia 19 tahun. Pada tahun yang sama, medali emas juga ia raih di SEA Games Myanmar.

Gebrakan selanjutnya dibuat pada Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi di Rusia, Juni 2014 dengan menyabet dua emas dan satu perak. Beberapa bulan setelahnya, September 2014, giliran medali perak Asian Games yang ditambahkan Sri Wahyuni ke dalam koleksi.

Peraih penghargaan Anugerah Olahraga Indonesia (AORI) 2014 ini sempat dipertimbangkan Satlak Prima untuk tidak ikut serta ke Olimpiade 2016 karena pada kejuaraan dunia Angkat Besi 2015 yang dilangsungkan di Houston, Texas, Yuni–sapaan akrab lifter ini gagal mendapatkan medali apapun.

Namun, PABBSI menilai jika dia berpotensi. Hingga PABBSI pun berusaha memperbaiki kendala kepelatihan yang dialami oleh Yuni.

Saat meraih perak Asian Games 2014, ia mengungkapkan bahwa pertama kali mengenal angkat besi ketika berusia 13 tahun dari Siti Aisyah, teman ayahnya yang juga atlet handal angkat besi. Mahasiswa jurusan hukum Universitas Bhayangkara, Bekasi, itu mengaku tertarik dengan olahraga angkat besi karena menguatkan. "Biar seperti cowok, saya juga harus kuat," katanya.

Sri Wahyuni ingin bisa terus bertanding, tapi dia sadar bahwa kekuatan manusia ada batasnya. Dia berencana berhenti mengangkat barbel pada usia 27 tahun.

Kala itu ia mengatakan ingin mewujudkan mimpi untuk menjadi atlet angkat besi terbaik di ajang Olimpiade. "PON sudah, SEA Games sudah, Kejuaraan Dunia sudah, satu lagi yang saya impikan yaitu medali emas di Olimpiade yang selama ini belum pernah saya ikuti," katanya. Kini, ambisinya itu sudah tercapai.

Keberhasilan atlet yang juga menekuni pendidikan di jurusan hukum Universitas Bhayangkara, Bekasi, itu tentu diharapkan bisa melecut semangat rekan-rekannya di tim 'Merah Putih' untuk mendulang medali-medali berikutnya di Rio--seperti sudah dikatakan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi ketika mengapresiasi pencapaian teranyar dari Sri Wahyuni.
Mengenal Sri Wahyuni Agustiani, Lifter Peraih Perak Olimpiade 2016 Mengenal Sri Wahyuni Agustiani, Lifter Peraih Perak Olimpiade 2016 Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/07/2016 05:57:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.