Polisi: Mayoritas 99 Bocah Laki-laki Korban Prostitusi Gay Berasal dari Jabar

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigjen Agung Setya
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigjen Agung Setya. (Berita Tagar)
Ada sebanyak 99 anak laki-laki menjadi korban eksploitasi dalam bentuk prostitusi untuk kaum gay. Sebagian besar dari mereka berasal dari wilayah Jawa Barat.

"Sebagian besar (berasal) dari Jawa Barat. Kita akan identifikasi lebih detil lagi," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigjen Agung Setya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2016).

Agung menambahkan, anak-anak yang jadi korban eksploitasi ini tidak ditempatkan dalam satu tempat atau mess. Tapi, mereka akan dihubungi jika pelaku telah mendapat kesempatan kepada pelanggan pengguna jasa.

Namun begitu, Agung menyatakan, pihaknya masih memeriksa dan mengidentifikasi lebih jauh dari daerah mana saja para bocah laki-laki itu selain Jawa Barat.



Menurutnya, korban juga menerima nominal uang yang sangat kecil dari tarif yang ditawarkan tersangka ke pelanggan.

"Korban hanya dapat Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu, tapi tarif yang ditawarkan tersangka AR (kepada pelangggan) Rp 1,2 juta," katanya.

Agung menegaskan bahwa anak-anak ini merupakan korban dan harus dilindungi. Karena itu, Agung tidak bersedia membeberkan lebih lanjut terkait latar belakang anak.

"Tentunya saya ingin sampaikan bahwa ini korban. Mari kita kelola dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

"Kita harus garis bawahi bahwa anak-anak itu harus dilindungi," sambungnya menegaskan.

Bareskrim menegaskan penanganan proses hukum tidak hanya dilakukan pada AR, germo yang menjadi tersangka kasus prostitusi anak untuk kaum gay. Pengguna jasa anak ini juga bisa dijerat undang-undang perlindungan anak.

"UU perlindungan anak itu sebagai kejahatan. Kalau kita melakukan yang sifatnya cabul pada anak, ini adalah kejahatan," kata Agung.

"Kita ingin fokus ke sini. Bahwa para pengguna ini juga sesuatu yang menyimpang dan ini kejahatan. Hal yang akan kita kembangkan siapa pengguna ini," sambungnya.

Namun begitu, Agung menuturkan, pihaknya masih mendalami dan menelusuri siapa pelanggan prostitusi anak. Termasuk apakah pelanggan prostitusi anak ini merupakan wisatawan maupun WNA mengingat penggreebekan dilakukan di wilayah puncak Bogor, Jawa Barat.

"Kita temukan dulu (pelanggannya) baru akan kita dalami," urainya.

Lalu bagaimana tanggapan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan?

Aher begitu sapaan akrabnya menegaskan, pelaku harus dihukum seberat-beratnya karena telah mengeksploitasi anak di bawah umur, untuk dipekerjakan dalam dunia prostitusi.

"Itu kekerasan seksual terhadap anak berlaku hukuman berat," ujar Aher saat ditemui di Gedung Sate, Rabu (31/8/2016).

Apalagi setelah Aher mendengar kalau anak-anak di bawah umur tersebut, dipekerjakan sebagai pelayan kaum gay dirinya tambah berang.

"Ya itu, harus lebih berat lagi, kan ada peraturan pemerintah yang memperberat hukuman bagi kejahatan seksual kan, bisa dikebiri kan itu sebagai Perpu, bisa kebiri," tegasnya.
Polisi: Mayoritas 99 Bocah Laki-laki Korban Prostitusi Gay Berasal dari Jabar Polisi: Mayoritas 99 Bocah Laki-laki Korban Prostitusi Gay Berasal dari Jabar Reviewed by Amborsius Ambarita on 8/31/2016 03:09:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.