Ngaku Tak Bunuh Aipda Sudarsa, Ini Kronologi Kejadian Versi David Taylor

David Taylor, tersangka pembunuh Aipda Wayan Sudarsa
David Taylor, tersangka pembunuh Aipda Wayan Sudarsa. (Foto: The SUN)
Haposan Sihombing, pengacara David Taylor (34), WN Inggris yang resmi menyandang status sebagai tersangka pembunuh Aipda Wayan Sudarsa, anggota unit lantas Polsek Kuta, menyebut kliennya dibidik pasal berlapis oleh kepolisian. David bersikeras tidak melakukan pembunuhan melainkan menolong korban.

"Kalau pembunuhan di dalam BAP klien kami tidak mengakui pembunuhan. Tetapi menemukan seseorang di pasir," ujar kuasa hukum David, Haposan Sihombing di Mapolresta Denpasar, Jl Gunung Sanghyang, Bali, Minggu (21/8/2016).

David dalam pemeriksaan polisi, menurut pendampingnya Yan Erick, juga membeberkan waktu kronologi kejadian.



"Untuk timelinenya tidak diceritakan detail, kurang lebih pukul 23.00-00.00 WITA keduanya ke Pantai, berpacaran segala macam, pengakuannya mereka meninggalkan lokasi sekitar pukul 01.00-01.30 WITA," jelas Erick.

Dihimpun dari penjelasan Erick dan Haposan, ini runutan kronologi kejadian yang disampaikan David dalam berita acara pemeriksaan (BAP), seperti diberitakan Detikcom.


- 29 Juli 2016

David tiba di Bali dan menginap di daerah Kuta.

- 16 Agustus 2016

Sara Connor berangkat dari Australia dan tiba di Bali dijemput oleh David. Keduanya menginap di salah satu penginapan di Kuta.

Malam harinya sekitar pukul 23.00-00.00 WITA Sara dan David duduk di tepi Pantai Kuta di depan Pullman. Selanjutnya setelah beberapa lama mereka duduk di pinggir pantai. Menurut Haposan, David mengaku berpacaran dan hanya berpelukan.

Kurang lebih 10 menit, keduanya kembali ke tempat duduk semula. Saat itu Sara menyadari tasnya hilang. keduanya berpencar untuk mencari tas yang hilang.

Setelah beberapa waktu keduanya bertemu di jalan di depan pantai. David mengaku melihat Sara menangis dan Sara bercerita bertemu polisi tidak baik yang mendorongnya ke pasir lalu menindihnya.

Polisi yang disebut Sarah adalah Aipda Wayan Sudarsa. Selanjutnya David kembali ke pantai dan di pasir itu dia menemukan teleskop, HP, kain, dan menemukan korban. Ada seorang laki-laki yang telungkup menghadap ke laut.

David berusaha membalikkan dan meraba wajah korban yang mengalami luka. Dia mencoba memastikan membuka mulutnya. Pada saat membuka mulut korban, jari David digigit. Setelah jarinya digigit dia meninggalkan korban dan menemui Sara Connor di luar. Saat itu David melihat ada 3-4 orang laki-laki di jalan yang sama.

David menceritakan temuan sosok laki-laki di pinggir pantai kepada Sara dan 3-4 orang yang di pinggir jalan tersebut. Selanjutnya mereka pergi ke penginapan.

- 17 Agustus 2016

Sekitar pukul 01.00-01.30 WITA Dalam perjalanan menuju homestay itulah Sara bercerita mengenai polisi tidak baik yang ditemuinya di Pantai. David mengutip cerita Sara Connor di pantai polisi itu mendorong Sara hingga terjatuh di pasir.

Pada saat terjatuh di pasir Sara ditindih oleh polisi. Pada saat ditindih Sara berteriak dan teriakan itu didengar oleh beberapa orang.

Beberapa orang kemudian datang menolong. Setelah polisi itu ditarik, Sara terlepas akhirnya Sara langsung pergi. Saat inilah Sara bertemu dengan David di luar pantai.

- 19 Agustus 2016

Keduanya diringkus polisi di Konsulat Australia.
Ngaku Tak Bunuh Aipda Sudarsa, Ini Kronologi Kejadian Versi David Taylor Ngaku Tak Bunuh Aipda Sudarsa, Ini Kronologi Kejadian Versi David Taylor Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/21/2016 07:51:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.